Logo BeritaSatu

Syahrial Chan: Partai Ummat di Depok Sudah “Karam”

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 18:50 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Mayoritas pengurus Partai Ummat Depok, Jawa Barat memutuskan untuk mengundurkan diri. Ada beberapa alasan, utamanya intervensi pengurus pusat Partai Ummat yang tak bisa lagi diterima.

“Ini bukan eksodus lagi. DPD Partai Ummat Depok sudah 'karam'. Hanya tersisa ketua dan wakil bendahara. Mayoritas sudah membubarkan diri. MPP membubarkan diri, DPD-nya, dan 6 kecamatan juga membubarkan diri,” kata mantan Wakil Ketua POK Partai Ummat Depok, Syahrial Chan, Sabtu (9/10/2021).

Ketika ditanya lebih jauh alasan membubarkan diri, Syahrial mengatakan DPP Partai Ummat tidak memiliki pendirian diri yang konkret. Pengurus pusat meminta Partai Ummat Depok untuk mengakomodasi masuknya anggota baru. Tentu mereka bersedia membuka diri sesuai dengan mekanisme yang ada.

Masalahnya, pengurus di Depok ternyata bukan sekadar diminta untuk membuka diri. Namun, mereka justru dipaksa untuk memberikan jabatan kepada orang-orang baru. Tanpa ada kompromi.

“Ini masalah organisasi bukan hanya hal sepele. Apalagi cuma di 1 kabupaten/kota. Dengan intervensi DPP, yang katanya lawan kezaliman, kok justru berlaku zalim ke anggota sendiri? Pusat itu terlalu mengintervensi ke wilayah,” ujarnya.

Pihaknya juga mendapat informasi dari Sekjen DPP Partai Ummat bahwa mereka harus menerima karena Amien Rais sebagai pendiri partai kadung memberi janji.

“Kami sayangkan kenapa sekelompok orang menjanjikan masuk ketika kami sibuk-sibuknya membangun struktur dan melegalisasi kepengurusan kami di tingkat pemda?,” kata Syahrial.

Alasan lainnya, ketua Partai Ummat di Depok kebetulan tak bisa berkoordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten.

“Ini partai mau dijalankan seperti apa kalau begitu? Melihat seperti ini tak beres, intinya kami semua sangat kecewa maka membubarkan diri. Toh kalau kami dipaksa mengakomodasi, kami sudah membuka diri,” tuturnya.

Pihaknya juga mempertanyakan adanya pernyataan salah satu ketua umum Partai Ummat di media massa, yakni ada dualisme kepengurusan Partai Ummat di Depok.

“Kalau dualisme berarti ada dua SK. Ini bisa tambah meledak, maka itu kami kompromi dan kumpul bareng dan kita memutuskan bubar. Waketum itu melakukan kebohongan publik. Kalau dualisme itu dua kepengurusan, padahal itu tak pernah terjadi,” katanya.

Menurut Syahrial, masalah ini sedang terjadi di 11 kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain itu, masalah sejenis juga terjadi di setidaknya 7 kepengurusan di Bengkulu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Mendekati Rp 15.000

Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah Mendekati Rp 15.000

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings