Logo BeritaSatu

Tolak Kudeta, Ecowas Tangguhkan Keanggotaan Guinea

Kamis, 9 September 2021 | 16:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Conakry, Beritasatu.com- Ecowas menangguhkan keanggotaan Guinea setelah kudeta militer dan akan mengirim mediator. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (8/9/2021), saat KTT virtual, blok regional itu menuntut kembalinya tatanan konstitusional dan pembebasan segera Presiden Alpha Conde.

Ecowas menuntut kembalinya tatanan konstitusional dan pembebasan segera Conde, yang ditangkap oleh pasukan khusus pimpinan Letnan Kolonel Mamady Doumbouya pada Minggu (5/9). Para pemimpin Ecowas juga setuju untuk mengirim misi tingkat tinggi ke Guinea pada Kamis.

“Pada akhir misi itu, Ecowas harus dapat memeriksa kembali posisinya,” ujar Alpha Barry, Menteri Luar Negeri Burkina Faso kepada wartawan di Ouagadougou setelah pertemuan.

Keputusan blok itu muncul setelah kudeta memicu kecaman diplomatik yang luas, tetapi juga disambut kegembiraan di beberapa bagian ibu kota, Conakry, tempat penduduk turun ke jalan untuk bertepuk tangan kepada para tentara yang lewat.

Pria berusia 83 tahun itu menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis pada 2010 dan terpilih kembali pada 2015. Namun tahun lalu, Conde mendorong perubahan konstitusi untuk memungkinkan dirinya mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, satu langkah yang dikatakan lawan-lawannya ilegal.

Presiden Pantai Gading Alassane Ouattara juga memenangkan masa jabatan ketiga tahun lalu setelah mengubah konstitusi negaranya. Pada saat itu, Ecowas dikritik oleh para aktivis karena tetap diam tentang tawaran masa jabatan ketiga Conde dan Ouattara.

Di tempat lain di kawasan Afrika Barat, militer Mali juga melancarkan kudeta pada Agustus 2020 dan kemudian lagi pada Mei tahun ini.

Ecowas pun mengutuk kudeta Mali dan menjatuhkan sanksi sementara. Dikatakan pada Selasa, Ecowas prihatin bahwa pemerintah transisi Mali tidak membuat kemajuan yang cukup untuk menyelenggarakan pemilihan Februari mendatang seperti yang dijanjikan.

Doumbouya, beberapa jam setelah mengambil alih kekuasaan, muncul di televisi dan menuduh pemerintah melakukan “korupsi endemik” dan “menginjak-injak hak warga negara”.

“Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang, kami akan mempercayakan politik kepada rakyat,” kata Doumbouya kepada televisi publik pada Minggu, dengan berbalut bendera nasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Jokowi Ukraina


# Pengawasan Intelijen


# MyPertamina


# Roy Suryo


# Mars


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
3 Pemain Timnas Jadi Amunisi Persib Bandung Lawan PSS

3 Pemain Timnas Jadi Amunisi Persib Bandung Lawan PSS

BOLA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings