Logo BeritaSatu

Selama Wabah Covid-19, Persalinan Harus Dilakukan dengan Operasi Sesar

Selasa, 21 April 2020 | 19:42 WIB
Oleh : Dina Manafe / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mencegah penularan Covid-19 pada ibu, bayi, dan tenaga kesehatan, Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk penanganan ibu hamil dan ibu bersalin. Yang paling penting, POGI meminta semua persalinan harus dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes) seperti puskesmas, bidan, dan rumah sakit, selama wabah Covid-19. Kemudian, prosesnya harus dilakukan dengan operasi sesar.

Ketua Umum Pengurus Pusat POGI, dr Ari K Januarto mengatakan, tujuan utama persalinan harus di faskes adalah untuk menurunkan risiko penularan terhadap tenaga kesehatan serta mencegah morbiditas dan mortalitas maternal. Apalagi, 13,7% ibu hamil tanpa gejala bisa menunjukkan hasil positif Covid-19 dengan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).

Advertisement

Oleh karena itu, penolong persalinan harus menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal sesuai level 2. Standar ini hanya bisa dijamin kalau persalinan dilakukan di faskes.

Untuk pertolongan persalinan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien terkonfirmasi Covid-19, prosesnya harus dilakukan dengan operasi sesar dengan berbagai syarat. Pertama, dilakukan di kamar operasi yang memiliki tekanan negatif. Kedua, tim operasi menggunakan APD sesuai dengan level 3.

Bila tidak terdapat fasilitas kamar pembedahan yang memenuhi syarat, proses persalinan pada PDP atau pasien terkonfirmasi Covid-19 dapat dilakukan dengan alternatif. Salah satunya dengan proses operasi sesar di kamar bedah yang dimodifikasi seperti mematikan AC atau modifikasi lainnya yang memungkinkan.

Persalinan normal dapat dilakukan dengan syarat khusus, yakni menggunakan delivery chamber dan tim petugas kesehatan harus menggunakan APD sesuai level 3.

“Semua tindakan persalinan dilaksanakan dengan terlebih dahulu melakukan pemberian informed consent yang jelas kepada pasien dan atau keluarga,” kata Januarto dalam surat rekomendasi yang diterbitkan Sabtu (18/4), dan diterima Beritasatu, Selasa (21/4/2020).

Pada saat pascapersalinan, sesuai kesepakatan dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), PDP maupun pasien terkonfirmasi Covid-19 dapat menyusui bayinya dengan catatan ibu dan bayi menggunakan APD. Ibu menggunakan face shield dan masker N95, sedangkan bayi menggunakan face shield khusus neonatus.

Selain itu, ibu tidak diperkenankan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD), dan bayi dirawat di ruang isolasi, tidak boleh rawat gabung. Kemudian, pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim pascapersalinan tetap dapat dilakukan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Carlo Ancelotti


# Cacar Monyet


# Man City


# Parsindo


# Korea Utara


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Disdik DKI Beri Sanksi Tegas ke Guru Intoleran di Sekolah

Disdik DKI Beri Sanksi Tegas ke Guru Intoleran di Sekolah

NEWS | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings