Logo BeritaSatu

Kepala Sekolah Ditikam hingga Tewas, Bupati Nagekeo: Saya Minta Maaf kepada Keluarga dan Masyarakat

Kamis, 10 Juni 2021 | 00:01 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Johanes Don Bosco Do meminta maaf kepada keluarga Delfina Azi (59) Kepala SDI Ndora, yang ditikam hingga tewas oleh orangtua murid di SDI Ndora, Selasa (8/6/2021).

Selain itu, Bupati Johanes Don Bosco Do juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Nagekeo dan masyarakat Indonesia umumnya.

“Saya sebagai Bupati selain menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kematian korban, juga meminta maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat, karena kami sebagai pemerintah daerah tidak bisa memberikan perlindungan yang maksimal kepada korban,” kata Bupati Johanes Don Bosco Do kepada Beritasatu.com, Rabu (9/6/2021).

Bupati Don Bosco mengaku permintaan maaf itu telah ia sampaikan juga saat jenasah korban tiba di kampungnya di Desa Gero Dhere, Kecamatan Boawae.

“Di sana tadi selain menyampaikan rasa duka, saya telah menyampaikan permintaan maaaf karena tidak bisa memberikan perlindungan yang maksimal,” kata Bupati alumnus Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta ini.

Bupati Don Bosco mengatakan, kematian korban dijadikannya momentum untuk memperbaiki tata kelola pendidikan di Nagekeo terutama terkait dengan kewajiban membayar Uang Komite Sekolah. “Saya mempertanyakan pentingnya Uang Komite Sekolah ini,” kata dia.

Ia mengatakan, kalau ada kewajiban Uang Komite Sekolah mengapa anak didik harus menjadi korban. “Anak didik tidak boleh menjadi korban. Kalau ada orangtua yang tidak membayar Uang Komite Sekolah, bukan anak didik yang jadi korban. Anggota Komite harus cari cara agar orangtua membayar, bukan anak didik yang jadi korban,” kata dia.

Selanjutnya Bupati Don Bosco menegaskan, apa pun alasan terkait Uang Komite Sekolah yang pasti perbuatan pelaku menikam korban sudah tidak bisa dimaafkan secara hukum. “Pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Bukan hanya agar pelaku bertobat tetapi agar siapa pun berpikir seribu kali melakukan kejahatan yang sama,” kata dia.

Bupati Don Bosco mengatakan, Delfina Azi ditikam pelaku berinisial DD, bermula ketika pihak sekolah memulangkan beberapa siswa karena belum membayar Uang Komite Sekolah.

Tindakan memulangkan siswa yang belum melunasi Uang Komite Sekolah itu, dilakukan pihak SDI Ndora bertepatan dengan momen pelaksanaan ujian sekolah tahun ajaran 2020/2021. Salah satu orangtua murid berinisial DD, melakukan protes dengan mendatangi sekolah tersebut.

Orangtua murid berinisial DD menemui korban di ruang kerja kepala sekolah pada hari nahas itu. DD sepertinya membawa sebilah pisau sangkur yang disembunyikan di dalam bajunya.

Menurut keterangan beberapa saksi, DD dan kepala sekolah sempat terlibat adu mulut. Namun tidak menunjukan tanda-tanda bahwa DD akan berbuat jahat. Setelah keduanya tenang, barulah pelaku tiba-tiba menusuk korban ke arah perut bagian kanan.

Nyawa korban tidak bisa tertolong meski sempat ditangani petugas medis di Puskesmas Nangaroro dan RSUD Ende.
Kasus penikaman Kepala SDI Ndora saat ini juga telah ditangani pihak Polsek Nangaroro sesuai SPO kepolisian.

Kapolsek Nangaroro Iptu Sudirman mengatakan, polisi telah meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk mengamankan pelaku dan barang bukti.

Usai melakukan doa bersama di halaman SDI Ndora, Rabu (9/6/2021), Bupati Don Bosco bersama warga turut ikut mengantar jenazah korban ke rumah duka.

Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke rumah duka di Desa Gero Dhere, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo untuk dimakamkan Kamis (10/6/2021). Sebelum menuju rumah duka, jenazah sempat dibawa ke SDI Ndora untuk didoakan. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan empat orang anak.

Uang Komite Jadi Beban

Bupati Don Bosco menegaskan, pemerintah sudah mengratiskan pendidikan sampai sembilan tahun (SD, SMP dan SMA). Namun, kata dia, sampai saat ini baik di sekolah negeri maupun di sekolah swasta ada program Uang Komite Sekolah.

Uang Komite ini, kata dia, fungsinya untuk mempercantik halaman sekolah, ruangan sekolah, bayar gaji guru Komite, dll.

Ia mengatakan, di banyak terjadi konflik antara kepala sekolah dengan Ketua Komte Sekolah hanya gara-gara Uang Komite. “Biasanya terjadi konflik karena ada pihak yang tidak transparan,” kata dia.

Menurut Bupati Don Bosco, dengan kejadian kematian Ibu Delfina Azi (59) Kepala SDI Ndora, pihaknya akan mengevaluasi mengenai program Uang Komite Sekolah ini. “Saat ini saya mempertanya uang ini. Saya akan perbaiki tata kelolanya,” kata dia.

Bupati menambahkan, terkait kematian korban, keadaan Nagekeo terutama di lingkungan sekolah yang korban pimpin aman dan kondusif karena polisi dan TNI serta tokoh masyarakat dan pihak terkait sama-sama memberikan pengertian kepada keluarga korban dan masyarakat umumnya. "Yang pasti pelaku sudah ditahan, dan pasti polisi profesional menegakan hukum. Jadi semua masyarakat harus percaya kepada hukum," kata Bupati Don Bosco.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

 AKBP Raindra Ramadhan Syah tidak mengajukan banding saat putusan sanksi demosi empat tahun imbas dari kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Kasus Brigadir J, AKBP Raindra Disanksi Demosi 4 Tahun

Mantan Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan Syah disanksi demosi 4 tahun terkait kasus tewasnya Brigadir J

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Diberi Gelar Dada Ma Dopo Malomo oleh Sultan Ternate

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate, yaitu Dada Ma Dopo Malomo

NEWS | 28 September 2022

Gobel: Mendikbudristek Tak Paham Kebutuhan Indonesia

Wakil Ketua DPR Bidang Korinbang, Rachmat Gobel mengkritik pernyataan Mendikbudristek Nadiem Makarim tentang keberadaan tim bayangan

NEWS | 28 September 2022

Komisi III Gelar Fit and Proper Test 2 Calon Pimpinan KPK

Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dua calon pimpinan KPK pengganti Lili Pintauli Siregar

NEWS | 28 September 2022

Sidang Putusan, KPK Yakin Eks Dirjen Kemendagri Dinyatakan Bersalah

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochammad Ardian Noervianto bakal menghadapi sidang dengan agenda pembacaan putusan

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate

Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara

NEWS | 28 September 2022

Program Vaksinasi Covid-19 Diperluas untuk WNA

emerintah memperluas program vaksinasi Covid-19, yakni tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga menyasar WNA.

NEWS | 28 September 2022

Dapat Kewarganegaraan Rusia, Edward Snowden Tak Ikut Perang Ukraina

Presiden Vladimir Putin telah memberikan kewarganegaraan Rusia kepada pelapor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.

NEWS | 28 September 2022

Anggaran Pemilu 2024 KPU Kota Bogor Capai Rp 4,1 Miliar

Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 4,1 miliar untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 kepada KPU Kota Bogor

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Tak Ajukan Banding

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings