Logo BeritaSatu

Ketua Dewan Pers: Akibat Covid-19, Yatim Piatu Bisa Jadi Sudah 70.000 Anak

Sabtu, 24 Juli 2021 | 11:47 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menghitung jumlah yatim baru per 2 Juli 2021. Angkanya hampir 50.000 anak. Apabila ditambah dengan kasus meninggal Covid-19 yang meningkat beberapa pekan ini, jumlahnya kemungkinan sudah 70.000.

“Yatim baru jumlahnya luar biasa banyak. Saya hitung berapa jumlah yatim baru per 2 Juli itu hampir 50.000. Kalau ditambah sekarang 1.500 tiap hari yang meninggal (karena Covid-19), maka bisa jadi sudah 70.000 yatim baru,” kata Nuh dalam acara PWI Bermunajat bertajuk “Mengetuk Pintu Langit”, Sabtu (24/7/2021).

Advertisement

Menurut Nuh, para yatim baru tersebut bisa saja berasal dari keluarga insan pers. Karena itu, Nuh mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melawan Covid-19. Rasa empati, kata Nuh, sepatutnya ditumbuhkan.

Nuh pun turut merespons pernyataan Ketua Umum PWI Atal S Depari yang menggunakan istilah “perang melawan Covid-19”. Nuh berharap tidak ada lapisan masyarakat yang “desersi” secara sosial dan spiritual.

“Saya senang Pak Atal gunakan istilah perang. Begitu kita declare, kita sedang perang melawan Covid-19, kita jangan menjadi desersi sosial dan spiritual. Misalnya tantara saat perang, tetapi melarikan diri, tidak mau perang. Jangan sampai di antara kita menjadi desersi. Sebisa mungkin kita ikut partisipasi menangani Covid-19,” ujar Nuh.

Pada kesempatan itu, Nuh mengatakan pandemi Covid-19, termasuk dampaknya merupakan permasalahan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Karena itu, solusi yang digunakan harus baru. Tidak bisa dengan cara-cara lama.

“Ini juga persoalan kompleks, lintas sektor, macam-macam, maka rumusnya, solusinya tidak boleh non-kompleks. Lintas komponen bangsa, kebersamaan, partisipasi secara keseluruhan menjadi kata kunci. Tidak ada lagi ‘saya’, tetapi yang ada adalah ‘kita’,” tegas Nuh.

“Oleh karena itu, kami ingin kawan-kawan pers terus mobilisir sumber daya di masyarakat untuk sama-sama menjahit, menjadi bagian ‘kekitaan’. Yakinlah dengan ‘kekitaan’ itu, persoalan rumit insyaallah bisa diselesaikan,” imbuh Nuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
OCS PMI Sektor Domestik di Malaysia Terintegrasi pada 18 Agustus

OCS PMI Sektor Domestik di Malaysia Terintegrasi pada 18 Agustus

NEWS | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings