Tingkatkan Iman
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tingkatkan Iman

Kamis, 21 Mei 2020 | 08:07 WIB
Oleh : AB

Oleh: Ridwan Arif*

Seorang tokoh sufi generasi awal, Dzu al-Nun al-Mishri membagi iman menjadi tiga tingkatan. Pertama, iman orang awam.
Kedua, iman orang khusus (kawash), dan ketiga, iman orang super-khusus (khawash al-khawash).

Iman orang awam disebut juga iman ikut-ikutan (iman taqlīd). Orang yang memiliki iman tingkatan ini meyakini adanya Tuhan hanya karena mengikuti perkataan orang lain seperti orang tua atau ulama dan dia sendiri gagal mengemukakan argumen untuk membuktikan atau mempertahankan keimanannya. Apabila ia ditanya,“Apakah Tuhan ada?” Ia menjawab,“Ya.” Namun ketika ditanya lagi,“Apa bukti adanya Tuhan?” Dia tidak bisa menjawab kecuali menyatakan,"Karena orang-orang atau ulama mengatakan bahwa Tuhan itu ada."

Para ulama ilmu kalam (teolog muslim) berbeda pendapat tentang keabsahan iman jenis ini. Jumhur ulama ilmu kalam menegaskan iman jenis ini tetap sah. Namun, sebagian kecil berpendapat iman jenis ini tidak memadai taqlīd dalam persoalan akidah. Menurut pendapat ini, setiap mukmin minimal mengetahui dalil-dalil akidah secara garis besarnya (ijmālī).

Iman orang khusus adalah imannya ulama atau orang yang sudah mampu mengemukakan argumen-argumen dalam persoalan akidah, baik secara garis besarnya maupun terperinci (tafshīlī). Orang yang memiliki iman jenis ini apabila ditanya misalnya,“Benarkah Tuhan itu ada?” Ia menjawab,“Ya.” Lalu, ketika ditanya,“Apakah bukti (dalil) adanya Tuhan?” Dia menjawab,“Adanya alam semesta. Mustahil alam semesta ini mewujudkan dirinya sendiri, wujud dengan sendirinya atau tercipta secara kebetulan. Kewujudan alam semesta membuktikan wujudnya Tuhan Sang Pencipta, karena secara rasional, kewujudan dalil (bukti) menunjukkan kewujudan madlūl (yang dibuktikan). Seperti kewujudan asap (dalil) menunjukkan adanya api (madlūl)." Iman jenis kedua ini didasarkan dalil-dalil rasional (‘aqliyyah), di samping dalil transmisi (naqliyyah).

Iman orang super khusus adalah imannya para sufi. Para sufi meyakini adanya Tuhan karena ia menyaksikan sendiri secara langsung kewujudan Tuhan dengan mata hatinya (bashīrah). Penyaksian ini disebut musyāhadah qalbiyyah. Penyaksian ini juga dikenal dengan istilah ma’rifah (ilmu pengenalan). Inilah tingkatan iman tertinggi.

Kenapa iman para sufi adalah tingkatan iman tertinggi? Karena, dari aspek epistemologi, iman para sufi didasarkan pada ma’rifah. Ma’rifah adalah pengetahuan langsung yang dicapai melalui intuisi. Pengetahuan jenis ini berbeda dengan pengetahuan yang dicapai melalui akal (ilmu pengetahuan), di mana objek pengetahuan hadir dalam diri subjek pengetahuan. Karena itu, ma’rifah juga dikenal dengan istilah ‘ilm al-hudhūrī (knowlwdge by present). Sedangkan pengetahuan yang dicapai melalui akal, objek pengetahuan terpisah dari subjek pengetahuan. Dengan kata lain, pengetahuan yang dicapai oleh akal adalah pengetahuan tidak langsung.

Setiap mukmin seharusnya berusaha mencapai tingkatan iman tertinggi, yaitu iman orang super khusus dengan mempelajari dan mengamalkan ilmu tasawuf. Ma'rifah tidak dicapai dengan penalaran rasional, tetapi dengan cara mendekatkan diri kepada Allah (taqarrūb) dengan memakai metode penyucian jiwa dari sifat-sifat tercela, menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji, dan memperbanyak amalan-amalan sunah, di samping amalan wajib.

Jika seorang mukmin tidak mampu mencapai tingkatan iman tertinggi ini, minimal ia berada pada tingkatan kedua, yaitu imannya orang-orang khusus dan jangan sampai berada pada tingkatan iman paling rendah, yaitu iman orang awam. Ini karena, iman adalah keyakinan. Mustahil seseorang bisa memiliki keyakinan kalau ia hanya ikut-ikutan perkataan orang lain dan dirinya sendiri gagal mengemukakan argumen tentang sesuatu yang dipercayainya.
Wallah a’lam.

*Dosen Universitas Paramadina Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

TAG: 


BAGIKAN




BERITA LAINNYA



BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS