Ini Kronologi Pembunuhan Babinsa oleh Oknum TNI AL
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Ini Kronologi Pembunuhan Babinsa oleh Oknum TNI AL

Kamis, 2 Juli 2020 | 12:53 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen TNI Eddy Rate Muis menjelaskan kronologi kasus pembunuhan seorang Babinsa Pekojan Kodim 0503/JB dengan inisial Sersan ASP pada Senin (22/6/2020) sekitar pukul 01.50 WIB di Hotel Mercure, Tambora Jakarta Barat.

"Awal kejadian pada 22 Juni yang lalu sekitar pukul 01.50 WIB telah terjadi tindakan pidana penganiayaan serta perusakan yang dilakukan Letnan Dua RW (TNI AL) yang memakan korban jiwa, yakni Sersan ASP (TNI AD)," ujar Eddy Rate di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Kasus tersebut berawal saat tersangka datang ke Hotel Mercure dalam kondisi setengah mabuk setelah mengonsumsi minuman keras. Tersangka datang ke hotel itu karena ingin bertemu rekan perempuan yang dikenalnya lewat media sosial untuk pertama kali.

Saat ingin masuk ke hotel, dia dihalangi petugas. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, tersangka melakukan perusakan dan penembakan dua kali. "Pintu hotel itu terkunci. Dia menembak dua kali ke gagang pintu dan ke atas, kemudian masuk melalui pintu belakang," kata Eddy Rate.

Petugas hotel kemudian menelpon petugas dari Polsek dan Koramil. Salah petugas, yakni Sersan ASP Babinsa menemui tersangka di lantai satu hotel. Tersangka lalu ditegur petugas, tetapi tidak terima. Tersangka kemudian mengejar korban dengan badik dan menusuknya dari belakang. Korban yang masih sempat berlari akhirnya jatuh, lalu ditusuk lagi hingga meninggal.

"Kami sudah memeriksa 20 saksi, terdiri dari 17 orang sipil, 2 orang militer, dan 1 polisi. Kemudian Pomal sudah mengumpulkan barang bukti, mulai dari senjata api, proyektil, badik, pakaian korban, dan properti hotel yang dirusak tersangka, serta rekaman CCTV hotel," tambah Eddy.

Dari kasus tersebut, ada dua oknum TNI AD, yakni Sertu A dan Koptu S, yang telah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka meminjamkan senjata api kepada tersangka.

"Tersangka Letnan RW sudah terbukti dan sudah mengakui perbuatannya. Tersangka melakukan pembunuhan dengan sajam, penyalahgunaan senjata api, dan merusak fasilitas umum. Letnan Dua RW sudah beberapa kali melakukan pelanggaran dan beberapa kali menjalani proses peradilan," ungkap Eddy.

Letnan Dua RW dijerat pasal pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara, pasal perusakan, serta penyalahgunaan senjata api dengan ancaman 20 tahun penjara.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menhub Usulkan Syarat Bepergian dengan SIKM Dihapus

SIKM tidak menyeluruh diwajibkan kepada penumpang angkutan umum

NASIONAL | 2 Juli 2020

Pemkot Jakbar Temukan Warga yang Baru Tahu Larangan Kantong Plastik

Sekitar 700 mini market, pasar, atau supermarket ada di Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 2 Juli 2020

Kantong Plastik Sekali Pakai Dilarang, Anies Harap Jakarta Semakin Bersih

Mulai 1 Juli, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi melarang penggunaan kantong belanja sekali pakai di seluruh wilayah Jakarta.

MEGAPOLITAN | 2 Juli 2020

Penularan Covid-19 Depok Lebih Tinggi dari Bogor dan Bekasi

Angka reproduksi atau penularan Covid-19 di Kota Bogor terendah dengan indeks 0,33 dan Kota Depok 1,17 atau tertinggi di Bodebek.

MEGAPOLITAN | 2 Juli 2020

Kuantitas Kecelakaan Meningkat, Fatalitas Menurun

Sambodo Purnomo mengatakan, angka kecelakaan naik secara kuantitas, namun tingkat fatalitas akibat kecelakaan itu menurun.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020

Ini Alasan Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi 14 Hari

Alasan utama PSBB transisi diperpanjang, kata Anies, adalah keselamatan masyarakat karena wabah Covid-19 masih ada, meskipun bisa dikendalikan.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020

Anies Baswedan: Incident Rate Covid-19 Selama Masa Transisi Terkendali

Anies Baswedan memaparkan hasil pantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bahwa "incident rate" Covid-19 di Jakarta selama masa terkendali.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020

Lagi, Kasus Covid-19 Berasal dari Klaster Kawasan Industri Bekasi

Sebanyak 17 kasus baru ditemukan yang penyebarannya terjadi di dalam pabrik kawasan industri Kabupaten Bekasi.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020

Bizcom Indonesia Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan di Jakarta

Program Jumat Berkah dan Berbagi diharapkan dapat menjadi langkah pemberdayaan dalam peningkatan kesejahteraan anak-anak panti asuhan.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020

Anies: Rasio Tes Covid-19 di DKI Lampaui Standar WHO

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan tes PCR sebanyak 14.258 per 1 juta penduduk.

MEGAPOLITAN | 1 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS