Logo BeritaSatu

Kirim Sekoci Imigran ke RI, Australia Dinilai Dorong Kematian Massal

Sabtu, 8 Februari 2014 | 11:25 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / B1

Jakarta - Kebijakan Pemerintah Australia di bawah kendali Perdana Menteri Tony Abbot, yang mengusir kembali para imigran gelap dari wilayah perairan Australia ke wilayah perairan Indonesia, disesalkan sejumlah pihak, termasuk pimpinan komisi pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Pertama, tindakan ini telah melanggar HAM dan konvensi internasional tentang perlindungan terhadap imigran," tegas Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, di Jakarta, Sabtu (8/2).

Selain itu, tindakan Australia itu juga dianggap dapat menimbulkan ketegangan bahkan konflik politik.

Juga tidak mustahil akan menjadi konflik militer antara Australia dengan Indonesia bila Australia terus-terusan melakukan "provokasi" dengan mengembalikan para imigran-imigran itu.

"Karena Indonesia bukan negara asal imigran," imbuhnya.

Seharusnya, menurut dia, Australia mencari solusi yang lebih komprehensif dengan cara melakukan kordinasi dengan negara-negara yang dilintasi seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, serta dengan negara asal seperti Irak, Afghanistan, Pakistan dan dengan badan pengungsi UNHCR di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hasanuddin bercerita, pada sekitar 1975 dan 1980-an, Indonesia punya pengalaman menerima ratusan ribu imigran gelap dari Vietnam dan semuanya dapat diselesaikan dengan baik-baik tanpa menimbulkan ketegangan di kawasan.

Sementara Australia justru menggunakan cara-cara yang bisa dianggap tak beradab dan seakan sengaja hendak membunuh para imigran itu.

Sebagai ilustrasi, kata dia, saat ini lebih dari 60.000 imigran diperkirakan sedang dalam persiapan di sekitar Malaysia dan menuju Australia.

Apabila imigran itu berangkat sekaligus, Hasanuddin memprediksi cara-cara yang diambil oleh Australia hanya akan menambah persoalan semakin rumit dan bisa saja akan terjadi kematian massal di laut.

"Mengembalikan imigran yang sudah kesakitan dan kelaparan dapat dianggap sebagai pembunuhan massal yang sangat memalukan dan tak beradab," tegasnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Covid-19 Naik, IDI: Pakai Masker di Ruang Terbuka

Kasus Covid-19 Naik, IDI: Pakai Masker di Ruang Terbuka

NEWS | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings