Logo BeritaSatu

Golkar Kecewa Hasil Paripurna RUU Pemilu

Jumat, 13 April 2012 | 13:12 WIB
Oleh : B1

"Fraksi Partai Golkar (FPG) berkomitmen untuk terus membangun sistem politik yang lebih baik, yang sudah menjadi amanat konstitusi dengan sistem presidensial. Sistem ini akan lebih efektif jika jumlah partai sederhana."

Partai Golkar merasa kecewa dengan hasil paripurna Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu, karena dari empat isu krusial yang dibahas, hanya satu usulan Golkar yang disetujui yaitu menggunakan sistem pemilu proporsional terbuka.

Sisanya, Golkar kalah suara dengan partai lainnya.

"Kecewa namun tidak menyesal. Kami Fraksi Partai Golkar (FPG) berkomitmen untuk terus membangun sistem politik yang lebih baik, yang sudah menjadi amanat konstitusi dengan sistem presidensial. Sistem ini akan lebih efektif jika jumlah partai sederhana. Optimalisasi dan efisiensi kinerja di parlemen menjadi keinginan utama dari Golkar," kata Wakil Sekjen Partai Golkar, Nurul Arifin, di Jakarta, hari ini.

Dengan tujuan itu maka FPG memilih untuk konsisten dengan pilihannya yaitu, sistem pemilu terbuka; alokasi kursi 3-8 per daerah pemilihan (Dapil); ambang batas masuk parlemen (parliamentary treshoold/PT) 4 persen; serta sisa suara dikonversi menjadi kursi dengan metode penghitungan Devinsor Webster.

Sebelumnya dalam paripurna, Kamis kemarin, disepakati penggunaan Metode Kuota Murni sebagai tata cara konversi penghitungan suara dalam RUU Pemilu.

Selain itu, ambang batas pemilu (parliamentary threshold/PT) secara nasional 3,5 persen.

Paripurna juga menetapkan sistem pemilu adalah proporsioanal terbuka dengan alokasi kursi 3 hingga 10 per daerah pemilihan (Dapil) untuk DPR pusat; dan 3 hingga 12 untuk DPRD provinsi dan kabupaten.

Nurul menjelaskan metode Webster adalah yang paling banyak digunakan di dunia karena dianggap paling adil.

Dengan metode ini, perolehan suara banyak dipresentasikan dalam jumlah kursi yang sesuai.

"Metode Quota adalah model ketidakadilan, karena partai-partai menengah yang hanya dapat kursi dari suara yang tidak sebanding dengan kursi bilangan pembagi (BPP). Kami ingin berkontribusi terhadap pembangunan politik dan pendidikan politik negeri ini," kata anggota Komisi II DPR ini.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

EKONOMI | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings