Halau Hoax, Facebook Luncurkan Fact Checker
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.05)   |   COMPOSITE 6359.21 (17.55)   |   DBX 1342.2 (24.26)   |   I-GRADE 184.288 (0.11)   |   IDX30 516.126 (0.48)   |   IDX80 138.807 (-0.08)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.29)   |   IDXESGL 142.044 (0.1)   |   IDXG30 145.076 (0.68)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.52)   |   IDXQ30 147.857 (0.41)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.63)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.35)   |   IDXV30 136.649 (-0.61)   |   INFOBANK15 1071.96 (2.67)   |   Investor33 444.599 (0.34)   |   ISSI 184.85 (-0.65)   |   JII 633.797 (-1.86)   |   JII70 223.435 (-0.82)   |   KOMPAS100 1241.07 (-1.22)   |   LQ45 967.658 (0.56)   |   MBX 1728.33 (0.25)   |   MNC36 329.04 (0.52)   |   PEFINDO25 326.697 (1.93)   |   SMInfra18 315.108 (-1.3)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.23)   |  

Halau Hoax, Facebook Luncurkan Fact Checker

Senin, 2 April 2018 | 19:59 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta - Facebook Indonesia kembali membuat sebuah program dalam upayanya mengurangi penyebaran berita palsu atau hoax yang marak dibagikan di platform mereka oleh para pengguna. Program yang diberi nama Third Party Fact Checker atau pemeriksa fakta pihak ketiga ini bekerja sama dengan Tirto.id yang telah mendapatkan sertifikasi Poynter Institute, jaringan pemeriksa fakta internasional independen.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengurangi penyebaran berita palsu. Kami akan terus berupaya untuk memperbaiki kualitas akurasi informasi di Facebook, dan pada akhirnya mendukung upaya dalam memberdayakan dan menyajikan informasi yang dibutuhkan komunitas kami di Indonesia,” ujar News Partnership Lead Facebook Indonesia, Alice Budisatrijo, di acara peluncuran program Third Party Fact Checker, di Jakarta, Senin (2/4).

Alice menerangkan, dalam program ini, Facebook dengan machine learning-nya akan mengidentifikasi dan menandai konten yang perlu ditinjau karena dicurigai berisi informasi palsu. Pihak ketiga kemudian akan meninjau berita yang ditandai tersebut, memeriksa faktanya dan menilai akurasinya. Nantinya berita yang telah ditandai sebagai berita palsu oleh setidaknya satu third party fact checker akan ditempatkan di peringkat bawah di News Feed, sehingga secara signifikan akan sulit ditemukan.

"Page yang menyebarkan berita palsu juga akan mengalami penurunan distribusi dan kehilangan kemampuan untuk beriklan dan monetisasi," terang Alice.

Jika pengguna tetap ingin membagikan berita pasu tersebut, Facebook akan memberikan notifikasi bahwa konten tersebut telah dinyatakan sebagai berita palsu oleh pengecek fakta. Selain memberi notifikasi, Facebook juga memberi konten lain dengan perspektif berbeda melalui tautan di artikel terkait.

Selain program Third Party Fact Checker ini, Facebook sebelumnya juga sudah membuat program literasi digital Think Before You Share. Bekerja sama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dalam program tersebut Facebook membekali anak muda dengan ketrampilan berfikir secara kritis, serta kemampuan untuk memiliki rasa empati saat menggunakan media sosial.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS