Logo BeritaSatu

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Perlu Dukungan Pemerintah Pusat

Jumat, 25 Juni 2021 | 18:07 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menyebut pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) memerlukan dukungan seluruh pihak. Hal ini mengingat ada dua potensi yang diperoleh dari PLTSa.

“PLTSa ini sepertinya membutuhkan dukungan semua pihak, mengingat ada 2 potensi yang didapatkan yaitu pengelolaan sampah menjadi lebih baik. Di sisi lain, listrik bisa dihasilkan dari sampah tersebut,” kata Mamit dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Jumat (25/6/2021).

“Tanpa ada dukungan dari pusat, Pemda sepertinya berhati-hati dalam menjalankan pembangunan PLTSa tersebut mengingat investasinya sangat besar tetapi listrik yang dihasilkan kurang signifikan,” imbuh Mamit.

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden (perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Mamit menekankan perlunya dibuat aturan turunan dari Perpres 35/2018, sehingga bisa mengatur juga dari sisi lebih teknis dan pembiayaan agar bisa berjalan optimal.

Harga pembelian listrik oleh PLN dari PLTSa untuk kapasitas sampai dengan 20 megawatt (MW) ditetapkan sebesar US$ 13,35 sen per kWh, sedangkan kapasitas di atas atas 20 MW ditetapkan US$ 11,8 sen AS per kWh. Menurut Mamit, harga jual listrik yang dihasilkan dari PLTSA terlalu mahal, sehingga bisa merugikan PLN sebagai pembeli.

Mamit mengusulkan adanya regulasi baru agar upaya pengurangan sampah perkotaan tidak membebani PLN. Apabila dikonversikan ke mata uang rupiah, dengan kurs US$ 1=Rp14.400, maka harga beli listrik dari PLTSa senilai Rp1.922,4 per kWh. Harga tersebut dinilai Mamit, di atas rata-rata biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik PLN. Pada APBN 2021, BPP ditetapkan Rp 355,58 triliun atau rata-rata sebesar Rp1.334,4 per kWh.

Mamit mencontohkan pembangkit PLTSa Benowo di Surabaya membutuhkan investasi sebesar US$ 50 juta dengan kapasitas 10 MW, PLTSa Jakarta investasinya mencapai US$ 345,8 juta dengan kapasitas pembangkit 38 MW. Nilai investasi yang besar tersebut membuat PLN harus membeli listrik sebesar US$ 13.35 sen per kwh.

“Dengan tarif per kWh yang begitu mahal maka akan memberatkan PLN, apalagi sebenarnya PLN masih memiliki pilihan energi primer lain yang tarifnya lebih rendah dibandingkan PLTSa,” kata Mamit.

Mamit menyatakan perlu adanya insentif tersendiri bagi PLN dalam membeli listrik yang dihasilkan oleh PLTSa. Dengan begitu, tidak memberatkan PLN, mengingat saat ini produksi listrik masih cukup berlimpah.

“Bentuk insentif yang bisa diberikan bisa berupa dana kompensasi atau subsidi kepada PLN terkait pembelian harga PLTSa tersebut,” ucapnya.

Mamit juga menyoroti soal biaya pembangunan PLTSa yang dibebankan ke daerah. Pasalnya hal itu akan cukup memberatkan bagi setiap pemerintah daerah (pemda). Menurut Mamit, pemda harus menggandeng pihak swasta dalam rangka membangun PLTSa tersebut.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah sudah mencapai nilai keekonomian dari biaya untuk pembangunan dengan nilai beli oleh PLN? Apalagi jika pemda menggandeng pihak swasta maka perhitungan mereka akan lebih hati-hati lagi, kecuali memang pemda membentuk BUMD yang mengelola PLTSa sendiri,” ujar Mamit.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Komisi III Gelar Fit and Proper Test 2 Calon Pimpinan KPK

Komisi III DPR akan menggelar fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan dua calon pimpinan KPK pengganti Lili Pintauli Siregar

NEWS | 28 September 2022

Sidang Putusan, KPK Yakin Eks Dirjen Kemendagri Dinyatakan Bersalah

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochammad Ardian Noervianto bakal menghadapi sidang dengan agenda pembacaan putusan

NEWS | 28 September 2022

Jokowi Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Ternate

Jokowi dianugerahi gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate pada acara yang diselenggarakan di Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara

NEWS | 28 September 2022

Program Vaksinasi Covid-19 Diperluas untuk WNA

emerintah memperluas program vaksinasi Covid-19, yakni tidak hanya untuk masyarakat Indonesia, tetapi juga menyasar WNA.

NEWS | 28 September 2022

Dapat Kewarganegaraan Rusia, Edward Snowden Tak Ikut Perang Ukraina

Presiden Vladimir Putin telah memberikan kewarganegaraan Rusia kepada pelapor Badan Keamanan Nasional AS (NSA) Edward Snowden.

NEWS | 28 September 2022

Anggaran Pemilu 2024 KPU Kota Bogor Capai Rp 4,1 Miliar

Pemerintah mengucurkan anggaran Rp 4,1 miliar untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 kepada KPU Kota Bogor

NEWS | 28 September 2022

Ke Maluku Utara, Jokowi Dianugerahi Gelar Adat

Hari ini Jokowi mengunjungi Ternate, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, guna menerima anugerah gelar  adat

NEWS | 28 September 2022

Rabu Ini, Sebagian Jakarta Diguyur Hujan Mulai Siang Nanti

Menurut prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari semua wilayah DKI Jakarta bercuaca cerah berawan dan hujan baru akan mengguyur mulai siang hari.

NEWS | 28 September 2022

Taiwan Berharap Bisa Hadir pada Pertemuan Ke-41 ICAO

Taiwan berharap dapat hadir pada sidang tiga tahunan ke-41 Majelis ICAO pada 27 September hingga 7 Oktober 2022 di Montreal, Kanada.

NEWS | 28 September 2022

Amerika Serikat Sumbang Ukraina Rp 22,7 Triliun Per Bulan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) menyumbang US$ 1, 5 miliar (Rp 22,7 triliun) per bulan.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kembali Dikalahkan Timnas Indonesia, Ini Kata Pelatih Curacao

Kembali Dikalahkan Timnas Indonesia, Ini Kata Pelatih Curacao

BOLA | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings