Logo BeritaSatu

Representasi Perempuan Harus Menjadi Regulasi dan Kebijakan Anggaran

Senin, 18 Januari 2016 | 10:21 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAH

Kanada - Isu kesetaraan jender di politik tidak boleh berhenti pada hanya soal jumlah perempuan yang menjadi anggota legislatif atau pejabat eksekutif. Namun lebih dari itu, kesetaraan jender berarti memastikan kebijakan hukum dan anggaran negara harus adil terhadap perempuan.

Hal itu diungkapkan oleh Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, yang juga anggota Delegasi Parlemen RI saat Meeting of Women Parliamentarians, dalam sidang APPF ke-24 di Vancouver, Kanada. Pertemuan dilaksanakan di Hotel Westin, Vancouver, Senin (18/1) dini hari Waktu Indonesia Barat.

Advertisement

“Kesetaraan jender di politik tidak boleh dimaknai sebatas angka. Tapi representasi perempuan itu harus berlanjut menjadi regulasi dan kebijakan anggaran yang lebih adil bagi perempuan,” kata Irine Yusiana.

Perempuan yang duduk sebagai anggota Komisi I DPR RI itu menyatakan bahwa Indonesia sudah memiliki aturan tentang minimal kuota 30 persen perempuan dalam pemilihan legistlatif. Publik juga bisa melihat bahwa anggota Kabinet Kerja Presiden Jokowi juga mencatatkan jumlah menteri perempuan terbanyak sepanjang sejarah Indonesia.

Namun, menurut Irine, perjuangan perempuan di politik tidak boleh sebatas aspek kuantitatif seperti hal tersebut. Ditegaskannya, aspek kuantitatif itu hanya pintu masuk untuk mengupayakan peningkatan kualitas perempuan yang nyata di suatu negara. Masih banyak tantangan bagi perempuan di Indonesia, dan seringkali itu karena kurangnya kesempatan bagi mereka.

"Karena itu, Anggota parlemen di DPR maupun DPRD perlu merancang kebijakan dan anggaran yang bisa memberi kesempatan lebih luas bagi perempuan,” kata Irine.

Pertemuan khusus untuk anggota parlemen perempuan ini baru pertama kali diadakan dalam APPF, dan merupakan hasil usulan delegasi Indonesia dalam Sidang APPF ke-23 di Ekuador pada 2012.

Pertemuan tahunan anggota parlemen se Asia Pasifik kali ini diikuti oleh 27 negara di kawasan Asia Pasifik. Termasuk negara-negara dari Amerika Latin, Tiongkok, AS, dan Rusia. Pertama kali dibentuk pada 1993 di Tokyo, APPF bertujuan mengembangkan kerja sama berbagai bidang di antara parlemen di kawasan Asia Pasifik.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekuk Wolfsburg, Bayern Muenchen Selalu Menang dalam 2 Partai Awal

Tekuk Wolfsburg, Bayern Muenchen Selalu Menang dalam 2 Partai Awal

BOLA | 37 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings