Logo BeritaSatu

Ini Kronologis Bentrokan FBR dengan "Security" MOI

Senin, 21 September 2015 | 16:34 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / B1

Jakarta - Sidang lanjutan bentrokan Forum Betawi Rempug (FBR) dengan petugas security Mal Of Indonesia (MOI) akan kembali dilangsungkan, Senin (21/9) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara dengan agenda pemeriksaan saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berikut ini adalah kronologis singkat penyebab ‎terjadinya bentrokan massa FBR dengan security MOI yang terjadi pada Jumat (29/5) Pukul 15.00 WIB‎ dari dakwaan yang diberikan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum.

Kejadian bermula ketika Iwan Setiawan, salah satu anggota ormas FBR pada Jumat, 29 Mei 2015 dini hari menegur pekerja yang sedang memasang reklame iklan elektronik di sepanjang tampak depan MOI di Jalan Boulevard Barat, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pekerja itu kemudian masuk ke dalam area Ruko MOI memanggil security MOI dan menjelaskan dirinya dimarahi oleh salah satu anggota ormas FBR, mendengar aduan dari para teknisi itu kemudian security mendatangi Iwan.

Beberapa petugas security terlibat adu mulut tentang papan reklame iklan tersebut dan kemudian berujung dengan memukuli Iwan Setiawan sehingga mengalami luka di muka sebelah kanan, dada sebelah kiri, dan punggung sebelah kiri.

Iwan Setiawan diketahui merupakan Ketua Gardu G.064 Koja Jakarta Utara itupun kemudian mengadukan tindakan pengeroyokan yang ia alami ke Wakil Korwil I FBR Jakarta Utara, Sarmadah bin Hamdani.

Setelah itu, pagi harinya Sarmadah mengumpulkan seluruh massa dari berbagai wilayah di Jakarta Utara yang jumlahnya sekitar tiga ratus orang‎ dan melakukan konvoi menuju lokasi MOI yang menjadi tempat pengeroyokan Iwan pada dini hari sebelumnya.

Sesaat tiba di lokasi yang dituju, ratusan massa FBR melakukan penyerangan dan pengrusakan ke beberapa properti yang ada disekitarnya yang mereka lihat dan terlibat bentrokan dengan puluhan petugas security internal MOI.‎

Akibat kerusuhan di MOI, ada 19 titik benda yang mengalami kerusakan, yakni:
- broom gate depan blok ‎B 30 patah
- kaca rukan Italian Walk Lantai 1 Blok B30 pecah
- papan nama ruka Italian Walk B‎lok B26 pecah
- dua kaca depan rukan Italian Walk Blok B26 pecah
- kaca lantai dan kaca samping rukan Italian Walk Blok B18 pecah
- kaca lantai rukan Italian Walk Blok B17 pecah
- kaca lantai rukan Italian Walk Blok B16 pecah
- kaca lantai rukan Italian Walk Blok B15 pecah
‎- kaca lantai rukan Italian Walk Blok B01 pecah
- kaca depan rukan Italian Walk Blok A15 pecah
- kaca pintu lobby apartemen city home Tower Manhattan Bay pecah
- kaca pintu lobby apartemen city home Tower San Fransisco Bay pecah
- kaca pos secure parking di piintu keluar kendaraan gate B05-B09 pecah
- kaca depan mobil Honda CR-V silver dengan nomor polisi B-715-MMM pecah
- kaca depan mobil Honda Jazz silver dengan nomor polisi B-1238-UFE pecah
- kap mesin depan mobil Suzuki Estillo silver dengan nomor polisi B-1898-TZF penyok
- kaca depan mobil Toyota Inova hitam dengan nomor polisi B-1614-CKI pecah
- kaca depan mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B-678-QY pecah
- kaca samping kanan mobil Toyota Yaris putih dengan nomor polisi B-1246-UZB pecah
- beberapa petugas security MOI mengalami luka-luka
- kerugian materil pihak MOI sebesar Rp 276 juta

‎Ke-6 pelaku yang melakukan penghasutan terhadap massa FBR sehingga menimbulkan kericuhan, yakni:

1. Ali ‎Akbar (40), pekerjaan buruh, pendidikan terakhir SD
2. Kuwatno bin Muritno‎ (39), pekerjaan karyawan swasta, pendidikan terakhir SMP
3. Rony bin Diyung‎ (43), pekerjaan security, pendidikan terakhir SD
4. Sarmadah‎ bin Hamdani, (45) pekerjaan karyawan swasta‎, pendidikan terakhir SMP
5. Sugandi bin Sainan‎ (45), pekerjaan buruh, pendidikan terakhir SMA
6. Suskomo alias Moko bin Sulyam (44), pekerjaan security‎, pendidikan terakhir SMA

JPU mendakwa ke-6 nya dengan dua pasal terkait, dakwaan pertama primer yakni Pasal 160 ayat 1 KUHP tentang Penghasutan‎ baik berupa lisan dan tulisan agar orang lain melakukan kekerasan Junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang Keikutsertaan. Dakwaan kedua primer yakni Pasal 170 ayat ke 2 subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan beserta pengrusakan.

‎Sedangkan ketiga pelaku lainnya yang melakukan pengrusakan‎ yakni:

1. Muhammad Jaenal Aripin bin Rimun (36), pekerjaan Buruh, pendidikan terakhir SD tidak tamat kelas 2
2. Samsudin bin Nisar (36), pekerjaan karyawan swasta, pendidik‎an terakhir SMA
3. Supardi alias Atep‎ bin Badrun (41), pekerjaan karyawan, pendidikan terakhir STM

JPU mendakwa ke-3 nya dengan dakwaan primer yakni Pasal 170 ayat ke 2 subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP tentang pengeroyokan beserta pengrusakan.‎

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Positivity Rate Covid-19 sampai 20 Mei 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 20 Mei 2022

NEWS | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings