Warga Kolong Tol Pluit Menolak Pindah
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Warga Kolong Tol Pluit Menolak Pindah

Senin, 1 April 2019 | 13:57 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Puluhan keluarga di Kampung Kolong Air Baja, Jalan Pluit Karang Karya 6, RT 07/RW 16, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, masih ingin bertahan di tempat tinggalnya. Tempat tinggal warga Kampung Kolong Air Baja yang tinggal di kolong tol dalam kota Pluit Km 25 yang menghubungkan Jakarta Utara dengan Tangerang (arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta) habis dilalap si jago merah pada Sabtu (30/3/2019).

"Belum tahu nanti mau di pindah ke mana. Kalau boleh kita tetap di sini. Kita yang punya rumah di bawah tol ini, pasti lebih rapi dan ngejaga kebersihan di areal sini. Beda sama yang cuma lapak-lapak saja," ujar Farida (50) kepada Beritasatu.com di lokasi.

Ia bercerita, asal-muasal kebakaran dari rumah salah satu warga yang baru tinggal tiga bulan bernama Sri asal Palembang. Api langsung menyambar dengan cepat hanya dalam hitungan menit.

"Sumber kebakaran dari korsleting listrik. Harapannya masih pengen di sini. Semua empat rumah keluarga saya di sini habis. Kulkas, televisi, baju, habis semua. Kompor buat masak mi juga enggak ada," tambah Farida.

Bahan-bahan rumah di kolong tol pada umumnya terbuat dari tripleks, sehingga saat disiram air, bukannya si jago merah mengecil, malah semakin besar.

"Alhamdulillah sudah mendapatkan bantuan makanan tiga kali sehari. Baju, obat-obatan, baru hari ini. Harapannya kita masih boleh tinggal di sini, soalnya suami dan anak cari makan sekitar sini," ujar perempuan asal Tegal itu.

Sehari-hari Farida mengandalkan suaminya yang bererja sebagai satpam ruko di daerah Jembatan Tiga. Farida pun ikut mencari nafkah dengan berjualan gorengan serta kopi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jangan disuruh kami pindah ke rusun atau rumah kontrakan. Kalau duitnya ada, kita pasti juga tak akan mau tinggal di kolong tol. Kalau disuruh pulang kampung juga enggak ada lagi lahan sawah dan kebun, sudah dijadikan perumahan semua," ungkap Farida yang mengaku tinggal di lokasi itu selama 25 tahun.

Pengakuan serupa disampaikan Minggu (23). Warga Serang yang memiliki rumah di kolong tol itu bersama ibu dan lima saudara, serta 10 keponakan terlihat lahap menyantap nasi dari donatur. Dia juga langsung mengambil seragam sekolah dasar yang dibagikan.

"Apinya cepat banget. Cuma gerobak satu buah yang berhasil saya amankan. Belum dikasih tahu mau dikemanakan kita sama Pemprov DKI. Yang pasti kalau kita nanti dipindah ke rusun, enggak akan bisa bayar, soalnya pekerjaan kita enggak menentu, cuma tukang cari barang bekas," kata Minggu.

Warga memilih bertahan dan tinggal di kolong tol.

Warga lainnya, Novi (33), juga menolak pindah dari lokasi kebakaran itu. Dia mengaku keberatan untuk mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah apabila kelak dipindah ke rumah susun. Berdasarkan cerita temannya yang tinggal di Rusunawa Marunda, setiap bulan harus mengeluarkan biaya Rp 800.000. Temannya adalah korban penggusuran Waduk Pluit Jakarta Utara.

"Dipindahkan ke rusun, paling gratis tiga bulan, setelahnya bayar Rp 800 ribuan, sudah sama listrik, air, keamanan, kebersihan, dan iuran rusun. Kita penghasilannya paling Rp 25 ribuan. Pengennya kolong tol dibuat rapi, dibikin lapangan.
Kalau kita, meski istilahnya numpang tinggal, tetapi ya tetap harus jaga kebersihan," tambah Novi.

Pemasangan dan pembayaran listrik di kolong tol, lanjutnya, dilakukan warga dengan urunan. Setiap rumah dikenai biaya antara Rp 20.000 sampai Rp 50.000 tergantung pemakaian.

Berdasarkan pemantauan Beritasatu.com, warga masih mengais barang-barang yang mungkin bisa dijual atau digunakan kembali di areal rumah yang terbakar, meski sudah dipasang garis polisi.

Informasi dari pihak Kepolisian, sejumlah petugas dari operator jalan tol dan kontraktor sejak Sabtu (30/3/2019) tengah malam hingga Senin (1/4/2019) dini hari tadi telah memasang balok coran dengan panjang sekitar 10 meter untuk menyangga kedua sisi jalan tol.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Operasional Komersil MRT, Warga Terlihat Antusias

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, mulai beroperasi secara komersil atau berbayar, pada Senin (1/4/2019) hari ini.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Tarif MRT Didiskon Hingga 50%, Ini Kata Anies

Anies Baswedan berjanji ketika seluruh rangkaian beroperasi dengan penuh, maka tarif akan diberlakukan normal.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Warga dan Anies Baswedan Mulai Gunakan MRT untuk Beraktivitas

Anies Baswedan turut menggunakan MRT untuk ke Balai Kota

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Petugas Tutup Tanggul Jebol di Perumahan CKP Bekasi

Penanganan pagi ini sifatnya darurat.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Gubernur Anies Ingin Ada Integrasi Transportasi Publik di Stasiun MRT ASEAN

Ke depan, semua perencanaan transportasi harus bisa memenuhi persyaratan terintegrasi.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

TNI Kerahkan 3 KRI Jaga TPS Terapung di Jakarta

Apel pengamanan pemilu legislatif dan presiden adalah untuk mengecek secara langsung dan memastikan setiap personel jajaran Koarmada I.

NASIONAL | 1 April 2019

Kolong Tol Akan Dijadikan Ruang Publik

Pihaknya akan mencarikan solusi terbaik terkait penggunaan kolong tol dengan mengumpulkan jajaran pengelola tol yang beroperasi di Jakarta Utara.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Naik MRT Komersial Hari Pertama, Anies: Nyaman dan Terhindar Macet

Anies Baswedan melihat banyak warga yang menggunakan MRT menuju tempat kerjanya.

MEGAPOLITAN | 1 April 2019

Tarif MRT Diskon 50% Sepanjang April

Pemberian diskon bertujuan mendorong lebih banyak masyarakat yang menggunakan MRT Jakarta.

MEGAPOLITAN | 31 Maret 2019

Mulai 1 April, Tarif MRT Jakarta Diskon 50 Persen

Tarif komersial MRT Jakarta akan dipotong 50 persen selama satu bulan.

MEGAPOLITAN | 31 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS