Industri Data Center RI Jamin Data Pelanggan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri Data Center RI Jamin Data Pelanggan

Jumat, 5 Mei 2017 | 09:00 WIB
Oleh : Emanuel Kure / MUS

Jakarta - Penyedia pusat data (data center) menjamin keamanan data para pelanggan yang disimpan di Indonesia (RI). Pasalnya, data center di Indonesia sudah berstandard internasional, sehingga keamanan data, suplai energi, dan teknologi yang diterapkan sangat terjamin. Meski demikian, dukungan regulasi dari pemerintah sangat dibutuhkan oleh para pemain industrinya agar investasinya tidak sia-sia.

Ketua Indonesia Data Center Provider Association (IDPRO) Kalamullah Ramli mengatakan, pemain industri data center yang tergabung dalam IDPRO sudah memenuhi standars internasional, sehingga tidak perlu dikhawatirkan lagi kemanan data pelanggan maupun sisi kualitas lainnya. Yang diperlukan oleh para pemain data center justru ketegasan pemerintah untuk memastikan aturan bahwa semua data warga negara Indonesia harus berada di Tanah Air. Sebab, data merupakan aset sangat penting bagi setiap orang di era digital sekarang.

“Soal security (keamanan), semua data center kan sudah standard internasional. Apalagi, kalau sudah dinilai sebagai tier 3, itu pasti dijamin keamanannya, termasuk security, suplai energi, dan lainnya. Kami berharap, pemerintah tetap dengan kebijakannya untuk mewajibkan data center ada di Indonesia, sehingga investasi pengusaha nasional bisa terselamatkan,” kata Kalamullah di acara Tech Talk di kantor The Habbie Center, Jakarta, Kamis (4/5).

Menyikapi isu keamanan data nasional, pihaknya pun berinisiatif untuk membentuk sebuah asosiasi yang disebut IDPRO. Tujuannya untuk memastikan kemanan data pelanggan melalui data center yang terletak di Indonesia.

Di dalam IDPRO, terdapat 7-9 pemain industri data center yang sudah bergabung dan memiliki 23 commercial data center di Indonesia. Luas data center yang tergabung dalam IDPRO mencapai sekitar 175 ribu meter persegi yang terletak di 20 provinsi di Tanah Air. Anggota IDPRO telah investasi sekitar US$ 400 juta untuk membangun data center di Indonesia.

“Kami pun harapkan kebijakan pemerintah untuk mendorong data center untuk ada di Indonesia. Kalau berubah kebijakan, tentu ada resiko investasi. Hal ini perlu dipertimbangkan dalam setiap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Peran Pemerintah
Sementara itu, Kasubdit Budaya Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Intan Rahayu mengungkapkan, pemerintah, dalam hal ini Kemkominfo, Bank Indonesia (BI), maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan aturan-aturan yang mengatur tentang keamanan data pelanggan maupun aturan yang mewajibkan tersedianya data center di Indonesia bagi pelanggan warga negara Indonesia.

Salah satunya, hal itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 82 tahun 2012 tentang Penyelengaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). Itu artinya, pemerintah juga turut mendukung keamanan data pelanggan melalui regulasi yang telah dibuat.

Sebab, berdasarkan data yang diolah dari berbagai sumber, Kemkominfo menemukan, saat ini, Indonesia telah menjadi salah satu target serangan dari para peretas (hacker) dunia. Terdapat berbagai pola serangan kejahatan siber (cyber crime) yang dilancarkan oleh para hacker untuk mencuri data pelanggan di Indonesia.

“Indonesia menjadi salah satu negara transit point bagi para hacker untuk menyerang. Pola serangannya pun macam-macam. Jadi, ini juga harus diwaspadai oleh setiap orang,” terang Intan.

Terkait aturan yang mewajibkan setiap perusahaan asing harus meletakkan data center-nya di Indonesia, Intan menuturkan, hal itu sudah menjadi perhatian pemerintah. Jika Kemkominfo sudah mengaturnya dalam PP PTSE, OJK juga sudah mengatur dalam berbagai aturan yang mewajibkan industri di sektor layanan jasa, seperti perbankan.

“Ini memang masih dalam PP. Tetapi, kita sudah punya aturan. Bahkan, dari sektor keuangan sudah diatur. Jadi, sudah diatur oleh OJK, yang setahu saya itu sudah mengatur bahwa data-data memang harus berada di Indonesia. Tetapi untuk sanksi bagi yang belum mematuhi aturan, sifatnya masih bersifat sanksi administratif. Skemanya juga sedang disusun lebih lanjut,” tuturnya.

Kedaulatan
Chairman Institute for Democracy trough Science and Technology (IDST) Ilham A Habibie mengungkapkan, menjaga kemanan data nasional juga berarti menjaga kedaulatan data negara Indonesia. Dia pun meminta setiap perusahaan yang beroperasi di Indonesia, baik lokal maupun asing harus menyimpan data-data pelanggannya di Indonesia.

“Data sangat penting bagi negara dan kedaulatan kita. Karena itu, data harus diamankan. Perusahaan yang beroperasi di Indonesia harus menyimpan data pelanggan di Indonesia,” tegas Ilham.

Dia menyampaikan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan digital yang luar biasa. Berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC), sejak 2014, pertumbuhan data meningkat dua kali lipat setiap dua tahun. Diperkirakan, pada 2013-2020, 60% dari data digital yang dihasilkan dari negara-negara maju akan bertukar tempat dengan data-data dari negara berkembang.

“Artinya, penduduk di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, akan lebih banyak memproduksi data digital dalam kurun waktu 4-5 tahun mendatang,” pungkasnya.





Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Di Tengah Krisis, Presiden Burkina Faso Pecat PM

Di Tengah Krisis, Presiden Burkina Faso Pecat PM

DUNIA | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings