Jakarta - Advokat senior Todung Mulya Lubis menegaskan bakal membela Fiera Lovita, seorang dokter umum di RSUD Kabupaten Solok yang diberitakan menjadi korban intimidasi oleh organisasi masyarakat tertentu. Intimidasi ini dialami Fiera atau Lola lantaran tulisannya di laman Facebook mengenai kasus Rizieq Syihab dan Firza Husein.
"Saya ingin membela Dokter Lola kalau dia betul-betul terus diancam oleh pihak-pihak yang melakukan intimidasi dan persekusi terhadap yang bersangkutan," kata Todung usai Deklarasi Forum Advokat Pengawal Pancasila di Jakarta, Senin (29/5).
Todung menyatakan, belakangan ini terdapat kelompok-kelompok tertentu yang melakukan persekusi atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga oleh kelompok tertentu untuk diintimidasi, disakiti, hingga diancam nyawanya hanya karena perbedaan pendapat di media sosial.
Menurut Todung, pihak-pihak yang melakukan persekusi tersebut tidak suka terhadap kebinekaan dan kemajemukan bangsa Indonesia. Maraknya persekusi ini kata Todung, merupakan kemunduran bagi Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Todung meminta pihak kepolisian bertindak tegas tanpa kompromi terhadap siapapun yang melakukan intimidasi dan ancaman.
"Karena ini adalah hak untuk menyampaikan pendapat. Bahwa seseorang setuju atau tidak, itu soal lain. Tapi menurut saya tidak boleh dalam negara demokrasi, negara yang menganut HAM itu ada intimidasi, ada teror, ada persekusi terhadap mereka-mereka yang berseberangan pendapat," tegasnya.
Baca juga: Kasus Dokter Fiera, Polisi: Lebih Baik Lapor Kami
Menurut Todung kondisi saat ini baru pertama kali dihadapi bangsa Indonesia. Sebelumnya, perbedaan pendapat yang terjadi di masyarakat hanya sebatas pada perkelahian opini. Namun, saat ini, berbeda pendapat dapat dituduh sebagai kafir, tidak punya kepercayaan, bahkan dianggap sebagai musuh.
"Di Indonesia ini perbedaan antara musuh dan lawan tidak jelas. Semua orang dianggap musuh. Padahal bisa jadi kita menjadi lawan, lawan dalam berdebat, lawan dalam beracara di pengadilan, lawan dalam diskusi tapi bukan musuh. Jadi di Indonesia ini situasinya sudah agak memprihatinkan. Dia kawan atau lawan. Padahal kita ini satu sebagai bangsa. Makanya saya agak menyesal dan kecewa, kok Indonesia yang saya kenal sekarang ini bukan Indonesia yang kita kenal dulu. Ini Indonesia yang lain sama sekali. Indonesia yang saudara-saudara tidak mungkin tidak kenal. Tidak ada jaman dulu yang kita alami bersama punya Indonesia seperti sekarang ini," ungkapnya.
Todung menegaskan, kondisi saat ini harus menjadi alarm bagi mayoritas yang selama ini diam. Untuk itu, Todung mengapresiasi inisiasi para advokat muda yang membentuk Forum Advokat Pengawal Pancasila yang berupaya melawan paham-paham yang mengancam Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.
"Jadi ini betul-betul wake-up call buat kita untuk bangkit. Dan saya bangga kepada anak-anak muda, advokat-advokat muda yang mengambil inisiatif pada hari ini. Mereka menyatukan kita untuk menghadapi radikalisme, fundamentalisme, sekterianisme yang betul-betul bertentangan dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," katanya.
Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini
Sumber: Suara Pembaruan
