Penilaian HRD Terhadap "Si Kutu Loncat"
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penilaian HRD Terhadap "Si Kutu Loncat"

Kamis, 11 Oktober 2012 | 05:16 WIB
Oleh : WEB

Akan berdampak pada penilaian di tempat baru sejak awal perekrutan, tetapi ada profesi di bidang tertentu yang tak terlalu memusingkan hal tersebut.

Fenomena pindah tempat kerja dari satu perusahaan ke lainnya dalam waktu singkat, atau dikenal dengan istilah "job hopping" sudah bukan hal baru, bahkan cukup sering terjadi belakangan ini. Generasi milenia yang kian "mobile" adalah pelaku-pelaku terseringnya. Namun, apakah hal ini akan membantu atau justru merusak karier?

Umumnya, fenomena ini dilakukan kalangan yang baru saja lulus (fresh graduate), dengan beragam alasan, tapi alasan tersering adalah untuk mengeksplorasi dunia/melebarkan sayap/memperkaya pengalaman. Kemungkinan terbesar, mereka yang melakukan hal ini karena masih gamang dalam menentukan karier yang ingin ditekuni.

Kebanyakan pelaku "job hopping" tak bisa bertahan lebih dari 1 tahun. Usai masa percobaan segera "hop" untuk mencari perusahaan/profesi lain. Istilah lebih umumnya, bak "kutu loncat". Namun, sebenarnya, apa dan bagaimana imej seorang "kutu loncat" di mata pihak rekrutmen (human resources department/HRD)?

Indra Budiman
HR Consultant & Training Specialist

"Sebagai praktisi HR dan headhunting, umumnya job hopper akan dipersepsikan negatif, dalam hal kemampuan, minat, motivasi diri, engagement, kemampuan adaptasi dan interpersonal. Lagipula mereka akan rugi sendiri, lho. Dengan masa kerja yang terlalu pendek, nggak ada yang bisa dipelajari. Kalaupun ada, paling hanya permukaan saja. Jadi, boleh dikatakan, sia-sia. Tapi di industri-industri yang hiperkompetitif (misalnya, oil and gas, mining, IT retail, services, consulting, bahkan dunia kreatif), masa kerja enggak terlalu jadi pertimbangan, karena yang diperhitungkan hanya talenta dan performa, plus integritas, dan kepribadian. Istilahnya, tak perlu besi berkarat untuk dibilang karya seni'. Tren ke depan, akan semakin banyak generasi milenia dengan talenta unik dan ekspektasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Karena itu, perusahaan juga harus siap mengantisipasi."

Nurma Diani
HR Specialist, Vocational Development Center UGM

"Fenomena job hopping di mata HRD/perekrut SDM memang bisa memberi kesan negatif. Si pelamar kerja akan dianggap orang yang enggak loyal, enggak siap memasuki dunia kerja sehingga ketika mendapat tekanan, walau sedikit, akan langsung melarikan diri dengan mengundurkan diri. Alhasil, rentang waktu kerjanya yang tertera di CV tak lebih dari setahun. Padahal, enggak semua memang masuk dalam kategori negatif di atas tadi. Ada pula kemungkinan-kemungkinan si orang ini pada dasarnya adalah tipe penyuka tantangan, sehingga berpindah perusahaan memberinya tantangan. Selain itu, ada juga remunerasi di tempat baru yang lebih menarik, dan posisi yang tinggi serta kepuasan ada di nomor sekian baginya. Bagi perusahaan, job hopper tak terlalu disukai, karena untuk bisa mendapatkan SDM, perusahaan sudah mengeluarkan dana, mulai dari proses rekrutmen, pelatihan, dan sebagainya. Jadi, bila ada karyawan yang mengundurkan diri, ada pengeluaran yang tersia-sia, lalu harus mulai mencari pengganti. Repot, kan? Karena itu, kebanyakan manajer rekrutmen akan mencermati CV dan melakukan wawancara secara detail, meminta rekomendasi dari atasan si pelamar dari tempat kerja sebelumnya, dan menerapkan sistem kontrak kerja dengan periode tertentu, misal, dicantumkan klausa, bila mengundurkan diri sebelum masa kerja tertentu, si pekerja wajib melunasi sejumlah uang yang ditentukan perusahaan."

Abdul Rachman Aziz
HRD PT Ascott International

"Job hopping memang memberi kesan negatif dan akibatnya bisa menghambat karier. Banyak pelaku job hopping sebenarnya mencari gaji lebih tinggi, padahal, hal itu tak mudah didapat. Saya, selaku HRD akan melihat kinerja orang tersebut dengan memberi kesempatan bergabung dengan sistem kontrak dan akan melakukan 'cross check' ke perusahaan sebelumnya untuk mengetahui alasan orang tersebut mengundurkan diri agar ada alasan kuat untuk mempekerjakan dia. Kebanyakan, mereka yang kutu loncat memiliki karakter kuat dan keras. Jadi, bila lingkungan kerja tidak sesuai ekspektasinya, ia akan segera pindah ke perusahaan lain. Semudah itu. Bisa jadi juga dia tak puas dengan pekerjaan yang tak sesuai deskripsi kerjanya. Dampak ke perusahaan tak terlalu merugikan, selama bisa memantau kinerjanya dan menggunakan sistem kontrak, misal, percobaan antara 6 bulan sampai 1 tahun. Setelah masa percobaan berakhir, HRD akan menilai uang kinerjanya dengan dibantu kepala departemen si pekerja tersebut."

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Status Korban Kebakaran Lapas Tangerang Agar Dipulihkan Menjadi Bukan Napi Saat Dimakamkan

Status Korban Kebakaran Lapas Tangerang Agar Dipulihkan Menjadi Bukan Napi Saat Dimakamkan

MEGAPOLITAN | 25 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings