Logo BeritaSatu

32 Perusahaan Terima Anugerah Proper Emas dari Kementerian LHK

Senin, 14 Desember 2020 | 21:21 WIB
Oleh : Jeis Montesori / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan Anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) tahun 2020 kepada 32 perusahaan peringkat Proper Emas, di Jakarta, Senin (14/12/2020).

Pada saat yang sama juga diumumkan penghargaan peringkat Hijau untuk 125 perusahaan. Anugerah Proper diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundangan pengelolaan lingkungan hidup.

Advertisement

Tahun ini, KLHK melalui penilaian Proper menambahkan kriteria sensitifitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat. Kriteria ini pada dasarnya meminta komitmen pimpinan perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada karyawannya sehingga tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, dalam arahannya secara daring menyampaikan penetapan kriteria baru tanggap darurat terhadap kebencanaan pada tahun 2020 ini layak untuk menjadi contoh. Prinsip untuk membangun kepedulian untuk berbagi menjadi penting terutama di masa pandemi.

“Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi kepada saudara-saudara pengusaha yang masih menjalankan kegiatan bisnis dan di saat yang bersamaan juga melaksanakan pemberdayaan masyarakat meskipun dalam situasi yang menantang di masa pandemi ini,” katanya.

Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan, pada praktiknya permasalahan lingkungan ternyata tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan pengawasan terhadap peraturan saja.

“Oleh karena itu, Proper memanfaatkan masyarakat dan pasar untuk memberikan tekanan kepada industri, untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pasar dilakukan dengan penyebaran informasi yang kredibel, sehingga dapat menunjukkan citra reputasi bagi perusahaan,” paparnya.

Mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19, penyelenggaraan Anugerah Proper 2020 akan dilaksanakan melalui dua versi, yaitu secara langsung dengan jumlah undangan terbatas dan secara daring. KLHK memberikan kesempatan kepada 1.000 undangan terpilih untuk bergabung melalui aplikasi zoom meeting. Bagi undangan lain dapat mengikuti acara secara langsung melalui kanal youtube Ditjen PPKL.

Kinerja Terukur

Pada kesempatan tersebut, Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan, selama 23 tahun, Indonesia memiliki sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan hasil-hasil analisis yang terukur. Terutama sebagai contoh misalnya dalam kaitan elemen emisi GRK. FCPF Kaltim dari emisi sudah menurunkan 22 Juta ton GRK dan telah dinilai RBP nya mencapai 110 juta dolar AS. Dibandingkan dengan hasil emisi GRK selama 2020 dari upaya dunia usaha sebanyak 131 juta ton.

Ini jumlah yang cukup besar, kata Siti Nurbaya, belum lagi pada aspek hemat energi atau efisiensi 430 juta Giga Joule serta efisiensi air hingga 340 juta M3 dan pengurangan limbah hingga 21 ribu ton. Angka-angka tersebut memiliki arti penting
sebagai prestasi dunia usaha, sebagai wujud nyata partnership non state actor dalam pengendalian perubahan iklim.

Banyak data dan informasi kinerja pengelolaan dunia usaha yang dikumpulkan melalui mekanisme Proper. Yang perlu dilakukan saat ini, kata Siti Nurbaya, adalah mengolah informasi tersebut dan formulasi pengetahuan sumbangsih dunia usaha terhadap Knowledge Management Pengelolaan Lingkungan dapat untuk didokumentasikan dan dapat dipelajari dengan baik.

"Forum-forum ilmiah perlu dilembagakan dimana para pihak menganalisa data kinerja industri dan mensintesakan secara ilmiah kontribusi dan kemajuan dunia usaha Indonesia untuk menjawab isu-isu global seperti Green Industry, Sustainable Development Goals, penerapan Circular Economy, keberhasilan Sustainable Consumption, Social Innovation dan isu-isu lingkungan lainnya.

Untuk itu, Siti Nurbaya meminta untuk membangun makna dari capaian-capaian tersebut, guna menjawab tantangan dunia akan kondisi perubahan iklim.

"Dengan demikian, kekokohan posisi Indonesia dalam menjawab isu global tersebut akan terlihat jelas, dan mudah dikomunikasikan ke dunia internasional. Kita lawan itu antek asing soal perubahan iklim," tegasnya.

Penilaian Proper periode 2019-2020 diikuti sebanyak 2.038 perusahaan. Berdasarkan evaluasi tim teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan Proper, ditetapkan peraih peringkat Emas sebanyak 32 perusahaan, Hijau 125 perusahaan, Biru 1.629 perusahaan, Merah 233 perusahaan, Hitam 2 perusahaan, dan 16 perusahaan tidak masuk peringkat karena tidak beroperasi, 1 perusahaan sedang dalam penegakan hukum. Peserta Proper tahun ini terdiri dari 972 perusahaan agroindustri, 584 perusahaan manufaktur prasarana jasa, dan 482 perusahaan pertambangan energi migas.

Peringkat Emas
Perusahaan peraih peringkat Emas Tahun 2020 yaitu: (1) PT. Pertamina EP Asset 1 - Field Rantau, (2) PT. Tirta Investama Mambal, (3) PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, Unit Pesanggaran, (4) PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Rewulu, (5) PT. Polytama Propindo, (6) PT. Bio Farma (Persero), (7) PT. Pertamina EP Asset 3 - Tambun Field, (8) PT. Pertamina EP Asset 3 - Subang Field, (9) PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit VI Kilang Balongan, (10) PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan Kamojang Unit PLTP Darajat, (11) PT. Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang, (12) Star Energy Geothermal (Wayang Windu) Ltd, (13) Star Energy Geothermal Salak, Ltd, (14) PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, (15) PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Boyolali, (16) PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional IV Fuel Terminal Maos, (17) PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Kilang Cilacap, (18) PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Jepara, (19) PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), (20) PT. Pertamina Gas Area Jawa Bagian Timur, (21) PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Regional V Fuel Terminal Tanjung Wangi, (22) PT. PJB Unit Pembangkitan Gresik, (23) PT. Adaro Indonesia, (24) PT. Badak NGL, (25) PT. Pupuk Kalimantan Timur, (26) PT. Kideco Jaya Agung, (27) PT. Kaltim Prima Coal, (28) PT. Sahabat Mewah dan Makmur, (29) PT. Bukit Asam, Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan, (30) PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit II Kilang Sei Pakning, (31) JOB Pertamina - Medco E&P Tomori, dan (32) PT. Pertamina Hulu Energi Jambi Merang.

Perusahaan yang masuk peringkat Hitam yaitu PT. Indonesia Riau Sri Avantika (tambang batu bara) dan PT Kusuma Mulia Unit Karanganyar (tekstil).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mendag Sidak Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Harga Terigu Naik

Mendag Sidak Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Harga Terigu Naik

EKONOMI | 38 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings