Logo BeritaSatu

Gagal Akuisisi 2degrees, Telkom Ekspansi ke Asia dan Timur Tengah

Rabu, 14 Januari 2015 | 06:31 WIB
Oleh : Farid Nurfaizi / WBP

Jakarta– PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) membatalkan rencana akuisisi 25-30 persen saham Two Degrees Mobile Ltd (2degrees), operator telekomunikasi berbasis di Selandia Baru.

Sebagai gantinya, Telkom kini menjajaki peluang akuisisi operator lain di Asia dan Timur Tengah.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir mengatakan, pihaknya membatalkan rencana akuisisi 2degrees pada akhir 2014, karena harga akuisisi tidak cocok. Perseroan juga mempertimbangkan pangsa pasar 2degrees, serta potensi dampak akuisisi terhadap kinerja perseroan.

“Meski batal, kami tidak menutup diri. Namun, kami tidak mencari operator di Eropa atau Amerika,” kata Honesti kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (13/1).

Honesti menegaskan, selain akuisisi, perseroan juga membuka peluang konsolidasi dengan operator-operator lain di Asia dan Timur Tengah. Kerja sama tersebut bisa dengan kerja sama layanan atau jaringan seperti skema mobile virtual network (MVNO).

MVNO merupakan merupakan bentuk layanan bergerak dengan cara menyewa atau memakai spektrum frekuensi milik operator yang berperan sebagai mobile network operator (MNO) melalui perjanjian bisnis. “Jadi, silakan saja kalau memang ada penawaran dari operator di Asia dan Timur Tengah. Kami terus pelajari potensi kerja sama itu ke depan,” ujar Honesti.

Meski rencana akuisisi 2degrees batal, Telkom tetap akan mampu merampungkan target merambah 10 negara. Telkom sudah masuk pasar Australia dan Selandia Baru dengan mengakuisisi 75 persen saham Contact Centres Australia Pty Ltd (CCA), perusahaan yang bergerak di solusi business process outsourcing (BPO) yang berbasis di Sydney, Australia.

Telkom mengakuisisi CCA melalui anak usahanya, Telekomunikasi Indonesia International Australia Pty Ltd, dengan nilai transaksi Aus$ 11 juta. Aksi akuisisi tersebut rampung pada 25 September 2014.

Sebagai informasi, CCA adalah salah satu perusahaan contact center terbesar di Australia yang memiliki dua anak usaha, yakni Financial Information Services Pty Ltd, yang berkantor pusat di New South Wales, Australia serta Contact Center New Zealand Ltd di Wellington, Selandia Baru.

Pada tahun lalu, selain Australia dan Selandia Baru, Telkom telah masuk ke pasar Arab Saudi, Singapura, Hong Kong-Macau, Timor Leste, Amerika Serikat, Taiwan, Myanmar, Malaysia. “Untuk sementara kami perkuat dahulu basis layanan di 10 negara ini, sambil melihat peluang-peluang baru di 2015,” ujar Honesti.

Perusahaan Satelit
Honesti menerangkan, saat ini, Telkom juga tengah mendekati salah perusahaan penyedia jasa satelit di Asia. Perseroan berniat mengakuisisi lebih dari 50 persen saham pada perusahaan tersebut. “Sejauh ini prosesnya masih dalam pembicaraan informal. Jadi belum bisa dibeberkan identitasnya,” ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo mengatakan, perseroan menargetkan akuisisi perusaahan penyedia satelit itu rampung pada semester I-2015. Bisnis satelit dipandang menjadi portofolio yang menjanjikan di masa mendatang. Margin bisnis satelit di luar negeri ditaksir sebesar 70 persen dari penyewa sedangkan di dalam negeri hanya 30 persen.

Di sisi lain eBay Inc, perusahaan jual beli online asal Amerika Serikat (AS), berencana menambah kepemilikan saham pada PT Metra Plasa menjadi 49 persen dari sebelumnya 40 persen.

Saat ini, sebanyak 60 persen saham Metra Plasa dikuasai oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM). Dengan begitu, kepemilikan Telkom pada Metra Plasa bakal berkurang menjadi 51 persen

Semula, Telkom melalui anak usahanya, PT Multimedia Nusantara, sepakat membentuk perusahan baru bersama eBay dengan kepemilikan masing-masing sebesar 60 persen dan 40 persen. Pembentukan Metra Plasa tersebut sejak April 2012.

“eBay bisa menambah menjadi 49 persen. Mereka juga punya opsi untuk menjadi mayoritas. Ada tahapan menuju ke sana, mereka inginnya cepat. Tapi saya belum bisa disclose,” kata Indra, belum lama ini.

Metra Plasa pada awalnya mengelola situs belanja online Plasa.com. Dengan menggandeng eBay, Telkom akhirnya mengembangkan situs belanja bernama blanja.com.

Menurut Indra, sejak 2012, eBay telah mengucurkan dana sekitar US$ 9,2 juta pada Metra Plasa. Telkom pertama kali berinvestasi pada plasa.com pada 2009 sekitar US$ 5 juta. Dengan demikian, total investasi Telkom dan eBay dalam mengembangkan situs belanja online sekitar US$ 14,2 juta. Per September 2014, aset sebelum eliminasi Metra Plasa sekitar Rp 68 miliar.

Ke depan, kata Indra, eBay berpeluang menambahkan investasinya ke Metra Plasa. Strategi menggandeng eBay membuat Telkom belajar terkait platform serta cross border trading. Nantinya, sistem eBay memungkinkan barang yang terdaftar pada blanja.com dijual ke luar negeri. Saat ini, situs blanja.com memiliki total 1 juta produk terdaftar, 600 penjual, serta 50.000 pengunjung per hari.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Kerja Sama EBT dan Pangan

Indonesia dan Inggris Sepakat Perkuat Kerja Sama EBT dan Pangan

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings