"Saya Pancasila" atau "Saya Pancasilais"?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

"Saya Pancasila" atau "Saya Pancasilais"?

Jumat, 2 Juni 2017 | 17:53 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani, Anselmus Bata / AB

Jakarta – Belakangan ini ungkapan "Saya Indonesia, Saya Pancasila" beredar luas di masyarakat, terutama di media sosial. Sejumlah pejabat negara, selebritas, hingga warga masyarakat menggunakan ungkapan tersebut sebagai status pada akun media sosial berdampingan dengan foto diri.

Ungkapan tersebut, khususnya "Saya Pancasila", ternyata memunculkan pro-kontra. Ada kalangan yang menyebutkan ungkapan yang lebih tepat adalah “Saya Pancasilais”, bukan “Saya Pancasila”.

Sriyanto, pakar bahasa Indonesia dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Badan Bahasa) kepada Beritasatu.com, Jumat (2/6), menyatakan bila dilihat dari sudut pandang ilmu tentang bahasa (linguistik), ungkapan yang tepat adalah “Saya Pancasilais”.

"Pancasilais itu berarti ‘penganut ideologi Pancasila’. ‘Saya Pancasilais’ hanya berarti ‘saya penganut ideologi Pancasila’. Tetapi ‘Saya Pancasila’ mengandung banyak arti. Itu bedanya," katanya.

Ungkapan "Saya Pancasila", lanjut Sriyanto, hendaknya dipahami sebagai ungkapan yang kreatif, bukan ungkapan yang lugas.

"Itu ungkapan yang kreatif," katanya.

Dengan satu ungkapan tersebut, lanjutnya, akan menyiratkan banyak makna yang positif. “Saya Pancasila” bisa mengandung makna: saya (cinta) Pancasila; saya (penganut paham) Pancasila; saya (pembela) Pancasila; saya (pejuang nilai-nilai) Pancasila; atau saya (menjadi benteng) Pancasila.

"Di situ letak kehebatannya. Satu ungkapan mengandung sekian makna. Itu hanya ada dalam karya kreatif atau karya satra. Ungkapan kreatif itu mengikuti cara pengungkapan sastra," ujar Sriyanto.

Senada dengannya, pakar bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia, Untung Yuwono menyatakan sesuai dengan kaidah formal pembentukan kata sifat dalam bahasa Indonesia, ungkapan yang benar adalah "Saya Pancasilais". Maknanya adalah "Saya bersifat atau berperilaku sesuai dengan Pancasila".

Sedangkan ungkapan "Saya Pancasila" bisa dipandang sebagai ungkapan metafora yang kira-kira mempersamakan orang Indonesia sebagai Pancasila; meleburkan Pancasila ke dalam diri orang Indonesia sehingga tidak terpisahkan Pancasila dari diri "saya".

"Pancasila itu ya orang Indonesia. Kalau orang Indonesia itu sudah mengamalkan Pancasila, ya dia melebur dengan Pancasila. 'Pancasila terefleksikan dari saya'. Kira-kira demikian pemahaman saya untuk mencoba memahami ‘Saya Pancasila’, meskipun memang secara semantis formal hubungan antara ‘saya’ yang insani dan ‘Pancasila’ yang konseptual, tidak berterima," kata Untung.

Dalam berbahasa, lanjutnya, ungkapan-ungkapan yang secara gramatikal dan semantis tidak pas, pada akhirnya terterima, ketika penggunanya sudah memahami maksud ungkapan tersebut kemudian.

"Kita mungkin pernah heran dengan ungkapan seperti ‘Itu gue banget’ atau ‘Indonesia banget’ yang secara gramatikal tidak lazim, karena pada umumnya nomina dan kata ganti orang dalam bahasa Indonesia tidak dapat disandingkan dengan kata keterangan penyangatan. Namun, ketika kita tahu apa maksud ungkapan itu, semua menjadi biasa. Tentu saja, bahasa yang demikian dikemukakan sebatas sebagai sebuah ungkapan," ujar Untung.

Sementara itu, dosen filsafat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Iva Ariani menyatakan penggunaan ungkapan “Saya Pancasila” kurang tepat dari sisi bahasa maupun pemaknaan. Kata “Pancasila” seharusnya dibubuhi tambahan is yang berarti penganut ideologi atau pandangan Pancasila.

"Memang penggunaan ‘Saya Pancasila’ atau ‘Saya Pancasilais’ menjadi perdebatan di antara kami dosen filsafat. Yang tepat sesungguhnya, Pancasilais, yang artinya paham Pancasila," katanya.

Penggabungan dua kata benda, yakni “saya” dan “Pancasila” dalam satu frasa sesungguhnya tidak tepat. Namun, pilihan frasa itu tidak perlu diperdebatkan.

"Slogan itu baik adanya. Mengingatkan kembali bahwa saya-kita adalah bangsa Indonesia. Hidup-mati di Indonesia, dan Pancasila sebagai falsafah, cara pandang, cara hidup dalam memaknai ke-Indonesiaan," katanya.

Sedangkan menyangkut ungkapan "Saya Indonesia", lanjut Iva, memang agak berbeda dengan ungkapan "Saya Pancasila". "Saya Indonesia" menyiratkan nations, kebangsaan, seperti halnya penyebutan American, yang artinya orang Amerika.

"Saya Indonesia tidak soal, tetapi ‘Saya Pancasila’ menjadi sedikit rancu," katanya.

Bagi Iva, persoalan apakah seseorang sudah Pancasilais atau belum, justru datang dari pandangan pihak ketiga atau orang lain. "Saya lebih cocok kalau pandangan Pancasilais itu dilontarkan orang lain. Maka sesungguhnya, pilihan kata yang pas adalah ‘Saya ber-Pancasila’," katanya.

Slogan yang ramai-ramai dipakai sebagai status pribadi di media sosial itu, kata Iva, mampu kembali menggugah rasa kebangsaan yang kian luntur. "Sekarang saya lihat, hampir tiap orang menggunakan ‘Saya Indonesia-Saya Pancasila’, bersamaan dengan hari peringatan lahirnya Pancasila. Hal ini paling tidak bisa mengingatkan kembali jati diri kita sebagai orang Indonesia," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

Tenggelam di Perairan Nusakambangan, Kapal Kemkumham Angkut 2 Truk Proyek

NASIONAL | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings