Orang Tua Murid Keluhkan Kelas Bilingual SMPN 3 Tangsel
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Orang Tua Murid Keluhkan Kelas Bilingual SMPN 3 Tangsel

Selasa, 30 Juni 2020 | 23:29 WIB
Oleh : Chairul Fikri / AB

Tangerang Selatan, Beritasatu.com – Sejumlah orang tua murid mengeluhkan keberadaan kelas bilingual di SMPN 3 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Kehadiran kelas bilingual telah membuat sebagian guru menyampingkan kelas reguler.

Beberapa orang tua siswa kepada Beritasatu.com, Selasa (30/6/2020), menyatakan ketika proses belajar mengajar berlangsung secara tatap muka sebelum pandemi Covid-19, sering kali terjadi kelas kosong. Guru yang bertugas mengajar di kelas reguler lebih memilih mendampingi siswa di kelas bilingual. Pasalnya, guru yang mengajar atau mendampingi siswa di kelas bilingual mendapat insentif yang diperoleh dari biaya pendaftaran dan uang sekolah yang dibayar siswa setiap bulan.

Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, seorang siswa yang ingin masuk ke kelas bilingual harus membayar antara Rp 5 juta sampai Rp 17 juta. Kemudian, uang sekolah yang harus dibayar setiap bulan mencapai Rp 500.000. Kelas bilingual di SMPN 3 Tangsel telah ada sejak 2009. Setiap tahun, sekolah ini membuka 9-10 kelas, termasuk satu kelas bilingual. Jumlah siswa setiap kelas maksimal 36 orang.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 3 Tangsel, Maryono, mengakui adanya kelas pengayaan (kelas bilingual) di sekolah yang dipimpinnya. Penyelenggaraan kelas pengayaan telah mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

"Kelas pengayaan program bilingual sesuai dengan pendidikan khusus layanan khusus (PKLK). Izinnya melalui Dinas Pendidikan di provinsi, bukan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan,” katanya ketika dihubungi melalui telepon.

Siswa yang diterima di kelas pengayaan tetap melewati proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) sesuai ketentuan pemerintah. Setelah itu, siswa ditawari dan diseleksi untuk bisa masuk kelas pengayaan.

“Uang pangkalnya (masuk program tersebut, Red), enggak sama. Ada yang Rp 2 juta, ada juga yang nol. Kita tidak pernah mematok harga. Program ini sudah lama dan legal," katanya.

Maryono tak menampik bahwa kelas pengayaan dilengkapi fasilitas pendingin udara dan televisi, karena siswa membayar uang pangkal dan uang bulanan.

“Gurunya mengajar di sana kita seleksi dan didik. Mereka sudah menguasai dua bahasa. Metodenya sama dengan kelas reguler, tetapi diperkaya dengan pendidikan bahasa yang lebih bagus. Ijazahnya sama dengan kelas reguler, tetapi ada sertifikat kemampuan berbahasa," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Raih WTP, Wali Kota Bekasi dan Jajaran Gunduli Kepala

Pemkot Bekasi meraih opini WTP tahun anggaran 2019 yang kelima kalinya secara berturut-turut dari Badan Pengelola Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Mendesak, Regulasi Keamanan dan Keselamatan Sepeda

Regulasi keamanan dan keselamatan sepeda mendesak untuk dibuat pada saat ini.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Sebulan Terakhir, Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Terus Melandai

Grafik penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bekasi dalam sebulan terakhir ini, menunjukkan garis melandai.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Anies Selambatnya Putuskan PSBB Transisi 2 Juli Mendatang

Anies Baswedan akan mengumumkan kelanjutan PSBB transisi selambat-lambatnya pada 2 Juli mendatang.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Disdik DKI Akan Buka Kembali PPDB Bagi Siswa Satu RW dengan Sekolah

Bagi calon peserta didik yang saat ini berada dalam satu rukun warga (RW) dengan sekolah tujuan, Disdik DKI Jakarta kembali membuka jalur zonasi untuk bina RW.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Kembangkan E-Order Bantu UKM di Masa Pandemi, Wagub Apresiasi Bank DKI

E-order merupakan sebuah marketplace yang akan menyambungkan para pelaku UKM dengan Pemerintah Provinsi.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

DKI Tutup Pasar Per Zona Jika Pedagang Positif Covid-19

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan pihaknya akan menutup pasar per zona jika pedagang terkonfirmasi positif Covid-19.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Pemkot Bekasi Raih Opini WTP Kelima Kalinya

Kota Bekasi menjadi satu dari empat kota/kabupaten yang meraih penilaian opini WTP atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2019 di Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Tes Cepat Covid-19, PPSU Abaikan Jarak Aman

Antrean panjang terjadi karena proses pelaksanaan tes cepat ada beberapa alur tahapan.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020

Telur Bantuan Sosial Membusuk, Ini Penjelasan Kantor Pos Depok

Telur sebanyak 300 kilogram tersebut tidak berhasil diantarkan ke penerima sehingga diputuskan untuk dimusnahkan setelah berada di dalam gudang selama seminggu.

MEGAPOLITAN | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS