Logo BeritaSatu

Protes Gelar Negarawan SBY, Korban Kebebasan Agama Datangi Wantimpres

Jumat, 10 Mei 2013 | 19:38 WIB
Oleh : Ezra Sihite / WBP

Jakarta - Para korban pelanggaran kebebasan beragama yang menyebut diri Sobat KBB dan koalisi masyarakat sipil dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) hari ini, Jumat (10/5) mendatangi kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Mereka meminta agar Wantimpres memberi pertimbangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait penghargaan World Statesman yang diberikan Appeal of Conscience di New York kepada presiden.

“Kami dari sobat KBB telah jadi korban dan akan jadi korban lagi, kami datang untuk sampaikan Beliau tidak pernah menyelesaikan pelanggaran kekebasan agama di Indonesia bahkan lebih fokus ke luar (negeri),” kata Pendeta Palti dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia yang turut dalam pertemuan di Gedung Wantimpres, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (10/5).

Sobat KBB dan koalisi masyarakat sipil tersebut diterima Anggota Wantimpres bidang Hukum dan HAM, Albert Hasibuan. Peserta aksi yang hadir sedikitnya 20 orang terdiri dari perwakilan dari Ahmadiyah, Syiah, Gereja Krsiten Indonesia (GKI) Yasmin, HKBP Filadelfia, penganut kepercayaan Sunda Wiwitan.

BerikutnyaWahid Institute, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta, KontraS, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) dan Human Rights Working Group (HRWG) serta Indonesian Legal Research Center (ILRC).

Appeal of Conscience merupakan lembaga yang mempromosikan nilai-nilai toleransi keberagamaan agama dan kepercayaan. Presiden pada akhir Mei rencananya akan bertolak ke New York untuk menyerahkan hasil High Level Panel, Agenda Pembangunan Global Pasca 2015 sekaligus menerima penghargaan tersebut.

Menurut Sobat KKB dan LSM yang hadir, Presiden SBY selayaknya mengukur diri dan tak menerima penghargaan negarawan dalam bidang penegakan toleransi dan kerukunan tersebut mengingat masih banyak kasus-kasus intoleransi terhadap kaum minoritas di Tanah Air.

Oleh karena itu Wantimpres harus memberi masukan pada Presiden SBY untuk merefleksikan dan mengintrospeksi kondisi bangsa dan menolak penghargaan tersebut.

“Kami sangat berharap kejujuran itu, bagaimana seorang presiden bisa maju kaki berdarah-darah,” kata Nia Sjarifuddin dari ANBTI yang turut menemui anggota Wantimpres hari ini.

Selain menemui Wantimpres, para peserta aksi juga menyerahkan surat kepada Presiden SBY yang dititipkan kepada Albert Hasibuan.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa Eropa Ditutup Menguat di Tengah Minggu yang Fluktuatif

Bursa Eropa Ditutup Menguat di Tengah Minggu yang Fluktuatif

EKONOMI | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings