Logo BeritaSatu

Alvara Research Center: Ahok-Djarot Masih Unggul

Kamis, 26 Januari 2017 | 16:32 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta - Alvara Research Center merilis hasil survei tentang tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya, pasangan nomor urut dua, yakni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat masih unggul dari dua pasangan lainnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Basawedan-Sandiaga Uno.

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali mengatakan, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot sebesar 34,83%, disusul pasangan Agus-Sylvi sebesar 31,75%, dan di posisi terakhir pasangan Anies-Sandi dengan elektabilitas 22,17%.

"Sementara, pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 11,25%, sehingga Pilgub DKI Jakarta berpotensi dua putaran. Pasangan Agus Sylvi dan Ahok-Djarot paling berpotensi maju di putaran kedua," kata Hasanuddin dalam paparan hasil surveinya di Jakarta, Kamis (26/1).

Dikatakan, dalam survei ini, proses pengumpulan data dilakukan pada 11-17 Januari 2017. Survei dilakukan melalui tatap muka ke rumah warga terhadap 1.200 responden warga DKI di 120 kelurahan. Penyebaran sampel responden di kecamatan mengikuti proporsi sebaran populasi penduduk DKI di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga Kepulauan Seribu.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error sebesar 2,8% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Proporsi pria dan perempuan dalam survei ini 50:50, di mana 85,9% responden dalam survei ini memeluk agama Islam, dengan usia 17-45 tahun lebih banyak (72,5%) daripada usia di atas 45 tahun (27,5%). Dari sisi profil etnis, diperoleh hasil ada tiga etnis masyarakat Jakarta, yaitu Jawa (35,3%), Betawi (29,2%), dan Sunda (18,3%).

Hasanuddin mengungkapkan, dalam surveinya itu ditemukan bahwa secara popularitas semua kandidat cagub sudah dikenal dengan baik seluruh pemilih DKI Jakarta. Ketiga pasangan calon memiliki tingkat popularitas yang cukup tinggi, yaitu di atas 90%. Pasangan Agus-Sylvi sebesar 96,3%, Ahok-Djarot 97,5%, dan Anies-Sandi 95%.

"Hal ini tentunya didukung oleh pemberitaan masif di media massa dan komunikasi yang dijalankan oleh masing-masing pasangan. Pasangan Agus-Silvy dan Anies-Sandi dari segi popularitas tidak berbeda jauh dengan pasangan petahana Ahok-Djarot," ujarnya.

Jika diperdalam lagi, nama pasangan yang pertama kali disebut (top of mind) saat ditanyakan, "siapa pasangan yang dikenal", nama Ahok-Djarot disebut pertama kali oleh 52,3% diikuti oleh Agus-Sylvi (27,3%) dan Anies-Sandi (20,4%).

Kemudian, dari segi citra masing-masing kandidat, ujarnya, dengan menggunakan analisis perceptual mapping setiap kandidat memiliki positioning dan diferensiasi yang kuat di benak pemilih. Artinya, pemilih sudah memilik pemahaman yang baik tentang perbedaan setiap kandidat Pilgub DKI Jakarta.

"Agus-Sylvi dipersepsikan dengan nasionalis dan berjiwa pemimpin, Ahok-Djarot dipersepsikan mampu menyelesaikan masalah dan mampu melakukan perubahan, satu kata satu perbuatan. Sementara, pasangan Anies-Sandi dipersepsikan dengan intelektual, cerdas, pintar, berwibawa, dan dekat dengan rakyat," katanya.

Menurut Hasanuddin, terjadi pertarungan yang ketat antara Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot di pemilih kelas bawah dan kelas menengah. Sementara, pemilih kelas atas cenderung memilih Ahok-Djarot.

“Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pasangan Ahok-Djarot untuk memastikan pemilihnya datang ke TPS, karena kelas menengah ke atas biasanya pada hari H malas datang ke TPS. Sedangkan, bagi Agus-Sylvi, hal ini menunjukkan bahwa program mereka mampu menarik hati masyarakat kelas menengah ke bawah," tuturnya.

Terkait dengan alasan memilih, lanjut dia, mayoritas responden pemilih pasangan Agus-Sylvi beralasan pasangan ini muda dan tegas. Sedangkan, pemilih pasangan Ahok-Djarot mengatakan kinerja mereka bagus dan tegas. "Responden pemilih pasangan Anies-Sandi menyebutkan alasan karena pintar, intelek, dan santun," ungkapnya.

Dari sisi area, kata Hasanuddin, pasangan Ahok-Djarot lebih unggul di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Kepulauan Seribu. Sementara, sedangkan pasangan Agus-Sylvi unggul di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur. Di Jakarta Utara, terjadi persaingan ketat antara Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot dalam merebut keunggulan suara yang lebih banyak.

Alvara Research Center juga mengajukan simulasi pertanyaan kepada responden, yakni jika Pilgub DKI berlangsung dua putaran kedua. Hasilnya, jika Agus-Sylvi berhadapan dengan Ahok-Djarot akan terjadi pertarungan yang ketat di antara dua pasangan itu. Perbedaan perolehan elektabilitas keduanya sangat tipis, Agus-Sylvi sebesar 42,3%, Ahok-Djarot 41,4%, pemilih yang belum memutuskan sebesar 15%, dan golput sebesar 1,3%.

Sedangkan, jika Ahok-Djarot berhadapan dengan Anies-Sandi, maka Ahok-Djarot akan lebih unggul (45,4%) dibandingkan Anies-Sandi (33,3%) dengan pemilih yang belum memutuskan sebesar 18,6% dan golput 2,8%

Jika Anies-Sandi berhadapan dengan Agus-Sylvi, maka Agus-Sylvi akan lebih unggul (37,8%) dibandingkan Anies-Sandi (32,8%) dengan pemiiih yang belum memutuskan sebesar 25% dan golput 5,1%

Hasil survei ini, kata Hasanuddin, menunjukan bahwa secara geografis daerah pertempuran (battlefield) yang keras akan terjadi di daerah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Dari sisi demografis, berdasarkan kelompok usia, pertarungan ketat akan terjadi dalam memperebutkan suara pemilih generasi milenial (17-35 tahun).

Sedangkan, dari kelas sosial, pertarungan ketat akan terjadi di kelas menengah ke bawah, dari sisi agama akan terjadi pada pemilih Islam, dan dari sisi etnis akan terjadi di etnis Jawa, Sunda, dan Betawi.

“Dengan demikian sesuai dengan hipotesis kami empat bulan lalu, survei ini membuktikan bahwa kunci kemenangan Pilgub DKI Jakarta ada tiga, yaitu pemiiih milenial, kelas menengah, dan muslim. Kandidat yang mampu meraih simpati dan mendulang suara dari tiga tipe pemilih ini akan memenangkan Pilgub DKI Jakarta," tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Deddy Corbuzier


# UAS


# Timnas Indonesia


# Minyak Goreng


# Lin Che Wei


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
POJK Perlindungan Konsumen Dorong Masyarakat Paham Haknya

POJK Perlindungan Konsumen Dorong Masyarakat Paham Haknya

EKONOMI | 33 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings