JPS Luncurkan Program Smart Insurance
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

JPS Luncurkan Program Smart Insurance

Selasa, 16 Januari 2018 | 17:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta - PT Jaya Proteksindo Sakti (JPS), perusahaan di bidang jasa broker asuransi kerugian mengincar pertumbuhan jumlah premi dan klien hingga dua kali lipat pada tahun 2018 melalui program Smart Insurance.

Managing Director JPS, Ruddy Sudjono, mengatakan, program yang baru diluncurkan pada awal tahun ini memiliki tujuan agar pelaku industri dimudahkan dalam hal berasuransi.

"Apabila para pelaku usaha sudah menerapkan smart insurance pasti mereka akan mendapatkan 3S yakni swift, simple, and satisfied. Mulai dari coverage polis yang ada, biaya yang efisien karena nasabah tidak dikenakan charge broker, hingga kemudahan klaim," ujar Ruddy, di Jakarta, Selasa (16/1).

Ruddy mengatakan, program ini menyasar pangsa korporat terutama pemilik pabrik skala menengah dengan aset Rp 100 miliar ke atas. Saat ini, porsi kontribusi premi masih besar disumbang oleh korporat dengan persentase 80 persen dan ritel 20 persen. Namun, dalam dua tahun kedepan perseroan ingin memperbesar kontribusi ritel hingga 40 persen. Adapun caranya melalui kerja sama oleh bank. "Saat ini kami sudah mulai penjajakan dengan HSBC, Maybank dan ANZ, serta beberapa bank lagi," katanya.

Rudi menyatakan, smart insurance ini merupakan konsep yang sangat membantu para pelaku industri untuk memiliki produk asuransi. Pasalnya, lanjut dia, smart insurance akan menjadi kebutuhan para pelaku industri sebagai produk asuransi mereka.

"Contoh, jika pelaku industri memiliki pabrik dengan risiko yang cukup tinggi seharusnya memakai lima sama enam polis yang disarankan oleh agen atau broker asuransi. Tapi dengan program smart insurance, mereka bisa saja hanya membeli tiga polis untuk melindungi risiko yang ada. Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi dengan program ini kami ingin pelaku industri lebih efisien dalam berasuransi," kata pria yang sudah 24 tahun bergelut di dunia asuransi tersebut.

Direktur Pemasaran JPS, Calvin Mulyadi menambahkan, semua usaha harus memiliki asuransi yang tepat demi menjamin segala risiko yang nantinya akan terjadi. Kondisi dalam dunia bisnis pasalnya memang tidak terlalu menentu maka dari itu dengan smart insurance, para pelaku usaha akan merasakan ketenangan dalam menjalankan bisnis mereka.

"Karena adanya 3S yang merupakan nilai plus yang kami berikan dalam Smart Insurance ini. Tak hanya itu, program smart insurance yang kami tawarkan kepada para pelaku industri dimaksudkan agar mereka dapat memilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Bahkan bukan tidak mungkin sesuai dengan budget-nya. Karena kami mementingkan efisiensi serta efektivitas polis asuransi yang mereka dapatkan," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS