Belum Lama Bebas, John Kei Terancam Hukuman Mati
INDEX

BISNIS-27 506.098 (1.39)   |   COMPOSITE 5701.03 (13.2)   |   DBX 1035.29 (5.15)   |   I-GRADE 166.318 (1.06)   |   IDX30 494.279 (3.03)   |   IDX80 129.716 (0.53)   |   IDXBUMN20 362.653 (5.07)   |   IDXG30 134.441 (-0.01)   |   IDXHIDIV20 440.988 (4.01)   |   IDXQ30 143.821 (1.19)   |   IDXSMC-COM 242.747 (0.52)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-0.75)   |   IDXV30 122.829 (2.2)   |   INFOBANK15 978.195 (8.41)   |   Investor33 426.909 (0.57)   |   ISSI 166.986 (-0.13)   |   JII 611.564 (-1.71)   |   JII70 209.726 (-0.38)   |   KOMPAS100 1161.89 (1.98)   |   LQ45 907.882 (4.41)   |   MBX 1586.58 (3.07)   |   MNC36 318.65 (0.67)   |   PEFINDO25 310.515 (1.67)   |   SMInfra18 285.156 (4.12)   |   SRI-KEHATI 364.469 (1.43)   |  

Belum Lama Bebas, John Kei Terancam Hukuman Mati

Senin, 22 Juni 2020 | 19:58 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / AB

Jakarta, Beritasatu.com - John Refra Kei alias John Kei kembali masuk hotel prodeo setelah diduga mengotaki kasus penyerangan terhadap kerabatnya Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. John Kei diduga menjadi otak penganiayaan yang menyebabkan korban Yustus Corwing Rahakbau (YCR) meninggal dunia dan Erwin alias Angky mengalami luka berat akibat bacokan senjata tajam di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (21/6/2020).

John Kei keluar dari lembaga pemasyarakatan di Nusakambangan sekitar tujuh bulan lalu setelah menerima pembebasan bersyarat. Dia dijebloskan ke penjara terkait kasus pembunuhan terhadap pengusaha Tan Harry Tantono. Ketika itu, John Kei divonis 16 tahun penjara. Dengan kasus tersebut, John terancam hukuman mati.

"Perlu diketahui Saudara John Kei baru mendapatkan pembebasan bersyarat tanggal 26 Desember 2019. Ya memang diberikan setelah para napi ini menjalankan dua pertiga (masa hukuman) dan yang bersangkutan berkelakuan baik," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Ini Sepak Terjang John Kei Bersama Amkei di Bekasi

Nana menyampaikan tim gabungan Polres Metro Kota Tangerang dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, kembali menangkap John Kei bersama 29 anak buahnya di Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi. Mereka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja dan berencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain dan/atau dengan terangan-terangan secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang, dan/atau turut campur dalam perkumpulan yang bermaksud melakukan kejahatan atau dalam perserikatan lain yang dilarang oleh undang-undang.

"Di sini memang ada pasal pemufakatan jahat, kami dapatkan dari hasil kita membuka handphone pelaku ini, di mana didapatkan ada perintah dari John Kei ke anggotanya, indikator dari pemufakatan jahat adalah adanya perencanann pembunuhan terhadap Nus Kei dan Er atau YCR. Kemudian ada juga pembagian tugas atau pembagian peran mereka," ungkapnya.

Nana menegaskan, John Kei dan kawan-kawan dijerat pasal berlapis atas tindakan brutal yang dilakukan. "Pasal 88 terkait pemufakatan jahat, Pasal 340 pembunuhan berencana, Pasal 351 penganiayaan, Pasal 170 tentang perusakan dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata," katanya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat mengatakan ancaman hukuman maksimal bagi John Kei dan kawan-kawan adalah hukuman mati.

"Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," tegasnya.

Tubagus menuturkan, para pelaku memiliki peran masing-masing, baik dalam kasus penyerangan di Green Lake dan penganiayaan di Duri Kosambi. "Ada juga pemufakatan jahatnya ketika menyusun perencanaan, ada yang saat kejadian itu dia menjaga, ada yang bertugas mencari-cari temannya, atau yang mencari sasaran berikutnya," katanya.

Menyoal apa peran dari John Kei, Tubagus mengungkapkan sejauh ini dia yang memberi perintah dan mengoordinasi. Untuk peran lainnya masih didalami.

"Masih kita dalami, tetapi dalam hal memerintahkan dan mengoordinasi, dia terlibat. Dia ikut dalam perencanaan. Kalau di dalam undang-undang, kalau kegiatan itu bersama-sama kan namanya penyertaan. Penyertaan itu kan ada macam-macam ada intelektual, ada yang menyuruh melakukan, ada yang ikut membantu melakukan, ada yang turut serta melakukan. Yang jelas kita semua tahu kalau statusnya John Kei kan big bos. Itu kita sudah bisa menduga," tegasnya.

Nama John Kei tak asing lagi di dunia kriminalitas Indonesia. Pria bertubuh tegap itu kerap berurusan dengan polisi lantaran melakukan kejahatan.

Berdasarkan catatan Beritasatu.com, kasus paling menonjol yang melibatkan John Kei adalah kasus pembunuhan seorang pengusaha Tan Harry Tantono alias Ayung. Bos peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia itu ditemukan tewas mengenaskan akibat luka tusuk di pinggang, perut dan leher di kamar Swiss-Bellhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, 26 Januari 2012.

Tak lama dari penemuan jenazah Ayung, tiga orang tersangka menyerahkan diri atas nama Tuce Kei, Ancola Kei, dan Candra Kei. Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan membekuk Dani Res serta Kupra.

Selanjutnya, berdasarkan rekaman CCTV di hotel, polisi mengungkap dan menciduk pimpinan kelompok atau dalang pembunuhan itu, yakni John Kei, di kamar 501 Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur pada Jumat 17 Februari 2012.

Polisi pun terus melakukan pengembangan. Alhasil, dua tersangka lainnya Josef Hunga dan Muklis ikut ditangkap.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Terjerat Pinjaman Online, Pria di Depok Gantung Diri

AK ditemukan tewas menggantung di kediamannya di Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat diduga karena terjerat pinjaman online.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Baswedan Sebut Opini WTP Bukan Tujuan Akhir

Provinsi DKI Jakarta kembali meraih prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Pasca-Penyerangan Kelompok John Kei, Kompleks Green Lake City Dijaga Polisi

Puluhan polisi bersenjata lengkap menjaga akses gerbang masuk perumahan Green Lake City, Cipondoh, pasca-penyerangan kelompok John Kei.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

PPDB SD di Depok Dimulai Hari Ini

PPDB Depok dilakukan secara online di situs depok.siap-ppdb.com dengan mendaftar melalui nomor link di satuan pendidikan masing-masing.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Pandemi, Anies Sebut Warga yang Bersepeda Naik 10 Kali Lipat

Tempat usaha, perkantoran atau fasilitas publik harus menyediakan lahan pakir untuk sepeda seluas 10 persen dari area parkir.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Terpengaruh Pandemi Covid-19, Pemulung di Jakut Belum Dapatkan Bansos

Para pemulung di Jakut belum mendapatkan bantuan sosial (Bansos) baik dari pemerintah pusat atau dari pemerintah provinsi DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

DKI Segera Evaluasi Kegiatan Car Free Day

Pemprov DKI Jakarta akan mengevaluasi pelaksanaan car free day yang kembali dilaksanakan Minggu (21/6/2020) lalu.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Ini Sepak Terjang John Kei Bersama Amkei di Bekasi

John Kei mengklaim anggota Amkei telah mencapai belasan ribu orang.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Akui Pengendalian Covid-19 di Pasar Tradisional Kompleks

Pengendalian Covid-19 di pasar tradisional di Jakarta merupakan hal yang paling kompleks.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020

Anies Sebut Covid-19 di Jakarta Masih Terkendali

Menurut Anies, Covid-19 yang terkendali ini tidak terlepas dari kedisiplinan warga dalam menjalankan aktivitas sosial-ekonominya.

MEGAPOLITAN | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS