Bom Waktu Covid-19 di Sumatera Barat
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Bom Waktu Covid-19 di Sumatera Barat

Selasa, 7 Juli 2020 | 19:26 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / AB

Padang, Beritasatu.com - Rumah sakit di Sumatera Barat (Sumbar) kewalahan menangani pasien Covid-19. Melihat jumlah tes yang sangat minim (baru 0,8% dari populasi Sumbar yang dites), jumlah kasus positif di provinsi ini berpotensi melonjak di masa akan datang.

Berbasis standar infeksi Covid-19 di dunia, sekitar 2% dari masyarakat akan terinfeksi Covid-19. Dengan jumlah penduduk 5,5 juta, sekitar 110.000 warga Sumbar akan terinfeksi. Keterbatasan rumah sakit dengan fasilitas standar Covid-19 akan menjadi bom waktu.

Warga Sumbar yang dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (4/7/2020) hingga Senin (6/7/2020), menyayangkan jumlah rumah sakit yang terbatas dengan minimnya ruang intensive care unit (ICU).

"Saat ini saja rumah sakit di Padang sudah kewalahan, bagaimana kalau nantinya jumlah warga yang positif Covid-19 melonjak," kata seorang pedagang di kawasan bisnis di Padang, Senin (6/7/2020).

Hingga Sabtu (4/7/2020), jumlah warga yang menjalani tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR) baru 45.000 orang, sedangkan jumlah warga yang positif Covid-19 per Senin (6/7/2020) mencapai 775 orang. Dengan jumlah penduduk 5,5 juta, rasio tes terhadap populasi hanya 0,8%.

“Kami yakin, jika tes dilakukan lebih agresif, jumlah pasien positif akan membeludak dan rumah sakit tidak akan menampung,” lanjutnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengakui penanganan pasien Covid-19 selama ini hanya terpusat di RSUP M Djamil Padang, sedangkan pasien Covid-19 datang dari berbagai wilayah di Sumbar. Kondisi ini membuat RSUP M Djamil kewalahan.

Dengan adanya penambahan tiga rumah sakit yang secara total menyediakan 422 tempat tidur khusus Covid-19, kondisi Sumbar masih jauh dari ketersediaan fasilitas yang dibutuhan untuk menangani wabah ini secara efektif.

Mengacu pada standar dunia, terkait penyebaran dan penanganan Covid-19, sekitar 7% dari masyarakat yang terinfeksi Covid-19 bakal membutuhkan penanganan rumah sakit. Untuk Sumbar, sebanyak 7.700 warga akan membutuhkan tempat tidur khusus Covid-19. Yang jelas, 422 tempat tidur yang tersedia jauh di bawah angka yang dibutuhkan untuk menangani Covid-19 dengan efektif.

Rendahnya kapasitas medis di Sumbar membuka mata warga setempat. Mereka mulai menyadari pentingnya ketersediaan dan penambahan rumah sakit. Salah satu warga setempat sempat menyinggung masalah pada tahun 2013, dimana Padang kehilangan kesempatan untuk memiliki salah satu jaringan rumah sakit nasional yang hari ini berada di garda depan dalam perjuangan melawan wabah Covid-19.

"Lewat siaran televisi kami melihat Siloam sangat aktif melakukan tes dan merawat pasien Covid-19 dengan tingkat kematian sangat rendah," ungkap seorang dosen di Padang.

Sejumlah warga di Padang yang ditemui Beritasatu.com menyatakan mereka menyesalkan sikap pemerintah setempat yang tidak mengawal investasi dari Ismail Ning, pengusaha putra Padang pada 2013.

Menurut rencana, investasi Ismail di Padang sekitar Rp 1,4 triliun. Investasi ini mencakup RS Siloam. "Pembangunan RS Siloam sudah sampai tahap ground breaking. Andaikan pembangunan terus berjalan, Siloam sudah menjadi berkah bagi masyarakat Sumatera Barat," ungkap seorang mantan pejabat Pemprov Sumbar.

Warga Membutuhkan
Tokoh Sumatera Barat, Irman Gusman yang dihubungi Sabtu (4/7/2020) mengimbau pihak swasta untuk membangun rumah sakit di Padang. Karena rumah sakit yang ada saat ini kewalahan menangani pasien Covid-19. Lebih dari itu, kehadiran rumah sakit bertaraf internasional bakal meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Sumbar.

Padang merupakan pusat ekonomi dan pintu gerbang bagi wilayah-wilayah Sumatera bagian barat, seperti Bengkulu, Padang Sidempuan, Kerinci, hingga Provinsi Sumatera Utara bagian selatan. Masyarakat di wilayah tersebut membutuhkan layanan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai.

“Ada sekitar 15 juta orang di Sumbar dan wilayah sekitar yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Kapasitas rumah sakit yang ada sangat terbatas, sehingga diperlukan tambahan rumah sakit. Kami berharap swasta bisa memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Irman menyatakan saat menjabat ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dirinya mendorong pembangunan superblok di Padang. Dalam superblok itu ada apartemen, pusat perbelanjaan, sekolah, dan juga rumah sakit.

Sayangnya, setelah proses ground breaking, tak ada kelanjutan pembangunannya karena mendapat tentangan sebagian masyarakat. Dia menduga saat itu ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengembuskan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Setelah tujuh tahun berlalu, lanjutnya, pembangunan kawasan tersebut bisa mulai dilakukan. Dia berharap Pemkot Padang bisa memfasilitasi investor untuk membangun kawasan tersebut.

“Menurut saya ini hanya persoalan komunikasi. Pemkot Padang bisa menjembataninya. Apalagi saat ini ada wabah Covid-19, masyarakat Padang dan wilayah sekitar sangat membutuhkan tambahan rumah sakit,” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Legislator Kaltara Sampaikan 5 Saran ke Pemerintah

Penyebaran virus umumnya terjadi saat masyarakat tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan ketika berada di pasar, tempat ibadah, dan angkutan umum.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Ekonomi dan Pertahanan Negara Harus Jalan Beriringan

Menurut Meutya, Indonesia masih jauh dalam pemenuhan kebutuhan pertahanan negara.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Terbukti Terima Suap, Bupati Indramayu Supendi Dihukum 4,5 Tahun Penjara

Supendi terbukti bersalah menerima uang suap Rp 3,9 miliar lebih dari sejumlah pengusaha, termasuk Carsa ES.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Peretas Situs Mahkamah Agung

Menurut pengakuan tersangka aDC telah meretas 1.309 situs, dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kejagung Eksekusi Uang Rp 97 Miliar Kasus TPPI

Uang yang disetorkan ke kas negara tersebut bukan uang pengganti, melainkan hasil keuntungan terpidana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Pimpinan DPR Yakin Sinergi Penegak Hukum Kian Kuat Tuntaskan Kasus Djoko Tjandra

Wakil Ketua DPR menyatakan pihaknya meyakini kasus buronan Djoko Tjandra yang masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi akan membuat sinergi penegak hukum makin kuat.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Pembajak Ribuan Situs

Pelaku juga mengirimkan ransomeware dengan maksud agar pemilik situs mengirimkan uang

NASIONAL | 7 Juli 2020

Jenazah Dibawa Kabur Keluarga di Medan, Positif Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan memastikan, jenazah yang dibawa kabur oleh keluarganya dari RS Pirngadi Medan, positif "corona".

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kunjungi Rutan KPK, Komisi III DPR Klaim Tidak Bertemu Tahanan

Ketua Komisi III DPR, Herman Hery mengklaim dalam kunjungan ke Rutan KPK, pihaknya tidak bertemu dengan satupun tahanan yang berada di sana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Komisi I Dorong Pembentukan Divisi III TNI

Komisi I DPR mendorong pembentukan divisi III TNI, baik Angkatan Darat, Luat maupun Udara. Hal itu sebagai pengembangan dan moderniasi organisasi TNI.

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS