Puasa Ramadan Sebagai Institusi Pendidikan Madrasah
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-4)   |   COMPOSITE 5975 (-54)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-17)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (-0)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-16)   |   IDXHIDIV20 416 (-2)   |   IDXINDUST 956 (-20)   |   IDXINFRA 871 (-2)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-4)   |   IDXPROPERT 877 (-10)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-2)   |   IDXTECHNO 3348 (-19)   |   IDXTRANS 1056 (-5)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-10)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-5)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-2)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Puasa Ramadan Sebagai Institusi Pendidikan Madrasah

Sabtu, 17 April 2021 | 09:11 WIB
Oleh : AB

Oleh: Harianto Oghie*

Bulan Ramadan ibarat oase di tengah terik panas matahari di atas padang pasir yang membakar. Beruntunglah seseorang ketika mendapatkan bulan Ramadan dalam keadaan sehat dan penuh dengan kesempatan untuk meneguk segarnya belajar dan beramal, karena Ramadan merupakan bulan madrasah penuh dengan berkah, rahmat, ampunan, dan kasih sayang, dari Allah untuk para hamba-Nya, sebagaimana makna QS Ali-Imran ayat 133 berikut:

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ ۞
Artinya: Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Perintah ketaatan kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad SAW tidak terbatas hanya pada keimanan saja, tetapi diperintahkan juga untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas ketakwaan. Seperti makna ayat di atas, bersegeralah kamu dengan saling mendahului untuk mencari ampunan dari Allah dengan menyadari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan mengerjakan amalan-amalan yang diridai Allah untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yang taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Seorang muslim, apabila telah dan selalu menaati perintah Allah dan Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta segera bertobat apabila jatuh ke jurang dosa dan maksiat, maka Allah akan mengampuni dosanya dan akan menghadiahkan nanti di akhirat ke dalam surga yang amat luas sebagai ganjaran atas amal yang telah dikerjakannya di muka bumi dengan surga-Nya.

Rasa syukur harus selalu kita munajatkan karena kita masih diberi waktu dan berkesempatan merasakan Ramadan atau puasa Ramadan 1442 H, bulan penuh berkah walau dalam kondisi pandemi Covid-19 dengan berbagai protokol kesehatan yang menyertainya. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk selalu meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya. Karena puasa Ramadan yang merupakan institusi pendidikan madrasah pasti memberi ruang untuk meningkatkan sikap ketakwaan dan kepedulian kita kepada sesama, melalui ibadah zakat fitri dan sedekah yang dilakukan sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan. Selain itu, juga untuk mendidik dan mengajarkan kita agar selalu kembali kepada Allah Swt, sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Baqarah : 183

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ramadan sebagai madrasah (wahana pendidikan) tentunya memiliki pedoman atau kurikulum inti sebagai manifestasi ketakwaan. Memiliki tujuan pendidikan madrasah pada bulan Ramadan, yaitu terjadinya revolusi mental/akhlak dan perubahan perilaku. Perubahan tingkah laku sebagai produk dari madrasah puasa itu seperti makna utama bahasa Al-Qur'an (Al-Baqarah: 183) yang menunjukkan bahwa taqwa adalah sebuah proses dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan sepanjang hidup.

Standar kurikulum puasa Ramadan sebagai institusi madrasah adalah peningkatan ketakwaan sebagai hamba Allah Swt. Takwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan dari menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh, sekaligus merupakan tujuan paripurna dari ibadah puasa yang tertransformasi dalam beragam aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, takwa juga menekankan pada pengamalan ketaatan kepada Allah, mengharapkan ampunan Allah, meninggalkan maksiat, dan takut terhadap azab Allah. Hal ini tentunya menjadi standar kelulusan dalam madrasah puasa Ramadan.

Lulusan terbaik dari institusi madrasah selama puasa Ramadan tidak diberikan oleh lembaga apa pun dalam bentuk ijazah (secarik kertas) atau gelar, tetapi diberikan oleh masyarakat setelah melihat perubahan sikap dan praktik baik dalam perilaku kita. Dengan mewarisi dan memancarkan sifat-sifat Allah dan Rasul-Nya, dalam tingkah laku kita dan yang paling utama adalah tumbuhnya sifat kasih sayang (rahman-rahim). Kemudian, selalu mendekatkan diri dengan Allah, juga pasti mendorong dekat dengan makhluk-makhluk Allah.

Mencintai Allah pasti mencintai sesama manusia sebagai ciptaan Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah bahwa semua ritual keagamaan dalam Islam bukan hanya untuk ritual itu sendiri, melainkan untuk mengantarkan seseorang pada ketinggian akhlak, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

"Tidaklah beriman seseorang sampai dia menyukai/menyayangi untuk saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya sendiri” “Orang muslim adalah orang yang lidah dan tangannya tidak melukai atau mencelakai saudaranya sesama muslim” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Puasa Ramadan sebagai institusi pendidikan tentunya berisi berbagai metode dan materi sebagai rangkaian ibadah yang diperintahkan, baik bentuk ibadah mahdhah maupun ibadah sosial yang merupakan sarana pendidikan madrasah. Kompetensi inti sebagai indikator pendidikan madrasah yang berkarakter adalah pertama, kepekaan spiritual atau kedekatan dengan Allah dengan dzikrullah, dan selalu ingat Allah serta menyebut-nyebut nama Allah. Bukan mengingat saat merasa bahagia saja, tetapi ketika mendapat cobaan atau menderita tetap ingat Allah. Seperti dalam kondisi pandemi Covid-19 ini seharusnya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Kedua, kerinduan kepada Allah. Senantiasa bergegas dan antusias menghadap Allah ketika panggilan azan waktu salat dan kerinduan semakin memuncak saat salat malam, karena bisa berlama-lama curhat, berdialog, dan beristigfar.

Ketiga, bertawakal hanya pada Allah dan merasakan kebersamaan dengan Allah. Hal ini bersifat kejiwaan dan hanya diketahui dan dirasakan masing-masing individu. Kesadaran hati semakin tenteram karena merasa ada yang menjaga dan melindungi, serta semakin berhati-hati karena merasa ada yang mengawasi.

Momentum puasa Ramadan sebagai madrasah pendidikan akan menumbuhkan sikap kepekaan sosial atau kedekatan dengan sesama manusia dan semua ciptaan Allah, serta kepedulian dalam kehidupan sosial dan lingkungan. Bahkan, pembelajaran madrasah Ramadan adalah ibadah puasa yang kita lakukan meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri sebagai upaya untuk melakukan perubahan sikap serta mengedepankan kedamaian dan keselamatan, termasuk kepada orang yang memusuhi dan menyakiti serta memberi lebih dari kewajibannya dan mengambil kurang dari haknya: sikap memberi, meskipun dalam kekurangan, mampu meredam amarah padahal sangat disakiti, serta memaafkan padahal dia mampu membalas. Esensi pembelajaran karakter terurai jelas dalam QS Ali-Imran 134.

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكَاظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya : (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.

Ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, dalam bukunya Fiqh al-Shiyam menegaskan bahwa pelaksanaan puasa Ramadan merupakan institusi pendidikan moral par-excellence (madrasah mutamayyizah) atau lembaga pendidikan favorit yang dibuka oleh Allah Swt setiap tahun menjadi lembaga training tahunan bagi umat Islam yang berkadar kurikulum Ilahi.

Imam Ghazali menjelaskan tingkatan puasa yang terdiri dari tiga kelas. Pertama, puasanya orang awam, yaitu puasa yang hanya menahan lapar, haus, dan nafsu, serta segala hal yang membatalkan puasa. Kedua, puasanya orang khusus, yaitu puasa kelas istimewa. Artinya puasa dengan menahan telinga, mata, lisan, kaki, tangan, dan pikiran untuk menjauhi perbuatan maksiat. Ketiga, puasa khususnya orang yang khusus, yaitu puasa dengan menjaga diri dari berpikir selain Allah Swt. Tingkatan itu dapat mengajarkan kita untuk berusaha naik kelas. Artinya madrasah tahunan ini bisa mendorong kita untuk meningkatkan kelas puasa kita ke yang lebih tinggi tingkatannya.

Madrasah pendidikan bulan puasa Ramadan merupakan alat untuk melatih diri dalam menempa berbagai sifat terpuji, melawan nafsu, serta menangkal godaan dan rayuan setan. Puasa membiasakan seseorang bersikap sabar, mendidik jujur dan disiplin, menumbuhkan sifat kasih sayang dan tolong menolong yang menjalin rasa persaudaraan sesama umat Islam. Persaudaraan tersebut tercermin dari nilai silaturahmi saat berbuka bersama, tarawih, ketika sahur dan lainnya, yang pada gilirannya menimbulkan rasa kepedulian atas penderitaan sesama kaum muslimin. Di sisi lain, keberkahan Ramadan menjadi madrasah tarbiah (bulan pendidikan) bagi umat Islam. Begitu banyak materi tarbiah tersajikan yang akan membentuk karakter ilmiah dan Islamiah bagi seorang muslim. Salah satunya tergambar dari QS Al-Baqarah ayat 172 sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.

Semoga kita, bisa memanfaatkan momentum Ramadan ini untuk memperbanyak pengabdian dan mengambil pebelajaran karakter untuk menata hati dan meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan pengabdian kepada-Nya sesuai dengan kapasitas kita selaku hamba-Nya. Sebagaimana ketentuan kurikulum Allah serta selalu mengamalkan ibadah-ibadah sunah sebagaimana disyariatkan.

Pengejewantahan seluruh “kurikulum” madrasah puasa Ramadan apabila dilalui dengan baik sebagai tempat latihan untuk meraih gelar takwa menunjukkan kita sukses dan berhasil dalam menempuh ujian madrasah puasa Ramadan 1442 H. Oleh karena itu, kita patut memperoleh keuntungan yang besar, yaitu magfirah dan keselamatan siksa neraka. Kita pun nanti siap diwisuda pada hari raya Idulfitri 1442 H sebagai wisudawan paling mulia. “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu” (QS Al-Hujuraat [49]: 13). Amin.

*Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Imam Masjid Istiqlal: Mencegah Bahaya Jauh Lebih Besar daripada Mengejar Manfaat

Masjid Istiqlal perlu tampil menjadi contoh masjid-masjid di Indonesia dalam hal menjaga protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jamaah.

NASIONAL | 17 April 2021

Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Umat Putus Mata Rantai Covid-19

Masjid Istiqlal juga membatasi ritual ibadah, termasuk pembatasan jumlah jemaah yang boleh berkegiatan di area masjid.

MEGAPOLITAN | 17 April 2021

Ramadan, SnackVideo Gulirkan Program Bantu Penyandang Bibir Sumbing

SnackVideo menggandeng LSM SmileTrain mengetuk masyarakat untuk mendonasikan rezekinya dalam #SenyummuSedekahmu untuK membantu penyandang bibir sumbing.

RAMADAN | 16 April 2021

Ahli Beri Tips Agar Atlet yang Berpuasa Tetap Fit dan Imun Terjaga

Ahli gizi memberikan pesan kepada atlet bulu tangkis penghuni Pelatnas Cipayung Jakarta yang berpuasa.

RAMADAN | 16 April 2021

Larangan Mudik, Ketua MPR Minta Pemerintah Beri Insentif untuk Pebisnis Transportasi

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan pihaknya mendesak pemerintah harus memperhatikan kesehatan kantung bisnis transportasi akibat kebijakan larangan mudik.

NASIONAL | 16 April 2021

Ini Aneka Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Terdapat beberapa manfaat positif dari berpuasa bagi kesehatan.

KESEHATAN | 16 April 2021

Nagita Slavina Berbagi Resep Masakan di Bulan Ramadan

Dapur Sosialita berisi tips memasak ala Nagita Slavina yang menghibur penonton selama bulan Ramadan.

GAYA HIDUP | 16 April 2021

Ramadan, Tiki Incar Kenaikan Volume Pengiriman 15%

Saat ini, Tiki memiliki empat fasilitas drive thru.

EKONOMI | 16 April 2021

Stabilkan Harga, Disperindag Lebak Gelar Operasi Pasar di Bulan Ramadan

Disperindag Kabupaten Lebak kembali menggelar operasi pasar khusus di masing-masing Kecamatan.

NASIONAL | 16 April 2021

Jangkar Kehidupan

Kita perlu memegang amanah sekuat-kuatnya dan tidak boleh luluh dengan bujuk rayu dan tunduk dengan tekanan apa pun dan dari siapa pun.

RAMADAN | 16 April 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS