Logo BeritaSatu

Syiah Akan Dibom, Densus: Mereka Terpengaruh Paham ISIS

Minggu, 20 Desember 2015 | 12:23 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / PCN

Jakarta- Detasemen Khusus 88/Antiteror berhasil menggagalkan plot teror pengeboman kelompok Syiah dengan menangkap setidaknya lima orang calon tersangka di sejumlah tempat sejak Jumat hingga Sabtu (18-19/12).

Mereka adalah Riswandi alias Iwan alias Zaid dan Yudinov Syahputra alias Kholid di Majenang serta Zaenal dan Asep Urip di Tasikmalaya, dan Abu Jundi alias Abdul Karim di Sukoharjo.

Asep adalah pengajar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Tasikmalaya, sedangkan Zaenal menjadi santri di pondok pesantren tersebut. Kedua orang ini diduga sebagai perakit bom yang bahannya disembunyikan Abu Jundi di Sukoharjo.

Kelompok ini berniat melakukan pengeboman pada pengikut Syiah di Pekalongan, Bandung, dan Pekanbaru. Dana pembuatan bom itu didapat dari seorang TKI di Hong Kong berinisial TA sejumlah Rp 8 juta.

TKI itu merupakan istri dari Zaenal yang kendati dibekuk di Tasikmalaya tapi dia kelahiran Bukit tinggi, 9 November 1975, dan berasal dari Sijunjung, Sumbar.

Mengapa Syiah Indonesia kini ditarget bom?

Plt Kadensus Kombes Edy Hartono mengatakan jika pelaku terinsipirasi jihad global ala ISIS yang sudah menyerang kelompok Syiah di berbagai belahan dunia dengan alasan Syiah menyimpang dari Islam.

"Ini sepertinya dipengaruhi kombinasi berbagai faktor termasuk ISIS. Mereka menyiapkan bom HP dan akan segera beraksi kalau tidak kita cegah," kata Edy, Minggu (20/12).

Pada awal Desember lalu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Politik, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan juga telah mengatakan adanya informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) bahwa Syiah akan jadi target.

"Kalau yang kita tangkap di Jawa Timur itu terkait pabrik senjata kelompok Jamaah Islamiah (JI) Klaten yang kita ungkap pada Mei 2014 lalu itu. Kebetulan waktu penangkapannya hampir bersamaan dengan kelompok Abu Jundi," tambah Edy.

Seperti diberitakan, yang ditangkap di Jatim itu adalah M Khairul Anam alias Muhamad alias Karto alias Bravo alias Amin, lalu Teguh Prambanan, dan Imran. Ketiga orang di dibekuk di Mojokerto.

Tak lama kemudian, di Perum Kotabaru, Driyorejo, Gresik juga ditangkap Joko Ardiyanto alias Ardiyanto alias Luluk alias Asmaro. Dia juga merupakan buron kasus pembuatan bengkel senjata api milik JI di Klaten itu.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Singapura dan Uni Afrika Saling Akui Sertifikat Vaksinasi Covid

Singapura dan Uni Afrika Saling Akui Sertifikat Vaksinasi Covid

NEWS | 24 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings