Logo BeritaSatu

Brasil Izinkan Impor Vaksin Covid-19 Sputnik V

Minggu, 6 Juni 2021 | 20:32 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Brasilia, Beritasatu.com- Regulator kesehatan Brasil, Anvisa memberi lampu hijau bagi negara-negara bagian untuk mengimpor vaksin Covid-19 buatan Rusia yakni Sputnik V. Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu (5/6/2021), izin impor hanya diberikan dengan persyaratan terlampir.

Dewan Anvisa memberikan suara 4-1 untuk memberikan persetujuan bersyarat setelah lebih dari tujuh jam musyawarah, mengikuti rekomendasi dari staf teknisnya pada hari sebelumnya.

Anvisa juga memilih untuk menyetujui, sekali lagi dengan syarat, suntikan Covaxin yang dibuat oleh Bharat Biotech, sebuah perusahaan swasta yang berbasis di kota Hyderabad, India.

“Sputnik V akan tiba di Brasil pada bulan Juli,” cuit Kirill Dmitriev, kepala eksekutif Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), yang memasarkan vaksin Sputnik V di luar negeri. RDIF mencuit bahwa Brasil menjadi negara ke-67 yang mengesahkan vaksin.

Sebelumnya pada hari Jumat, staf teknis Anvisa telah merekomendasikan untuk menyetujui vaksin tetapi hanya pada kondisi tertentu, seperti hanya digunakan pada orang dewasa yang sehat.

Keputusan itu muncul setelah regulator kesehatan pada akhir April menolak impor vaksin Sputnik V yang diminta oleh gubernur negara bagian yang sangat membutuhkan vaksin. Negara-negara bagian awalnya menginginkan 37 juta dosis.

Pada saat itu, dewan lima anggota Anvisa dengan suara bulat memilih untuk tidak menyetujui vaksin Rusia setelah staf teknis menyoroti "risiko bawaan" dan cacat "serius". Dewan beralasan kurangnya data yang menjamin keamanan, kualitas, dan efektivitasnya.

Penolakan itu memicu perdebatan sengit dengan pengembang Rusia, yang mengancam akan menuntut agensi Brasil atas pencemaran nama baik, menuduh mereka menyerah di bawah tekanan Amerika Serikat.

Institut Gamaleya Moskow dan RDIF telah menyatakan Sputnik V 97,6 persen efektif melawan Covid-19 dalam penilaian "dunia nyata" berdasarkan data dari 3,8 juta orang.

Kepada Reuters, satu sumber yang terlibat dalam proses analisis vaksin mengatakan bahwa keputusan Anvisa pada hari Jumat adalah “upaya untuk menghasilkan solusi yang menjamin tingkat keamanan minimum.

Program vaksinasi Brasil telah dirusak oleh penundaan dan kegagalan pengadaan, mengubah negara itu menjadi salah satu titik panas Covid-19 paling mematikan di dunia tahun ini dan mendorong sistem kesehatan nasional ke ambang kehancuran.

Brasil sejauh ini telah memvaksinasi 47,6 juta orang dengan dosis pertama, setara dengan 22,6% populasi, tetapi hanya 22,7 juta dengan dua dosis, atau 10,8% dari populasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

EKONOMI | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings