BNSP: Kualitas Tenaga Lulusan SMK Belum Sesuai yang Diharapkan Industri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BNSP: Kualitas Tenaga Lulusan SMK Belum Sesuai yang Diharapkan Industri

Rabu, 7 Oktober 2015 | 23:21 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / WBP

Jakarta - Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyatakan, kualitas dan daya daya saing tenaga lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih rendah sehingga tidak terpakai dunia industri. Hal tersebut dipengaruhi perbedaan pembelajaran saat magang dengan dunia kerja.

“Ada perbedaan kualitas teknologi di SMK dan dunia Industri,” kata Kepala BSNP Sumarna Abdurrahman pada diskusi bertemakan "Sekolah Menengah Pertama Menjawab Daya Saing Nasional," di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (7/10).

Ke depan, Sumarna mengharapkan, pemerintah menyesuaikan kurikulum SMK dengan standar yang dikembangkan industri. Saat ini lanjut dia, kurikulum yang dijalankan belum mencerminkan mutu yang diharapkan dunia industri karena keterbatasan peralatan. "Ketika siswa magang, mereka mengunakan teknologi standar yang berbeda dengan teknologi di industri," kata dia.

Untuk itu kata dia, diperlukan kemitraan antara SMK dan industri. Pemerintah harus memberi insentif kepada industri yang mau menjalin kerja sama dengan SMK berupa keringanan pajak.

Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, pemerintah telah menyiapkan SMK rujukan yang membawahi 3-5 sekolah di sekitarnya sehingga bisa mendapatkan fasilitas yang baik. Saat ini jumlah SMK rujukan ada 1.650, dan ke depan akan terus dikembangkan.

Mustaghfirin menjelaskan, saat ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan BNSP untuk mengeluarkan sertifikat kompetensi lulusan SMK untuk bersaing dengan tenaga kerja dari luar negeri. “Ini cara kami, strategi untuk meningkatkan mutu,”ujarnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS