Pemrov NTT: Jangan Gunakan Anak dan Perempuan untuk Provokasi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Konflik Lahan Besipae

Pemrov NTT: Jangan Gunakan Anak dan Perempuan untuk Provokasi

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 12:47 WIB
Oleh : David Wilson / AB

Kupang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) meminta para penghuni lahan tidak menggunakan anak-anak dan perempuan untuk melakukan provokasi dalam konflik lahan di Besipae, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT. Provokasi dalam konflik lahan tersebut hendaknya dihentikan dan para penghuni dianjurkan menempuh jalur hukum untuk mendapatkan kejelasan status kepemilikan lahan seluas 3.870 hektare tersebut.

Hal tersebut merupakan respons Pemrov NTT melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Djelamu Ardu Marius, dalam jumpa pers, Jumat (16/10/2020), terhadap beredarnya video konflik di Besipae.

“Kami meminta masyarakat di sana (Besipae, Red) untuk tidak memprovoskasi. Kami melihat di sana (video konflik penghuni lahan dengan aparat, Red), mereka menggunakan anak kecil dan perempuan untuk kemudian menimbulkan konflik. Pemerintah mengharapkan provokasi seperti ini harus dihentikan," katanya.

Marius mengharapkan masyarakat di sekitar lahan Besipae juga tidak terprovokasi oleh video konflik di Besipae yang beredar di media sosial. ”Bisa lapor Kepolisian supaya bisa diproses hukum, atau ke Kejaksaan supaya diproses hukum. Apakah pemerintah provinsi salah atau benar dan yang memutuskan itu adalah lembaga peradilan," ujarnya.

Satu-satunya cara untuk memutuskan apakah lahan itu milik Pemprov NTT ataukah milik penghuni lahan Besipae adalah melalui lembaga peradilan. “Lembaga peradilanlah yang menentukan. Negara kita adalah negara hukum dan tentu ketika proses hukum berjalan, akan jelas siapa yang berhak memiliki tanah itu, apakah pemerintah provinsi atau masyarakat,” jelasnya.

Terkait klaim penghuni lahan Besipae bahwa kepemilikan tanah tersebut belum jelas, Marius menjelaskan bahwa beberapa bulan lalu telah dibuat kesepakatan Pemprov NTT dengan para usif (tokoh adat, Red) bahwa tanah tersebut telah diserahkan kepada Pemprov NTT pada 1982. Lalu, Pemprov NTT membuat sertifikat atas tanah itu dan telah mendapat persetujuan para usif yang notabene adalah pemilik tanah itu.

Pemprov NTT, kata Marius, tetap bertekad memanfaatkan lahan Besipae sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan semua stakeholders untuk mengembangkan kelor dan jagung dalam rangka mendukung program gubernur NTT, yakni Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).

Pada kesempatan itu, Marius juga mengungkapkan kasus pemukulan usif Yusuf Nebuasa dan Esai Nebuasa oleh para penghuni lahan. Warga di lima desa, yakni Desa Polo, Oeekam, Mio, Linamnutu, dan Eno Neten, yang tidak bisa menerima perlakuan tersebut mengejar dan mengusir para penghuni lahan keluar kawasan tersebut.

"Kami minta supaya dibuat visum dan dilaporkan kepada Kepolisian supaya diproses hukum. Aparat tidak boleh terpancing provokasi. Lakukan pendekatan persuasif seraya melakukan penegakan hukum. Pemerintah provinsi sangat kompromistis dengan menyediakan rumah, fasilitas listrik, lahan untuk dikelola, serta menyiapkan sertifikat tanah bagi mereka. Jadi pemprov sama sekali tidak menelantarkan mereka," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Duta Damai Harus Fokus Sampaikan Pesan Perdamaian di Dunia Maya

BNPT telah melakukan regenerasi untuk Duta Damai sebanyak 6 kali sepanjang 2020.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Menkominfo Jadikan Yogyakarta Pusat Persiapan SDM Digital

Menkominfo juga merencanakan digitalisasi aksara Jawa.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

PII Usul Platform Digital Kolaborasi Insinyur Sedunia Hadapi Pandemi

Platform kolaborasi bisa dijadikan para ahli bioengineering sedunia sebagai sarana pertukaran informasi genom virus Sars cov-2 di tiap negara.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kerugian Akibat Cacat Produk, Produsen Pesawat Harus Bertanggung Jawab

Selama ini yang diatur adalah tanggung jawab operator terhadap pengguna jasa penerbangan, tetapi tanggung jawab produsen pesawat belum ada.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Bangun Networking Bisnis melalui Pertukaran Mahasiswa Nusantara

Pertukaran mahasiswa ini bukan hanya mempersiapkan tenaga profesional untuk masuk dunia kerja, tetapi juga mendorong mahasiswa menyiapkan bisnis sendiri.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Kota Semarang Bersiap Terima Vaksin

Prioritas yang diberikan vaksin adalah semua kelompok rentan masyarakat mulai usia 18 hingga 59 tahun, dan tenaga kesehatan.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Kirimkan Surat ke Pendeta Gilbert, John Kei: Saya Bertobat

John Refra alias John Kei, kembali menyatakan pertobatannya dari dunia kejahatan dan premanisme melalui surat yang dikirimkan ke pendeta Glbert Lumoindong.

NASIONAL | 17 Oktober 2020

Baznas Luncurkan Buku Pemberdayaan Peternak untuk Mustahik

Baznas meluncurkan buku pemberdayaan ternak untuk membantu meningkatkan ekonomi mustahik.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

KPK Tinjau Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas Pimpinan

KPK memutuskan meninjau ulang pengajuan anggaran fasilitas mobil dinas untuk Pimpinan, Dewan Pengawas (Dewas) dan pejabat struktural.

NASIONAL | 16 Oktober 2020

Benny Susetyo: Jangan Mudah Terpancing Provokasi

Tiap ada pelanggaran konstitusi seharusnya masuk dalam judicial review atau uji materi lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

NASIONAL | 16 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS