Logo BeritaSatu

Antropolog: Penegakan UU ITE Cegah Lahirnya Generasi Maneki

Kamis, 15 Juli 2021 | 14:49 WIB
Oleh : EHD

Semarang, Beritasatu.com - Antropolog dari Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Amirudin menyatakan UU ITE secara konsisten dan tidak diskriminasi sebenarnya dapat dipakai untuk mencegah lahirnya generasi maneki (generasi tanpa jiwa, generasi tanpa nilai budaya keindonesiaan) karena intensitas pemanfaatan teknologi media.

"Penegakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tanpa tebang pilih di tengah pandemik Covid-19 ini penting guna mencegah Generasi Z atau mereka yang lahir 1995—2010 tidak melakukan perundungan (bullying)," kata Ketua Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), Amirudin di Semarang, Kamis (15/7/2021).

Hal ini mengingat, kata Amirudin, ancaman hukuman atas pelanggaran pasal itu adalah hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 miliar, sesuai dengan ketentuan Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016.

Pasal 29 UU ITE menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Amirudin mengemukakan hal itu terkait dengan kebijakan pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah di Indonesia.

Instruksi Menteri Dalam Negeri yang menetapkan PPKM Darurat di sejumlah wilayah menyebutkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, baik sekolah, perguruan tinggi, akademi, maupun tempat pendidikan/pelatihan, dilakukan secara daring (online).

Kebijakan ini, lanjut Amirudin, mau tidak mau pelajar dan para guru harus akrab dengan teknologi. Pembelajaran hard skill (keterampilan teknis) inilah salah satu sisi positif pada masa pandemi virus corona karena mereka menjadi lebih akrab dengan teknologi informasi.

Namun, kata dosen FIB Undip ini, jika para pengajar tidak melakukan modifikasi pembelajaran soft kill (keterampilan budi pekerti) melalui daring, termasuk di dalamnya etika dan nilai-nilai dasar keindonesiaan, dikhawatirkan anak didik akan mengalami "defisit" nilai-nilai budi pekerti.

"Mereka kehilangan sikap empati, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama temannya," kata antropolog Amirudin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Nasdem Usung Anies Jadi Capres 2024, Ini Respon Jokowi

Presiden Jokowi belum mau berkomentar terkait dukungan Partai Nasdem yang telah secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies Baswedan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Polri Periksa 32 Titik CCTV di Sekitar Stadion Kanjuruhan

Polri menganalisis 32 titik CCTV yang ada di sekitar stadion Kanjuruhan pascakericuhan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya.

NEWS | 3 Oktober 2022

Update Covid-19: Hari Ini Kasus Positif Capai 1.134

Hari ini, Senin (3/10/2022), kasus harian Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.134. Sehingga total kasus Covid-19 pada hari ini tercatat 6.435.719

NEWS | 3 Oktober 2022

Jokowi Gelar Rapat untuk Matangkan Persiapan KTT G-20

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan rapat untuk mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

NEWS | 3 Oktober 2022

Anies Capres, Ridwan Kamil Ucapkan Selamat sebagai Sahabat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres yang diusung Partai Nasdem.

NEWS | 3 Oktober 2022

DPR Pilih 9 Komisioner Komnas HAM, Ini Daftarnya

Komisi III DPR telah memilih sembilan komisioner Komnas HAM periode 2022-2027, Senin (3/10/2022).

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Itsus dan Propam Periksa 18 Polisi

Inspektorat Khusus (Itsus) dan Divisi Propam Polri memeriksa 18 anggota Polri berkaitan dengan tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polri Dalami Penggunaan Gas Air Mata

Polri saat ini tengah mendalami penerapan prosedur tetap (protap) pengunaan gas air mata untuk membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Andika Akan Sanksi Pidana Oknum Prajurit TNI yang Diduga Tendang Suporter

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan oknum prajurit TNI yang diduga menendang suporter dalam tragedi Kanjuruhan, bakal disanksi pidana.

NEWS | 3 Oktober 2022

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Rp 86,5 Triliun Surya Darmadi Dilanjutkan

Eksepsi atau keberatan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng ditolak oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Polri Periksa 32 Titik CCTV di Sekitar Stadion Kanjuruhan

Polri Periksa 32 Titik CCTV di Sekitar Stadion Kanjuruhan

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings