Pengembangan Wisata Kawah Ijen Libatkan Warga
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Pengembangan Wisata Kawah Ijen Libatkan Warga

Selasa, 2 Juli 2013 | 18:51 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta - Kawah Ijen yang berlokasi diwilayah Banyuwangi, Jawa Timur, terus bersolek untuk mengundang wisatawan. Lokasi wisata yang terkenal mempunyai api biru (blue fire) yang tercatat hanya ada dua di dunia, selain di Pegunungan Alaska, itu dilakukan dengan meningkatkan rasa kepemilikan dari para penambang belerang yang sehari-hari beraktivitas di kawah tersebut.

Sebanyak 260 penambang belerang di kawah tersebut, hari ini resmi diikutkan menjadi peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Para penambang juga dilatih untuk menjadi pemandu wisata yang mampu memberi pelayanan maksimal kepada para wisatawan asing dan domestik.

"Kami memaksa PT Candi Ngrimbi (perusahaan pertambangan belerang yang beroperasi di Kawah Ijen) agar mengasuransikan para penambang. Saya tegaskan, kalau tidak diasuransikan, tidak akan saya perpanjang izinnya. Alhamdulillah hari ini 260 penambang resmi diasuransikan," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memberikan kartu kepesertaan Jamsostek kepada para penambangan di lereng Gunung Ijen, Selasa (2/7).

"Dengan diikutkan asuransi, penambang akan semakin nyaman bekerja, semakin sejahtera. Dengan demikian, timbul rasa kepemilikan atau sense of belonging yang kuat dari mereka untuk sama-sama merawat dan mengembangkan kawasan wisata Kawah Ijen," ujar Anas.

Kawah Ijen sendiri berketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawah ini memancarkan api biru (blue fire) saat menjelang pergantian malam dan pagi atau waktu-waktu sekitar dinihari.

Anas mengatakan, para penambang juga akan dilibatkan sebagai pemandu wisata. "Ini adalah bagian dari visi Banyuwangi mewujudkan community based tourism (pariwisata berbasis masyarakat). Kebijakan besarnya adalah mendorong interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan," jelas Anas.

Para penambang belerang tersebut akan diberi seragam dan fasilitas lain sebagai pemandu wisata, termasuk dikursuskan bahasa Inggris.

"Kawah Ijen semakin banyak dikunjungi wisatawan asing, jadi para penambang nanti bisa ikut menjadi pemandu setelah kami beri kursus bahasa Inggris," ujar Anas yang juga mantan anggota DPR tersebut.

Lebih lanjut Anas mengatakan, masyarakat lokal tidak hanya dijadikan sebagai obyek turistik belaka, melainkan disiapkan menjadi wirausahawan, penyedia jasa, sekaligus diberdayakan sebagai pekerja.

Selain itu, masyarakat lokal juga akan dilatih membuat kerajinan/suvenir, memasak kuliner khas lokal untuk dijual, menyediakan kamar untuk tempat menginap, mengajarkan budaya dan kearifan lokal, sekaligus belajar pada wisatawan tentang hal-hal baru.

"Bahkan hotel-hotel baru di Banyuwangi kami wajibkan membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk memasok kebutuhan alat mandi hingga bumbu masak," jelas Anas.

Untuk mengembangkan kawasan Kawah Ijen, Pemkab Banyuwangi mengalokasikan dana Rp 4 miliar yang antara lain digunakan untuk penyediaan air bersih dan fasilitas listrik. Akses jalan menuju kawasan wisata tersebut juga telah diperbaiki.

Kepala Kantor PT Jamsostek (Persero) Cabang Banyuwangi, Nurdinsyah, mengatakan, dengan premi sebesar Rp 18.666 per bulan, para pekerja sektor informal tersebut akan mendapatkan jaminan keamanan dan perlindungan terhadap risiko-risiko sosial ekonomi saat melakukan kerjanya. Misalnya, kecelakaan, sakit, hingga meninggal dunia.

"Mereka akan mendapatkan klaim sesuai aturan yang ditetapkan asuransi," kata Nurdin.

Khusus untuk klaim kecelakaan kerja, kata Nurdin, PT Jamsostek akan memberikan klaim sebesar Rp 20 juta kepada peserta. Sementara untuk kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa mendapat ganti 48 x upah mereka selama satu bulan. Selain juga akan mendapatkan biaya pemakaman sebesar Rp 2 juta dan santunan berkala sebesar Rp 200 ribu per bulan selama dua tahun.

Sumber: PR


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS