Di Hadapan Presiden dan Wapres, Puan Tegaskan Negara Harus Hadir di Tengah Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Di Hadapan Presiden dan Wapres, Puan Tegaskan Negara Harus Hadir di Tengah Rakyat Hadapi Pandemi Covid-19

Jumat, 14 Agustus 2020 | 09:49 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR Puan Maharani menyatakan diperlukan kehadiran negara dalam kehidupan rakyat ketika menghadapi berbagai tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Dalam pidatonya pada sidang bersama DPR dan DPD, Jumat (14/8/2020), Puan mengatakan pandemi tersebut memberikan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan rakyat, perekonomian negara dan rumah tangga, serta kesejahteraan rakyat.

Sampai dengan 13 Agustus 2020, terdapat 127.083 kasus Covid-19 yang tersebar di 34 provinsi dan 480 kabupaten/kota dengan jumlah yang dinyatakan sembuh sebanyak 82.236 orang, dan jumlah yang meninggal dunia mencapai 5.765 jiwa.

Pada sektor perekonomian nasional, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi nasional mengalami kontraksi. Pada kuartal II tahun ini pertumbuhan ekonomi berkontraksi hingga 5,32% (year on year). Semua sektor dan lapangan usaha rakyat terganggu sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan, meningkatnya pengangguran, meningkatnya angka kemiskinan dan menurunnya derajat kesejahteraan rakyat secara luas.

"Menghadapi kondisi bencana nonalam yang luar biasa ini diperlukan kehadiran negara untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman krisis kesehatan, ancaman krisis ekonomi, dan ancaman krisis kesejahteraan," kata Puan dalam pidato yang dihadiri Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin itu.

Menurutnya, pemerintah harus melaksanakan upaya-upaya luar biasa, melalui serangkaian kebijakan, dan program penanggulangan Covid-19 dan dampaknya, untuk meningkatkan kapabilitas di bidang kesehatan, memperluas perlindungan sosial, melaksanakan pembatasan sosial berskala besar, serta mempercepat pemulihan ekonomi.

Melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, lanjut Puan, pemerintah telah diberikan ruang kewenangan yang memadai dalam menjalankan kebijakan fiskal, kebijakan keuangan negara, dan kebijakan stabilitas sistem keuangan, untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan dampaknya.

"Asas keselamatan rakyat merupakan asas tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan negara. Hal ini semakin penting ketika kita dihadapkan dengan pandemi Covid-19," katanya.

Rakyat juga menuntut kinerja pemerintah yang optimal dalam bertindak sigap, cepat, dan terpadu, dalam menjalankan berbagai program untuk melindungi rakyat, membantu rakyat, dan memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi rakyat Indonesia.

Pemerintah diharapkan dapat melaksanakan berbagai langkah yang efektif, baik melalui kebijakan, koordinasi lintas sektor, melalui instrumen fiskal maupun moneter, serta mengonsolidasikan seluruh potensi dan sumber daya yang ada untuk dapat segera memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Puan menyatakan DPR memberikan apresiasi atas kerja bersama, gotong royong, seluruh komponen bangsa, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dokter, tenaga kesehatan, Satgas Covid-19, TNI, Polri, BUMN, swasta, dan relawan, serta segenap unsur masyarakat dalam menghadapi Pandemi covid-19.

"Semangat gotong royong inilah yang telah membuat kita mampu menghadapi Covid-19 hingga saat ini," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Peserta Sidang Tahunan MPR Dilarang Selfie dengan Presiden

Tidak berjabat tangan dan swafoto atau selfie dengan Presiden dan Wakil Presiden, demi mentaati protokol kesehatan Covid-19.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Sebanyak 161 Anggota Hadir Fisik Sidang Tahunan MPR

Agenda utama sidang adalah mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Puan Maharani Hadiri Sidang Tahunan dengan Kebaya Oranye

Puan nampak anggun mengenakan kebaya tersebut, dipadukan bawahan kain berwarna coklat dan masker berwarna senada.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Berbaju Adat Sabu, Jokowi Pidato di Sidang Tahunan MPR

Sidang Tahunan MPR dijadwalkan dimulai pada pukul 08.50 WIB yang dilanjutkan sidang bersama DPR-DPD.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Menteri dan Pimpinan Lembaga Negara Tiba di Gedung MPR/DPR/DPD

Tampak Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua DPR Puan Maharani tiba sebelum pukul 08.00 WIB.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Hari Ini Jokowi Sampaikan Pidato Kenegaraan

Presiden Joko Widodo menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara.

POLITIK | 14 Agustus 2020

Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Sidang Tahunan MPR Secara Langsung

Jokowi akan menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia dalam pidato kenegaraan.

POLITIK | 14 Agustus 2020

DKPP Tak Akan Ubah Putusan Pemberhentian terhadap Evi Novida Ginting

Ketua DKPP PMuhammad menegaskan majelis etik memutuskan pemberhentian tetap, maka hal itu sudah dipertimbangkan dengan cermat dan siap dipertanggungjawabkan

POLITIK | 13 Agustus 2020

PDI-P Berpeluang Raih Juara Umum Pilkada 2020

Peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiarti memandang apa yang dilakukan PDI-P, mengindikasikan partai ini siap.

POLITIK | 13 Agustus 2020

Budiman Sudjatmiko: Politisasi SARA Bentuk Kemalasan Berpikir

Budiman Sudjatmiko menilai cara berpolitik dengan mempolitisasi isu SARA sebagai bentuk kemalasan berpikir dan kemalasan bekerja.

POLITIK | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS