Mengukur Agama dengan Akhlak
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mengukur Agama dengan Akhlak

Rabu, 5 Mei 2021 | 08:18 WIB
Oleh : AB

Oleh: Fuad Mahbub Siraj*

Ad-diinul mu’amalah. Perlu ada hubungan harmonis. Agama itu hubungan dan hubungan itu adalah hubungan yang harmonis. Agama itu di samping mu’amalah dan mu’amalah itu akhlak. Jika kita hidup sendiri dan tidak ada manusia yang lain, maka kita tidak memerlukan akhlak. Jika kita hidup di tengah sendiri, maka silakan berbuat sesukanya. Namun, jika ada manusia dan siapa pun manusia tersebut, maka kita membutuhkan akhlak. Kita butuh untuk menjaga perasaan itu dan itu sebabnya semua agama mengajarkan akhlak. Jika ada manusia yang kurang akhlak, maka maknanya orang tersebut kurang agamanya, siapa pun orang itu.

Nabi Muhammad SAW diutus juga untuk memperbaiki akhlak manusia. Dalam setiap ibadah pun juga termaktub akhlak di dalamnya. Salat itu akhlak. Salat adalah permohonan kepada Allah dan dalam salat hakikatnya kita memohon kepada Allah, di mana Allah akan mengabulkan permohonan kita tersebut dengan syarat kita mesti membantu manusia yang lain terlebih dahulu.

Jadi, Allah akan membantu manusia ketika manusia itu telah terlebih dahulu membantu dirinya dan orang lain. Dalam surat al- Ma’un disampaikan bahwa celakalah orang yang salat jika orang yang salat tersebut lupa akan substansi salatnya. Substansi dari salat adalah mengagungkan Allah.

Zakat juga akhlak. Kita dilarang menunggu orang datang untuk meminta zakat, karena hilang air mukanya. Aatuz zakaah itu bukan berarti keluarkan zakat dan itu terjemahan yang keliru. Aatuz zakaah itu artinya antar zakat. Itu sebabnya ada amil dan amil itu tugasnya mencari orang-orang yang butuh, tetapi malu memintanya. Amil juga bertugas untuk mencari dan mengantar zakat itu kepada yang butuh. Jangan batalkan sedekahmu dengan ucapan burukmu. Laa tubhtiluu shadaqaatikum bil manni wal adzaa (al-Baqarah 264) dan ini adalah akhlak.

Puasa juga akhlak. Puasa itu artinya menahan dan hakikatnya puasa itu menahan diri kita dari segala keburukan yang dapat merusak diri kita, orang lain, dan semesta.

Haji itu juga akhlak. Nabi mengatakan bahwa seseorang yang berangkat haji, tetapi hajinya tidak tercermun dalam setiap perbuatannya, maka kata Nabi, dia belumlah haji melainkan baru mampu berkunjung ke Ka'bah. Dalam ibadah haji ada wukuf di arafah. Arafah itu asal katanya ‘arafa yang artinya mengetahui. Setiap agama butuh pengetahuan agar kita sampai pada inti agama dan mampu mencegah kita dari keburukan. Jika kita memiliki pengetahuan, maka kita paham sunatullah dan jika paham sunatullah ,maka menghindarkan kita dari keburukan atas diri, manusia lain, dan alam semesta.

Syahadat juga akhlak. Syahadat itu sebuah kesaksian kita serta mengingatkan kita akan amanah yang perlu untuk kita tunaikan di mana inti dari amanah tersebut adalah kebaikan antar sesama manusia dan itu bagian dari akhlak.

Hari ini kita kehilangan akhlak. Sebagian yang mestinya menampilkan akhlak, justru tidak menampilkan akhlak. Kita tidak perlu menyebut siapa, tetapi banyak contoh yang dapat kita lihat. Caci maki tampil tanpa malu. Saling hujat dan mudah untuk menyesatkan orang. Begitu banyak kata yang tak terperiksa ditampilkan oleh diri tanpa basa-basi.

Kita hari ini miskin akan akhlak dan semakin modern zaman, akhlak seolah semakin krisis. Kita ibarat mandi di dua shower. Ada air bersih dan ada air kotor. Yang air bersih ini menetes satu demi satu tetes. Yang air kotor ini memancar deras, apalagi air kotor ini harum, sehingga orang suka. Agamawan tidak berfungsi. Keluarga tidak berfungsi. Tidak ada contoh atau teladan. Jadi, wajar kalau peranan agama kurang.

Kesimpulannya, semakin baik interaksi kita, maka semakin baik keberagamaan kita. Jangan pernah membenci manusia, bencilah kejahatannya. Undanglah simpati orang dan jangan mengundang antipatinya. Gambarkanlah bahwa Tuhan Maha Kasih, Tuhan Maha Penyayang. Gambarkanlah Tuhan segala yang Maha Indah supaya apa yang ada dalam pikiran kita dan dalam hati kita itu yang keluar berupa kasih sayang. Banyak gambaran Tuhan tidak demikian, seolah Tuhan itu mengancam dan menakutkan dan itu merupakan cara mengajarkan agama yang keliru, sehingga akhlak juga keliru.

*Dosen Islam Madani Universitas Paramadina Jakarta




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA



TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS