Logo BeritaSatu

Hardiknas 2021, Ketum PB PGRI Ajak Semua Pihak Renungi Kembali Prinsip Pendidikan Digagas Ki Hajar Dewantara

Minggu, 2 Mei 2021 | 15:49 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi mengajak semua untuk melakukan refleksi tentang arah pendidikan Indonesia saat ini apakah sudah sesuai dengan impian dan harapan dari Ki Hajar Dewantara.

“Langkah bijak yang sebaiknya kita tempuh adalah menundukkan kepala, merenung, dan introspeksi apakah situasi pendidikan saat ini sudah sesuai dengan impian, harapan, dan cita-cita Ki Hajar Dewantara ? Introspeksi ini penting untuk melihat kembali dasar-dasar pendidikan yang ditanamkan Bapak Pendidikan Nasional itu,” kata Unifah dalam siaran pers diterima Beritasatu.com, Minggu (2/5/2021).

Unifah menuturkan, penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional yang diambil dari tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara dan ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959, merupakan sebuah penghargaan, pengakuan resmi negara terhadap perjuangan dan jasa besar Ki Hajar Dewantara dalam pendidikan nasional.

Guru Besar Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menyebutkan, jika melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini, dari sisi angka-angka statistik secara kuantitas memang menakjubkan. Terdapat capaian yang luar biasa dalam kesempatan akses pendidikan.

Meski demikian, jika mengacu pada frasa tujuan bernegara dalam konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kenyataan pencapaian tujuan itu masih jauh panggang dari api.

“Jika kita menggunakan indikator mutu pendidikan yang disepakati secara internasional, kualitas pendidikan Indonesia masih belum membanggakan,” kata Unifah.

Ia menambahkan, peringkat Indonesia dalam Human Development Index (HDI), Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), serta Programme for International Student Assessment (PISA), berada pada posisi menengah bawah, dan rendah. Indikator itu menunjukkan bahwa masih terlalu banyak pekerjaan rumah di sektor Pendidikan yang harus diselesaikan.

Selain itu, dari sisi karakter, Unifah mengatakan, maraknya korupsi bahkan mulai dari kalangan milenial, penggunaan narkoba yang meluas, tawuran, kekerasan hingga pelanggaran lalu lintas yang dianggap lazim menunjukkan masih ada yang harus diluruskan dalam dunia pendidikan bangsa ini.

“Hal ini diperparah dengan memudarnya nasionalisme di sebagian kalangan. Tanpa nasionalisme kita akan melihat pembangunan fisik secara nyata namun tidak bisa membedakan antara “pembangunan Indonesia” yang murni karya, dan modal anak bangsa dan “pembangunan di Indonesia” yang dimodali asing dan dimiliki asing,” ucapnya.

Oleh karena itu, Unifah menegaskan, Hardiknas 2021 ini, PGRI mengajak semua pihak untuk untuk merenungi kembali sudahkah pendidikan diterapkan saat ini sesuai prinsip-prinsip pendidikan kebangsaan yang digagas Ki Hajar Dewantara, yakni tri pusat pendidikan meliputi pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat yang diimpikan Ki Hajar Dewantara menjadi bagian ekosistem pendidikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Rusia


# Roy Suryo


# Tjahjo Kumolo Meninggal


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pelaku Penembakan di Sidoarjo Dijanjikan Imbalan Rp 100 Juta

Pelaku Penembakan di Sidoarjo Dijanjikan Imbalan Rp 100 Juta

NEWS | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings