Vietnam Surati Menteri Susi Mohon Perlindungan Kapal
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Vietnam Surati Menteri Susi Mohon Perlindungan Kapal

Kamis, 18 Desember 2014 | 23:57 WIB
Oleh : Nuriy Azizah / B1

Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini menerima surat dari pemerintah Provinsi Ba Ria-Vung Tau, Vietnam.

Surat tersebut berisikan permohonan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat mengizinkan kapal beserta Anak Buah Kapal (ABK) mereka berlindung di wilayah perairan Indonesia guna menghindari serangan badai Typhoon Hagupit.

Menteri Susi mengungkapkan apresiasinya kepada pemerintah Provinsi Ba Ria-Vung Tau, Vietnam atas niat baiknya meminta izin dan menghargai kedaulatan Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pemerintah Vietnam atas niat baiknya. Hari ini kami dapat surat dari mereka intinya mohon perlindungan untuk mereka dapat berlindung dari serangan badai disekitar kepulauan Natuna,” ujarnya di tengah gelaran jumpa pers di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (18/12).

Surat yang dikirimkan melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Ho Chi Minh kepada Kedutaan Besar Vietnam di Indonesia, merincikan terdapat sebanyak 1928 kapal nelayan Vietnam yang membawa 13.399 orang ABK yang memerlukan perlindungan dari badai.

Southern Hydrometeorology Station melansir perkiraan serangan badai ini berada pada level 8 hingga 9 dengan kecepatan yang berkisar pada 62 hingga 88 km per jam yang berada di sebelah timur laut Pulau Song Tu Tay, Vietnam Selatan.

Bahkan pada saat terburuk serangan badai ini dapat mencapai level 11 hingga 12. Untuk itu, kapal nelayan Vietnam memerlukan perlindungan kepulauan Natuna yang notabene merupakan daerah terdekat.

Mengingat kondisi ini tergolong darurat, Menteri Susi mengabulkan permohonan izin pemerintah Vietnam dengan syarat mereka harus segera meninggalkan perairan Indonesia dalam kurun waktu 2 minggu. Ia juga menjelaskan niat baik pemerintah Vietnam yang menyadari bahwa tidak seharusnya kapal mereka memasuki perairan Indonesia.

“Pemerintah Vietnam terbuka untuk kerja sama bilateral mereka menyadari tindakan ini sebenarnya salah tapi karena ada serangan badai okelah. Saya berikan penjelasan dalam waktu 2 minggu ke depan semua kapal Vietnam harus meninggalkan wilayah perairan Indonesia jumlahnya juga banyak,” pungkas Menteri Susi.

Topan Hagupit selama ini juga dikenal sebagai Topan Nina di Filipina. Pada tahun 2008 Topan Hagupit menerjang Filipina, Taiwan, HongKong, Tiongkok dan Vietnam. Pada awal Desember lalu, Filipina baru saja dilanda Topan ini.

Dilansir dari CNN, terdapat setidaknya 27 korban meninggal dunia. Selain itu dilaporkan ribuan rumah hancur yang tersebar di beberapa provinsi.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan selama ini kesadaran negara tetangga akan kedaulatan Indoenesia sudah terbangun. Pertemuannya dengan para duta besar dan pemimpin negara selama ini menunjukkan bahwa semua negara telah satu suara untuk memberantas praktek IUU fishing. Sehingga selama ini Indonesia bukan memerangi negara secara keseluruhan tapi memerangi pencuri ikan darimanapun asalnya.

“Kalau berbicara oknum yang mejarah laut Indonesia, tidak ada kaitannya dengan hubungan antar negara atau bilateral. Kita selama ini perangi pelaku pencuriannya bukan2 negaranya,” ungkapnya.

Menteri Susi mengemukakan oknum yang selama ini terindikasi IUU fishing murni merupakan pebisnis yang tengah mencari untung dengan menghalalkan segala cara.

”Para pencuri itu semata-mata businessman yang cari untung dengan ikan di perairan kita. Tidak ada negara yang memberikan kucuran dana pada mereka untuk mencuri ikan,” kata dia


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS