Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Pilihan di Era Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pembelajaran Jarak Jauh Jadi Pilihan di Era Pandemi Covid-19

Sabtu, 6 Juni 2020 | 08:11 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menetapkan tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada pertengahan Juli 2020. Namun, pelaksanaan tahun ajaran baru tidak sama dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Selama masa pandemi Covid-19, pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan utama. Pembukaan kembali sekolah, terutama di wilayah zona hijau, akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan tetap mengikuti protokol kesehatan di bidang pendidikan yang akan dibahas pekan depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemdikbud Evy Mulyani dalam diskusi “Zoom with Primus” yang disiarkan langsung Beritasatu News Channel, Jumat (5/6/2020). Diskusi bertema “Siapkah Sekolah Dibuka?” juga menghadirkan tiga narasumber lain, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan (Kemkes), dokter Erna Mulati, dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

“Sering kali kita masih temukan kerancuan terkait dengan hal ini. Tahun ajaran baru masih disamakan dengan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah atau sekolah dibuka,” katanya.

Tahun ajaran baru yang dimaksud adalah dimulainya tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti pembukaan sekolah dilakukan secara otomatis, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Sampai saat ini, Kemdikbud belum mengeluarkan keputusan mengenai pembukaan kembali sekolah demi menjaga keamanan dan keselamatan siswa, guru, dan orang tua. Untuk itu, pembelajaran jarak jauh tetap menjadi pilihan selama masa pandemi Covid-19.

Pembukaan kembali sekolah, khususnya di wilayah zona hijau, akan dibahas Kemdikbud bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sedangkan protokol kesehatan di bidang pendidikan akan dibahas bersama Kemkes.

“Sekolah yang berada di zona hijau tidak serta merta bisa dibuka secara otomatis, tetapi melalui prosedur izin dan syarat yang ketat. Misalnya, sebuah sekolah berada di zona hijau, tetapi berdasarkan penilaian keseluruhan prosedur dan syarat, ternyata tidak layak untuk dibuka kembali, tentu harus tetap menjalankan pendidikan jarak jauh,” katanya.

Pembelajaran jarak jauh saat ini berbasis internet, menggunakan media televisi dan radio, serta berbagai modul yang bisa dipelajari secara mandiri. Model pembelajaran jarak jauh memerlukan kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua. Aktivitas dan tugas pembelajaran bisa dilakukan bervariasi disesuaikan dengan minat siswa, serta akses atau fasilitas belajar di rumah.

Meski sampai saat ini masih ditemui sejumlah kendala dalam pembelajaran jarak jauh, ada hal positif yang muncul, yakni tumbuhnya kolaborasi orang tua dengan guru. “Pada masa pandemi Covid-19 ini, orang tua mulai melihat dan memahami bahwa tidak mudah menjadi seorang guru. Pada masa pandemi ini dibutuhkan keterlibatan langsung orang tua dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Transformasi Pendidikan
Unifah Rosyidi memberi apresiasi kepada Kemdikbud karena terus memperbaiki kebijakan di bidang pendidikan selama pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menetapkan tahun ajaran baru pada Juli mendatang dengan tetap menerapkan kebijakan belajar dari rumah. “Kebijakan pemerintah ini selaras dengan PGRI yang sejak awal mendukung kegiatan belajar dari rumah,” katanya.

Pelaksanaan pendidikan selama masa pandemi Covid-19 seharusnya menjadi momentum untuk melakukan transformasi pendidikan. Bagi guru, situasi saat ini hendaknya menjadi kesempatan untuk melakukan transformasi pendidikan melalui kebiasaan-kebiasaan baru dalam pendidikan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Transformasi pendidikan harus dielaborasi oleh Kemdikbud dan pemerintah daerah terhadap dua hal, yakni tata kelola pendidikan dan transformasi dalam pembelajaran.

“Bagaimana guru disiapkan untuk tidak menekankan pada konten, tetapi pada proses. PGRI telah menyiapkan usulan semacam kurikulum sekolah era pandemi. Kurikulum ini berbeda dan lebih menekankan pada pembelajaran praktik dan aplikatif yang menekankan pada proses daripada konten. Kurikulum ini mendorong anak-anak lebih senang belajar. Intinya, pembelajaran bersifat kolaboratif. Para guru bertemu dan berkomunikasi untuk merancang pembelajaran bersama, sehingga siswa dan guru sama-sama tidak merasa terbebani,” katanya.

Kemdikbud, lanjut Unifah, harus merancang kurikulum minimum selama masa pembelajaran jarak jauh. “Masih ada waktu untuk merumuskan kurikulum yang aplikatif dan praktis. Standar-standar pendidikan yang begitu ketat diubah menjadi standar pendidikan agar siswa bisa senang belajar, guru juga tidak terbebani dengan tugas-tugas. Ini semua kita sebut transformasi pembelajaran yang merupakan re-modeling pembelajaran,” paparnya.

Senada dengannya, Seto Mulyadi juga memberikan apresiasi kepada Kemdikbud yang mengeluarkan kebijakan bahwa tahun ajaran baru bukan berarti siswa harus masuk sekolah di tengah pandemi Covid-19. Pembukaan kembali sekolah hendaknya disesuaikan dengan tingkat penularan serta kemampuan pemerintah daerah mengelola bidang pendidikan di era kenormalan baru.

Sebelum kembali membuka sekolah, Kemdikbud harus melakukan konsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kemkes, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), serta semua pemangku kepentingan perlindungan anak.

“Yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan hidup dari anak. Jangan sampai anak-anak setelah bertemu teman-temannya justru membuat korban bertambah banyak. Saya kira itu harus diperhitungkan semuanya,” kata Kak Seto, panggilan akrabnya.

Menurutnya, semua kebijakan yang ditetapkan pemerintah hendaknya menghargai hak dari keluarga, seperti orang tua ataupun anak-anak. “Kalau memang masih takut, masih penuh pertimbangan dan sebagainya, sehingga belum juga datang ke sekolah, tetap perlu diapresiasi, meskipun daerahnya berada di zona hijau. Mungkin saja sebuah sekolah berada di zona hijau, tetapi guru atau yang lain dari luar daerah hijau, mungkin akan terjadi penularan,” ucapnya.

Sistem pembelajaran jarak jauh yang berlangsung saat ini, lanjut Kak Seto, hendaknya bisa langsung menyentuh kehidupan anak-anak. Tujuannya untuk memberi anak kesempatan mengembangkan kemampuan beradaptasi, bukan sekadar menghafal materi-materi yang diberikan guru. Anak-anak juga harus dilibatkan untuk berdiskusi. Berbagai ide kreatif dari siswa harus terus digali berdasarkan pengalaman masing-masing, sehingga bisa membuat mereka tetap ceria dan bahagia selama belajar di rumah.

Untuk mendukung pendidikan jarak jauh, Kak Seto menyebutkan modul-modul pembelajaran yang disiapkan pemerintah harus tetap disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya menyangkut standar kompetensi yang harus dicapai dan juga kelulusan. Orang tua juga harus dilibatkan, sehingga ada komunikasi dengan para guru. Hal ini akan membuat anak jauh lebih nyaman belajar di rumah.

Kendati demikian, Kak Seto mengatakan masa pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mengajarkan etika yang bisa langsung dipraktikkan anak di dalam keluarga. Anak-anak bisa langsung mempraktikkan cara menghormati orang tua, saudara, asisten rumah tangga, serta belajar bekerja sama dan membantu orang lain.

“Proses belajar selama masa pandemi ini memang membutuhkan kesiapan mental dari guru, siswa, dan orang tua. Banyak tantangan yang dihadapi selama masa pandemi, tetapi setiap manusia yang dianugerahi daya adaptasi justru dengan kondisi ini digiring untuk melakukan pembelajaran yang baru. Pendidikan tidak semata harus berada di sekolah, tetapi di mana saja. Pendidikan jalur formal, informal, dan nonformal, saling melengkapi dan menggantikan, sehingga saat ini tidak perlu ada kebingungan,” katanya.

Protokol Pembelajaran
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Keluarga Kemkes, Erna Mulati mengatakan dalam menjaga keamanan dan keselamatan anak, guru, dan orang tua dalam proses pembelajaran di sekolah, Kemkes dan Kemdikbud akan membuat protokol kesehatan dalam pelaksanaan pembelajaran di era kenormalan baru. Protokol kesehatan di sekolah saat ini dalam proses penyusunan dan akan dibahas bersama pihak terkait pekan depan. Protokol ini disusun berdasarkan masukan dari berbagai pihak dan perlu dibahas lebih mendalam lagi.

“Protokol kesehatan ini nanti bicara secara detail. Tentunya protokol ini difokuskan pada wilayah zona hijau, tidak terkait dengan zona merah dan zona kuning,” kata Erna.

Fokus protokol kesehatan di sekolah yang berada di wilayah zona hijau, lanjutnya, sesuai dengan arahan menteri kesehatan. Kendati demikian, Erna menegaskan, Kemkes tidak memiliki kewenangan untuk menentukan di wilayah mana saja sekolah boleh kembali dibuka. “Semua tergantung pada keputusan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19. Protokol kesehatan sekolah akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing,” katanya.

Dalam protokol tersebut, antara lain akan diatur ketersediaan fasilitas pencegahan Covid-19 di sekolah. “Artinya, tidak hanya faktor sarana dan prasarana, tetapi juga faktor pendukung lainnya. Di samping itu juga pengaturan terkait jumlah peserta didik hingga melarang siswa jajan di sekolah dan harus membawa bekal dari rumah. Dalam protokol kesehatan juga akan diatur agar tidak semua siswa berada di sekolah dalam waktu yang sama,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapal Penumpang Antarpulau di Tanjungpinang Kembali Beroperasi

Jumlah penumpang diperbolehkan separuh dari kapasitas kapal.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Besarnya Peran Guru dalam Pembentukan SDM Unggul

Dirjen GTK Kemdikbud Iwan Syahril mengatakan guru sebagai calon pemimpin pendidikan berperan penting dalam pembentukan SDM yang unggul.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Luhut Klarifikasi Posisinya Sebagai Dewan Pengarah Penanganan Covid-19

Fokus penanganan Covid-19 dilakukan dengan membangun laboratorium pengujian, rumah sakit rujukan, hingga rumah sakit darurat.

NASIONAL | 6 Juni 2020

Polisi Kawal Kampung Siaga di Tengah Pandemi

Warga dengan kesadarannya menggunakan masker.

NASIONAL | 6 Juni 2020

ICW Serahkan Informasi Terkait Sidang Penyiraman Air Keras

ICW menyerahkan Amicus Curiae atau memberikan informasi terkait persidangan teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK

NASIONAL | 5 Juni 2020

Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Akui Jadi Tersangka KPK

Mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Budi Santoso mengakui telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dugaan korupsi

NASIONAL | 5 Juni 2020

Romo Benny: Pancasila Modal Bangsa Hadapi Pandemi Covid-19

Nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong, harus terus dipupuk dan digalakkan.

NASIONAL | 5 Juni 2020

Korupsi Proyek IPDN, Eks Petinggi PT Hutama Karya Mulai Jalani Hukuman 5 Tahun Penjara

Jaksa Eksekutor KPK mengeksekusi mantan Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya Bambang Mustaqim ke Rutan Klas I Cipinang

NASIONAL | 5 Juni 2020

KPK Periksa Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (DI), Budi Santoso, Jumat (5/6/2020)

NASIONAL | 5 Juni 2020

Coretan di Webinar Wapres, Polri Koordinasi dengan UIN Maliki

Coretan-coretan tidak beraturan berwarna merah dan biru secara bergantian muncul saat rekaman sambutan video Wakil Presiden Ma'ruf Amin ditayangkan.

NASIONAL | 5 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS