Jokowi Sebut 4 Strategi Wujudkan Peta Jalan Pendidikan Nasional
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Jokowi Sebut 4 Strategi Wujudkan Peta Jalan Pendidikan Nasional

Kamis, 4 Juni 2020 | 15:17 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / AB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju yang membahas tentang peta jalan pendidikan tahun 2020-2035. Jokowi menyebutkan empat hal yang harus dilakukan agar peta jalan pendidikan nasional akan mengerucut pada perubahan besar yang kini sedang terjadi diberbagai belahan dunia.

“Karena kita harus mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia ini, mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor, baik penerapan otomatisasi, artificial intelligent, big data, internet of things, dan lain-lain,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Presiden Jokowi mengatakan untuk dapat mengantisipasi perubahan besar yang kini terjadi, pemerintah juga harus mengantisipasi perubahan demografi, profil sosio ekonomi dari populasi, termasuk pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, perubahan lingkungan hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi Covid-19 yang dialami saat ini. Misalnya, pembelajaran jarak jauh, percepatan digitalisasi, maupun less contact of economy.

“Banyak negara di dunia sudah mulai mengadaptasi sistem pendidikan mereka, baik itu pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, menengah, vokasi, dan perguruan tinggi untuk memenuhi perubahan besar yang ada,” kata Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan empat hal yang menjadi perhatian seluruh elemen bangsa. Pertama, karena cara bekerja pada masa depan akan jauh lebih berbeda dengan yang kita alami hari ini, maka pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu, tetapi tren masa depan.

“Untuk itu, saya minta dilakukan benchmarking pada negara-negara yang telah berhasil melakukan adaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan, seperti Australia untuk pendidikan anak usia dini, Finlandia untuk pendidikan dasar dan menengah, di Jerman untuk pendidikan vokasi, dan di Korea untuk perguruan tinggi,” katanya.

Kedua, kata Presiden Jokowi, SDM unggul yang ingin dibangun adalah SDM yang berkarakter, berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai Indonesia dan Pancasila. “Pendidikan karakter tidak boleh dilupakan karena ini merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan mental dan karakter bangsa,” ujarnya.

Ketiga, ada target-target yang terukur, berapa target angka partisipasi untuk pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi. “Saya kira ini kita buat targetnya yang tinggi saja biar kita optimistis, biar kita semangat,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut diungkapkan, pemerintah juga akan menetapkan target untuk hasil belajar berkualitas, baik untuk perbaikan kualitas guru, perbaikan kualitas kurikulum maupun infrastruktur sekolah dan bagaimana mewujudkan distribusi pendidikan yang inklusif dan juga merata.

Keempat,Jokowi mengingatkan bahwa kemampuan melakukan reformasi pendidikan tidak hanya ditentukan satu kementerian, yakni Kemdikbud, juga harus mendapat dukungan komunitas pendidikan, kementerian dan lembaga, masyarakat, pemerintah daerah, dan juga kemitraan dengan swasta.

“Karena reformasi pendidikan bukan hanya penyesuaian kurikulum, pedagogi dan metode penilaian tapi juga menyangkut perbaikan infrasktruktur, penyediaan akses teknologi dan juga yang berkaitan dengan dukungan pendanaan,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dibebaskan, YouTuber Ferdian Paleka Janji Buat Konten yang Positif

YouTuber Ferdian Paleka berjanji bakal membuat konten lebih positif melalui akun YouTube-nya setelah dibebaskan polisi, Kamis (4/6/2020).

NASIONAL | 4 Juni 2020

Belum Ada Kepala Daerah di Jabar yang Ajukan Pencabutan PSBB

kajian epidemiologis penularan virus corona di Jabar memperlihatkan, Rt atau angka reproduksi kasus mencapai 0,67.

NASIONAL | 3 Juni 2020

BNN Beberkan Dampak Buruk Legalisasi Ganja

BNN mengingatkan adanya dampak buruk terkait adanya wacana atau opini legalisasi ganja yang belakangan ini terus bermunculan.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Kasus Covid-19 Menurun, RS Rujukan di DIY Tetap Siaga

Menurut Berty RS rujukan tetap disiagakan, meski jumlah pasien positif di DIY makin menurun, sebab DIY masih terus melakukan rapid diagnostic test.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Bulog Salurkan Bansos Tahap II untuk 1,85 Juta Keluarga di Jabodetabek

Penyaluran bansos Presiden tersebut dilakukan bersama dengan Kementerian Sosial.

NASIONAL | 3 Juni 2020

Pasar Tradisional di Jateng Jadi Klaster Penularan Covid-19

Selain penutupan operasional sementara, pelibatan petugas Linmas dan Satpol PP mendesak, untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Disiplin Ikuti Protokol Kesehatan, Kunci Penyelesaian Covid-19

Protokol kesehatan sesuai anjuran kementerian kesehatan ini bisa dengan cepat menyelesaikan pandemi jika dilaksanakan.

NASIONAL | 4 Juni 2020

KPK Kembali Periksa 12 Mantan Anggota DPRD Sumut

Pemeriksaan ini terkait dugaan suap oleh Gatot Pujo Nugroho saat menjabat Gubernur Sumut, yang melibatkan banyak pihak.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Sambut Normal Baru, Mafhud MD Berkunjung ke Anambas

Mahfurd MD ditemani Mendagri Tito Karnavian terbang menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dari bandara Halim Perdanakusuma meninjau Kepulauan Anambas.

NASIONAL | 4 Juni 2020

KAI Tolak 1.309 Calon Penumpang

Sejak pemberlakuan surat izin keluar masuk (SIKM) belum ada penumpang yang diberangkatkan maupun tiba di Terminal Pulo Gebang.

NASIONAL | 4 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS