Logo BeritaSatu

Djarot: Kualitas Sekolah Partai PDIP Sejajar dengan Luar Negeri

Jumat, 10 September 2021 | 21:22 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat mengaku bangga pihaknya memiliki sekolah partai yang sejajar dengan institusi kaderisasi seperti partai politik di luar negeri, seperti di Tiongkok, Jerman, dan Australia.

Djarot mengungkapkan, kader terbaik PDIP pernah dikirim Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk belajar mengenai sekolah partai di Tiongkok, Jerman, dan Australia. Menurut Djarot, saat ini pun, Indonesia, khususnya PDIP, memiliki sekolah partai dengan standar dan kualitas yang sama dengan di luar negeri.

"Ke depan, sekolah partai dimanajemeni secara baik sehingga berfungsi baik. Di Indonesia, kita pun punya sekolah partai," kata Djarot saat acara pembukaan Sekolah Partai pendidikan untuk Kader Madya DPP PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/9/2021).

Djarot menuturkan, Sekolah Partai PDIP ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Para peserta yang mengikuti sekolah partai telah menjalani tes PCR dan sebelum kelas dibuka diterapkan tes antigen. Sejauh ini, sudah tiga peserta yang gagal mengikuti Sekolah Partai karena positif Covid-19. Mereka perwakilan dari Sumatera Utara, NTT, dan Papua.

"Dari 65 peserta, 15 peserta perempuan dan 50 laki-laki. Semua sudah tes antigen, peserta, panitia, dan DPP," kata Djarot.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan aula Sekolah Partai bisa menampung 220 orang. Sementara ranjang susun bisa menampung 250 orang. Namun, karena protokol kesehatan, fasilitas itu hanya diisi 65 kader partai.

Mengenai ranjang susun, kata Djarot, terdapat filosofinya. Di mana pada rezim Orde Baru, Megawati pernah tidur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Tempat tidur susun asrama tersebut lebih parah dibandingkan fasilitas Sekolah Partai PDIP saat ini.

"Supaya kita sadari ketika kita senang, ketika menang, kita juga ingat perjuangan pahlawan yang berdarah-darah, pejuang partai yang susah payah membangun partai ini," jelasnya.

Djarot juga menyatakan, para peserta akan dikarantina selama kegiatan Sekolah Partai berlangsung. Mengenai isi materi Sekolah Partai, lanjut Djarot, akan diisi oleh pemateri berpengalaman dari internal partai dan para pakar. Nantinya, semua peserta akan membuat resume paparan tersebut.

Di samping itu, Djarot juga mengingatkan para kader partai untuk merenungi permintaan Megawati. Meski PDIP sudah menang dua kali pemilu dan lembaga survei menempatkan partai di posisi utama, tetapi kader harus terus bekerja.

"Justru di momentum seperti inilah kaderisasi dan penguatan struktur partai, disiplin partai menemukan momentum. Dulu Bung Karno sebut kita butuh revolusi mental. Di dalam kaderisasi, kita lakukan penyucian kembali jiwa kita, satu untuk semua, semua untuk satu. Untuk membangun Indonesia Raya," katanya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan, para peserta yang hadir kali ini merupakan kader pilihan. Pelaksanaan Sekolah Partai tingkat madya atau nasional ini merupakan kelanjutan kaderisasi tingkat pratama yang sudah dilaksanakan seluruh DPD se-Indonesia.

"Sekarang diadakan tingkat madya agar nanti kemudian dalam waktu tiga bulan ke depan secara masif diadakan kaderisasi di tingkat daerah-daerah untuk madya, kemudian bersamaan sebulan sesudah kaderisasi ini, di tingkat nasional juga dilakukan kaderisasi di tingkat nasional di Sekolah Partai ini," kata Hasto.

Dalam acara ini, Megawati hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Dia didampingi Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey dan Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga.

Sementara Hasto berada di Lenteng Agung bersama Kepala Sekolah Partai PDIP Komaruddin Watubun, Wasekjen Sadarestuwati, dan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, Sukur Nababan, serta Ribka Tjiptaning.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

KPK Duga Lukas Enembe Naik Pesawat Pribadi dengan Layanan First Class

KPK mendalami dugaan Gubernur Papua Lukas Enembe menggunakan private jet atau pesawat pribadi dengan layanan first class.

NEWS | 4 Oktober 2022

AHY Hormati Kedaulatan Partai Nasdem Usung Anies Capres

AHY menegaskan pihaknya menghormati kedaulatan Partai Nasdem yang sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).

NEWS | 4 Oktober 2022

Penjelasan KPK soal Pertemuan dengan BPK Terkait Formula E

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penelusuran kasus Formula E.

NEWS | 4 Oktober 2022

Bercanda Soal KDRT Lesti Kejora, Deddy Corbuzier Dikritik Netizen

Pada konten Somasi, Deddy Corbuzier bersama komedian Uus mengangkat kasus KDRT yang dialami penyanyi Lesti Kejora dengan bercanda.

NEWS | 4 Oktober 2022

Bharada E Siap Dipertemukan dengan Ferdy Sambo di Persidangan

Bharada E siap dipertemukan langsung dengan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo di persidangan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Puan Maharani Harapkan Hak-hak Perempuan Kian Terjamin

Ketua DPR Puan Maharani berharap semua anggota Komnas HAM periode 2022-2027 dapat melindungi hak-hak rakyat secara maksimal, khususnya hak-hak perempuan.

NEWS | 4 Oktober 2022

Tingkatkan Pasokan Listrik, PLN Gandeng Kejari Kota Bekasi

PLN siap mendukung pertumbuhan industri dan bisnis di Jabodetabek melalui pembangunan SUTET 500 kV Bekasi – Muara Tawar.

NEWS | 4 Oktober 2022

Kasus Garuda, Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya Dicegah ke Luar Negeri

Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencegah eks anggota DPR Chandra Tirta Wijaya untuk berpergian ke luar negeri.

NEWS | 4 Oktober 2022

KPK Tegaskan Tak Terpengaruh Rumor Politisasi Kasus Formula E

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terpengaruh soal mencuatnya rumor politisasi dalam mengusut kasus Formula E.

NEWS | 4 Oktober 2022

Dede Yusuf Pertanyakan Aksi Represif Aparat dalam Tragedi Kanjuruhan

Wakil Ketua Komisi X DPR, Dede Yusuf mempertanyakan aksi represif aparat keamanan dalam tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Duga Lukas Enembe Naik Pesawat Pribadi dengan Layanan <em>First Class</em>

KPK Duga Lukas Enembe Naik Pesawat Pribadi dengan Layanan First Class

NEWS | 18 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings