Logo BeritaSatu

Banyak Guru Tertular Covid-19, PGRI: Jangan Wajibkan Guru Datang ke Sekolah

Rabu, 26 Agustus 2020 | 22:11 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mengatakan, banyaknya guru yang terpapar Covid-19 hingga meninggal harus menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, sejak pemerintah pusat menetapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama Covid-19, ternyata masih banyak pemerintah daerah (pemda) yang membuat kebijakan yang hanya fokus pada keselamatan siswa dan membahayakan guru.

Pemda tetap mewajibkan mereka untuk datang ke sekolah saat siswa belajar dari rumah (BDR). Pasalnya, sebagian besar pemda masih memberlakukan absensi kehadiran guru melalui fingerprint di sekolah. Dengan begitu, para guru harus berinteraksi dengan banyak pihak dan kemudian, terpapar Covid-19.

Unifah menyebutkan, kebijakan absensi fingerprint ini membuat para guru tidak berdaya. Mereka harus tetap berangkat ke sekolah, meski pun dapat menjalankan PJJ dari rumah.

“Jadi saya mohon perhatian dari Kemdikbud, pemda, dan kepala dinas pendidikan untuk melihat dengan mata dan hati bahwa yang bekerja dari rumah bukan hanya siswa tetapi juga guru. Keselamatan guru harus dilindungi,” kata Unifah kepada Suara Pembaruan, Rabu (26/8/2020).

Unifah menambahkan, dengan banyaknya guru yang terpapar Covid-19, pihaknya berharap semua panduan terkait pendidikan pada masa darurat ini harus mempertimbangkan aspek keselamatan siswa maupun guru. Bagi sekolah di zona oranye dan merah yang masih menerapkan PJJ baik itu berbasis daring maupun luring, maka kebijakan tersebut harus berlaku untuk guru dan murid.

Sementara itu, terkait kewajiban jam mengajar, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini mengatakan, sejak awal pandemi, PGRI telah mendesak agar perhitungan jam mengajar guru pada situasi darurat ini tidak disamakan dengan situasi normal. Artinya, jam mengajar guru tidak harus 24 jam tatap muka atau guru harus datang ke sekolah.

Menurut Unifah, hal ini telah diterjemahkan oleh Mendikbud dalam pernyataannya. Namun sayangnya, tidak semua pemda menjalankannya.

“Mendikbud sudah sampaikan juga berkali-kali, guru mengajar tidak harus 24 jam, tetapi tidak diterjemahkan pemda,” ujarnya.

Pada situasi darurat ini, yang terpenting adalah bagaimana pemda memastikan guru melayani pembelajaran daring maupun luring, bukan mewajibkan guru untuk tetap melakukan absensi fingerprint di sekolah.

Lebih Berat
Unifah menegaskan, dalam skema PJJ, guru melayani anak bisa seharian penuh. Oleh karena itu, sebaiknya pemda jangan menyetarakan PJJ dengan kehadiran guru.

“Ini sama sekali tidak sesuai, PJJ lebih berat daripada tatap muka. Jadi pemda itu harus membuat aturan, kalau siswanya BDR, gurunya juga harus sama,” ujarnya.

Unifah pun berharap pemda segera mengubah kebijakan guru harus datang sekolah. Menurut Unifah, dengan kemajuan teknologi ini, pemerintah dapat menyiapkan aplikasi untuk memastikan kehadiran guru menjalankan PJJ tanpa harus dari sekolah, tetapi bisa dari mana saja.

“Jadi guru melapor ke sistem terkait pertemuan dengan siswa tanpa harus hadir di sekolah,” ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pada 18 Agustus 2020, sudah ada 42 guru dan dua pegawai tata usaha sekolah yang meninggal akibat Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
HUT Ke-76 Polri, Henry Indraguna Dukung Restorative Justice

HUT Ke-76 Polri, Henry Indraguna Dukung Restorative Justice

NEWS | 41 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings