Logo BeritaSatu

Lembaga Pemantau: Pemilu Thailand Sarat Penyimpangan

Rabu, 27 Maret 2019 | 13:51 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / JAI

Bangkok, Beritasatu.com -Sejumlah lembaga pemantau menyatakan pemilihan umum (pemilu) Thailand yang berlangsung Minggu (24/3/2019), sarat penyimpangan dan condong menguntungkan partai pro-militer, Phalang Pracharat.

Beberapa penyimpangan yang ditemukan antara lain, jutaan surat suara yang tidak valid, kesalahan pemungutan suara, kecerobohan oleh otoritas pemilu yang secara masif mengubah angka awal perhitungan suara. Selain itu, terjadi diskualifikasi kandidat terkait perselisihan jumlah suara.

Organisasi pengawas pemilu, Jaringan Asia untuk Pemilu Bebas (ANFREL) yang berbasis di Bangkok, menyatakan pemilu Thailand sangat condong kepada partai yang dekat dengan pemerintahan militer saat ini. Proses perhitungan suara juga dinilai yang berantakan sehingga menimbulkan ketidakpercayaan.

“Banyak orang masih mengungkapkan ketidakpercayaan atas proses pemilihan, dan banyak temuan yang menunjukkan bahwa ada penyimpangan yang dilakukan untuk menguntungkan partai pro-militer,” kata salah satu pengurus ANFREL, Amael Vier.

Senada dengan itu, pengawas pemilu non-pemerintah Forum Terbuka untuk Yayasan Demokrasi (P-Net) menyatakan pemilu Thailand tidak bebas dan adil.

P-Net mengungkapkan kegagalan Komisi Pemilu Thailand termasuk ketidaksiapan pelaksanaan pemilu di luar negeri. Anggota komisi juga dinilai tidak berpengalaman karena diangkat hanya enam sampai tujuh bulan sebelum pemilihan dan tidak ada pengawas sukarela untuk mengawasi kemungkinan kecurangan di tempat-tempat pemungutan suara.

“Komisi pemilu tidak kompeten untuk menyelenggarakan pemilu secara efisien,” sebut pernyataan P-Net.

Dugaan penyimpangan juga disampaikan partai yang dekat dengan mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Thaksin Shinawatra, Pheu Thai, yang kemudian menyerukan pembentukan koalisi partai-partai oposisi pro-demokrasi untuk mencegah Phalang Pracharat membentuk pemerintahan yang akan kembali meloloskan Prayuth Can-O-Cha menjadi PM.

Pada Selasa (26/3/2019), Amerika Serikat (AS) mendesak transparansi atas dugaan penyimpangan dalam pemilu Thailand. AS menyatakan tidak mendukung partai apa pun, tapi ingin bekerja sama dengan pemerintah terpilih mana pun setelah pemilu hari Minggu lalu.

“Pemungutan suara bersamaan dengan, kami perhatikan, liputan media yang kuat atas prosesnya dan debat terbuka, semua itu tanda-tanda positif untuk kembalinya pemerintahan demokratis yang mencerminkan kehendak rakyat,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Robert Palladino.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Berkas Perkara Tahap 2 Roy Suryo Dinyatakan Lengkap

Berkas perkara kasus meme stupa Candi Borobudur mirip Presiden Joko Widodo dengan tersangka Roy Suryo dinyatakan lengkap.

NEWS | 29 September 2022

Lukas Enembe Susah Bicara, AHY Akui Ada Kesulitan Komunikasi

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe yang sedang sakit strok.

NEWS | 29 September 2022

Literasi Anak, Erha Clinic Luncurkan 3 Taman Baca di Semarang

Erha Clinic meluncurkan tiga Taman Baca Jendela Dunia di Kelurahan Sekayu, Semarang untuk meningkatkan budaya minat baca dan literasi anak.

NEWS | 29 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Ridwan Soplanit Jalani Sidang Etik Hari Ini

Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit menjalani sidang etik imbas dari kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 29 September 2022

AHY Sebut Partai Demokrat Siap Bantu Lukas Enembe jika Dibutuhkan

Ketua Umum Partai Demokrat AHY menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan hukum kepada Gubernur Papua Lukas Enembe yang kini menjadi tersangka KPK.

NEWS | 29 September 2022

Kasus Brigadir J, Kombes Murbani Budi Pitono Dijatuhi Sanksi Demosi 1 Tahun

Mantan Kabag Renmin Divpropam Polri Kombes Murbani Budi Pitono dijatuhi sanksi demosi satu tahun imbas dari kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 29 September 2022

Orang Miskin di Dubai Bisa Dapat Roti Gratis di Mesin Otomatis

Orang miskin di kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) kini bisa mendapatkan roti hangat gratis di mesin otomatis.

NEWS | 29 September 2022

Jadi Tersangka KPK, Lukas Enembe Dinonaktifkan dari Partai Demokrat

Gubernur Papua Lukas Enembe dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Papua setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

NEWS | 29 September 2022

Buka Lowongan, Kini Non PNS Bisa Jabat Dirjen Imigrasi

Seleksi Dirjen Imigrasi kali ini dibuka khusus dari kalangan non-Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang kini dikenal dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

NEWS | 29 September 2022

Besok, Putri Candrawathi Wajib Lapor ke Bareskrim Polri

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akan menjalani wajib lapor pada besok, Jumat (30/9/2022) dalam statusnya sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Berkas Perkara Tahap 2 Roy Suryo Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Tahap 2 Roy Suryo Dinyatakan Lengkap

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings