Logo BeritaSatu

APBD 2018, Wagub Jambi Mengaku Tak Dilibatkan Zumi

Kamis, 4 Januari 2018 | 19:49 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta - Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/1) sore. Fachrori diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengesahan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

Usai diperiksa penyidik, Fachrori mengaku tak dilibatkan oleh Gubernur Jambi Zumi Zola dalam proses penyusunan maupun pembahasan APBD Jambi. Bahkan, sejak awal, Fachrori menyebut tak pernah diajak berkomunikasi mengenai APBD ini.

Advertisement

"Ndak, ndak. Makanya Wagub ini boleh dikatakan enggak ada ikut campur. Enggak ada, enggak ada (dilibatkan Gubernur Jambi Zumi Zola)," kata Fachrori di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (4/1).

Untuk itu Fachrori mengklaim tak tahu menahu mengenai tindakan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, Asisten Daerah Bidang III Jambi Saifudin, dan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jambi Arfan yang menyuap anggota DPRD Jambi agar mengesahkan APBD. Apalagi, Fachrori mengaku sedang berada di Jakarta saat tiga anak buahnya itu menyerahkan suap kepada anggota DPRD dan ditangkap tim Satgas KPK.

"Eh betul. saya kan berada di Jakarta. Jadi ndak ada acara itu. Itu (OTT) duluan daripada kita," tuturnya.

Sebelum terjadinya transaksi suap tersebut, Fachrori pun mengaku sama sekali tak berkomunikasi dengan Erwan. Bahkan, Fachrori mengklaim tak pernah dilaporkan oleh Erwan mengenai proses pembahasan APBD dengan DPRD.

"Enggak ada, enggak ada. Saya enggak mau berdosa, enggak mau berbohong. ndak...ndak...ndak ada sama sekali (komunikasi dengan Erwan)," katanya.

Sebelumnya, Lifa Malahanum Ibrahim, kuasa hukum Plt Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Erwan Malik, menyebut, kliennya mendapat arahan dari atasannya yakni Gubernur Jambi Zumi Zola untuk memberikan uang kepada anggota DPRD Jambi untuk memuluskan pengrsahan APBD.

KPK diketahui tengah mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, termasuk Gubernur Jambi, Zumi Zola. Tim penyidik telah menggeledah Kantor Gubernur Jambi untuk mencari bukti-bukti suap tersebut.‎ Tak hanya itu, tim penyidik juga sudah menggeledah DPRD Jambi dan Kantor Setda Jambi. Dari penggeledahan itu, tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting seperti dokumen penganggaran dan catatan keuangan.

Diketahui, KPK menetapkan Ketua Fraksi PAN dan anggota Banggar DPRD Jambi, Supriyono; Asisten Daerah III Pemprov Jambi Saifudin; Plt Kadis PUPR, Arfan dan Plt Sekda Pemprov Jambi Erwan Malik sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan APBD tahun anggaran 2018. Supriyono diduga menerima suap dari tiga pejabat Pemprov Jambi itu untuk menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi tahun 2018.

Diduga, Pemprov Jambi sudah menyiapkan "uang ketok" sebesar Rp 6 miliar untuk "mengguyur" DPRD Jambi. Namun, KPK baru menyita Rp 4,7 miliar dalam OTT pada Selasa (28/11). Sementara Rp 1,3 miliar lainnya sudah diserahkan pihak Pemprov Jambi kepada anggota DPRD Jambi. Diduga, suap itu diberikan ketiga pejabat Jambi atas perintah Zumi Zola.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Puan Maharani


# Pohon Koka


# Brigadir J


# Ferdy Sambo


# Mahfud MD


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Beredar CCTV Perjalanan Istri Ferdy Sambo hingga Menghilangnya Brigadir J

Beredar CCTV Perjalanan Istri Ferdy Sambo hingga Menghilangnya Brigadir J

NEWS | 25 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings