Logo BeritaSatu

Studi: Yogurt Bebas Lemak Bisa Menambah Berat Badan

Senin, 9 September 2013 | 16:20 WIB
Oleh : Aisya Putri Antiicha / B1

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nutrition Science Initiative, Yogurt bebas lemak dapat menyebabkan kenaikan berat badan pada seseorang lebih banyak dibanding yogurt biasa yang mengandung lemak.

Penelitian yang menghabiskan dana hingga 40 Juta dolar ini memperlihatkan, bahwa gula dan zat-zat lain yang ditambahkan sebagai pengganti lemak pada yogurt, memicu berkembangnya aktivitas insulin yang menjadi penyebab obesitas.

Gary Taubes dan Dr Peter Attia dari Nutrition Science Initiative mengatakan, penukaran gula dan zat-zat tambahan lain terhadap lemak juga terjadi pada makanan rendah lemak lain, mulai dari sereal hingga saus untuk salad. Banyak orang yang terkecoh, menganggap makanan rendah atau bebas lemak ini lebih sehat dari versi biasanya.

"Yogurt rendah lemak hampir sama sekali tidak mengandung buah di dalamnya. Padahal dengan adanya buah berfungsi sebagai pewarna yogurt. Jadi yang mereka lakukan adalah menambah zat pewarna, perasa, dan tambahan gula," kata Dr Attia di Stanford University pada tahun lalu.

"Jadi Anda mengonsumsi produk rendah lemak, tetapi tinggi kandungan kalorinya. Ini seperti niat baik yang berujung pada kekeliruan," lanjutnya.

Sebagai contoh, salah satu produk yogurt strawberry memang hanya mengandung dua persen lemak, namun memiliki 17 gram gula di mana jumlah tersebut melebihi rekomendasi normal asupan gula per hari pada perempuan.

Dr Attia mengatakan, salah satu zat terburuk pada kandungan makanan adalah sirup jagung tinggi fruktosa, yang berfungsi sebagai pemanis buatan sekaligus pengawet. Penyampuran sirup jagung tinggi fruktosa ini kali pertama dilakukan oleh pabrik-pabrik makanan pada akhir 1970-an.

Pada umumnya label atau cap rendah lemak yang ada pada kemasan produk makanan seperti soda, roti, dan saus pasta bertujuan untuk menarik orang agar membelinya.

Dr Attia menambahkan pada blog nya yang berjudul The Eating Academy: "Jika Anda melihat produk makanan apapun yang berlabel fat-free atau low-fat, itu adalah sebuah peringatan bahwa Anda harus segera menghindarinya. Kurang lebih semacam "kode universal" yang mengatakan "Kita menyingkirkan lemak tetapi memasok lebih banyak gula."

Untuk mendukung kelanjutan hipotesisnya, ia meluncurkan The Nutrition Science Initiative bersama Gary Taubes, penulis ilmiah yang baru-baru ini memenangkan penghargaan.

Organisasi non profit yang bermarkas di California ini menerima 40 juta Dolar Amerika yang didanai oleh Laura and John Arnold Foundation (LJAF) untuk tiga jenis eksperimen yang berhubungan dengan diet dan obesitas.

Dalam press release, mereka menggarisbawahi pernyataan : "Meskipun berbagai rekomendasi pada diet belakangan ini menganjurkan untuk mengurangi lemak, orang-orang Amerika malah semakin gemuk."

Sejumlah pengawas independen akan memonitor angka kelebihan berat badan dan obesitas pada beberapa sukarelawan yang sedang menjalankan diet rendah lemak untuk dilihat efeknya pada tubuh mereka.

Para sukarelawan itu harus tinggal di asrama penelitian selama beberapa waktu dengan tujuan mendapatkan hasil eksperimen yang akurat.

Gary Taubes dan Dr Attia berharap, mereka bisa mendapatkan hasil eksperimen tersebut dalam jangka waktu paling cepat tahun depan dan segera merilisnya.

Di samping penelitian Gary Taubes dan Dr Attia, Dr Ralph Graham, seorang konsultan penyakit diabetes dan endikronologi dari London Medical, mengatakan bahwa orang-orang seharusnya lebih memperhatikan kandungan kalori dibanding lemak dan gula.

"Kecuali Anda tahu betul kerja metabolisme pada tubuh Anda dan apakah rentan atau tidak terhadap resistensi insulin, maka total jumlah kalori lah yang seharusnya Anda perhatikan."

"Terkadang beberapa saran yang ditujukan pada masyarakat umum tidak berlaku dan dapat menyebabkan kekeliruan pada beberapa kasus."

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Daily Mail

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Adik Jokowi Menikah


# Yeremia Rambitan


# Joe Biden


# Alex Noerdin


# KRL


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bank Dunia Peringatkan Ancaman Bahaya Resesi Global

Bank Dunia Peringatkan Ancaman Bahaya Resesi Global

NEWS | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings