Larangan Dine In, Omzet Restoran Melorot
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

PSBB Jakarta

Larangan Dine In, Omzet Restoran Melorot

Jumat, 25 September 2020 | 19:00 WIB
Oleh : Irawati D Astuti / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Penerapan kembali kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta membuat sejumlah pihak mengeluh, terutama pengusaha mal dan restoran. Pasalnya, Pemprov DKI melarang restoran untuk melayani pengunjung yang ingin makan di tempat (dine in). Restoran hanya diperbolehkan melayani pembelian untuk dibawa pulang (take away) atau jasa layanan antar (delivery).

Menurut pemilik restoran Korea Samwon House, Albert Sentosa, kebijakan ini menyebabkan omzetnya melorot drastis. “Waktu masa transisi kemarin, omzet kami turun 40% dibandingkan kondisi normal. Sekarang saat kembali ke PSBB, omzet kami turun lagi hingga 70% dibandingkan kondisi normal,” tutur Albert kepada SP, Jumat (25/9/2020).

Situasi seperti ini, lanjut Albert, tentunya sangat memukul dirinya sebagai pemilik bisnis restoran. Apalagi, sebagian besar jaringan restoran Samwon House yang ia miliki berada di dalam pusat perbelanjaan.

Menurut Albert, beberapa manajemen mal memang memberikan keringanan biaya sewa sebesar 50%. “Namun, kami tetap dikenakan service charge dengan biaya penuh. Ini tentunya angka yang besar, ya. Jika dihitung, total keringanan yang kami dapatkan untuk biaya sewa hanya sekitar 30%. Sementara, omzet kami turun hingga 70%,” ujarnya.

Untuk mengatasi minimnya omzet, Albert mengaku harus pandai-pandai mengatur keuangan. Ia pun menetapkan kerja bergantian dalam shift kepada karyawan restorannya. Dengan begitu, bisnis masih bisa berjalan, karyawan pun masih tetap digaji meski tidak penuh.

Kemudian, karena Samwon House memiliki pelanggan setia, bisnisnya masih bisa terselamatkan dengan layanan jasa antar. Selain itu, ia juga melakukan diversifikasi usaha dengan membuka Samwon Shop, bisnis e-commerce yang menjual berbagai makanan dan minuman Korea.

“Kalau enggak ada e-commerce, mungkin restoran saya sudah gulung tikar,” kata Albert.

Ia mengaku heran dengan larangan dine in yang diterbitkan pemerintah. Sebab, dari banyak pemberitaan disebutkan bahwa melonjaknya kasus Covid-19 rata-rata terjadi di klaster perkantoran, bukan di klaster mal.

“Nah, kenapa justru mal dan restoran yang dikembalikan ke masa PSBB? Menurut saya ini kurang tepat,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah mau melakukan analisis lebih mendalam lagi mengenai kebijakan terkait PSBB. Pemerintah diminta tidak hanya mengambil jalur pintas tanpa memikirkan dampak ke depan.

“Saya berharap Indonesia jangan ketinggalan dengan negara-negara lain yang mulai bangkit bisnisnya dan memasuki new normal. Pemerintah juga jangan ambil shortcut dengan terapkan PSBB. Harusnya analisis dulu dan benahi pangkal masalahnya di mana, baru buat solusi yang tepat. Jangan cuma cari cara paling mudah, tetapi menyusahkan kami yang di bawah,” kata Albert.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masuk Zona Merah, Ini Tingkat Penularan di Kota Bekasi

Angka tingkat penularan atau reproduksi Covid-19 di Kota Bekasi pada saat ini mencapai 1,11.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Pemkab Bekasi Gandeng Hotel Jadikan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Pemkab Bekasi mulai menggandeng hotel yang bersedia dijadikan sebagai ruang isolasi terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan maupun OTG.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Cara Unik Pemkab Bogor Perkenalkan Pariwisata

Pemkab Bogor menggelar lomba video kreatif dan menyanyi yang diikuti 298 peserta, terdiri dari 203 video kreatif dan 95 video menyanyi.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Reka Ulang Kasus Klinik Aborsi, 63 Adegan Digelar

10 tersangka memperagakan 63 adegan mulai dari perencanaan, pelaksanaan aborsi hingga penghilangan barang bukti janin.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

DKI Terus Tambah Sarana dan Prasarana Penanganan Covid-19

Pemprov DKI juga sudah membuka kembali dan merekrut tenaga medis untuk membantu penanganan pasien Covid-19.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Wagub DKI: Isolasi Terpusat Tekan Penyebaran Covid-19

Fasilitas isolasi terpusat akan mengurangi atau meniadakan isolasi mandiri.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Selama PSBB Jakarta, 208 Kantor dan Tempat Usaha Ditutup

Sebanyak Rp 4,6 miliar dana yang dikumpulkan dari denda masyarakat yang tidak pakai masker.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Polisi Bekuk Tersangka Pelecehan Rapid Test

Tersangka EF sudah diamankan pagi ini di daerah Balige, Toba, Samosir, Sumatera Utara.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Perda Penanggulangan Covid-19 Sangat Diperlukan

Menurut Prasetio, perlu aturan dan implementasi yang kuat dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Pasien Isolasi Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 154 Orang

Jumlah pasien di Tower 4 dan 5 saat ini sebanyak 1.954 orang atau berkurang 154 orang dibandingkan hari sebelumnya 2.108 orang.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS