Logo BeritaSatu

Politisi Gerindra Ceritakan Pengalaman Gunakan Transportasi Udara ke Papua

Senin, 11 Oktober 2021 | 19:51 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Surabaya, Beritasatu.com - Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono menemukan sejumlah kejanggalan di bandara selama perjalanan menggunakan transportasi udara menuju arena Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX Papua di Timika. Seperti diceritakan anggota DPR RI periode 2014-2019 itu melalui akun Instagram @bambangharyos, Sabtu (9/10/2021). Ia bersama tim memulai perjalanan dari Bandar Udara Juanda Surabaya.

Untuk masuk ke Terminal I Bandara Juanda, Sidoarjo, BHS sapaan akrabnya menunjukkan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi. Termasuk menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR.

Setelah berhasil diverifikasi oleh petugas bandara saat check point pertama hingga check-in maskapai kemudian terbang menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar untuk transit lalu terbang menuju bandara di Timika.

Namun, menurut BHS dia menemukan sejumlah kejanggalan, di mana ia melihat petugas bandara tidak melakukan tes antigen maupun PCR yang berlaku dua hari sekali sesuai persyaratan yang diwajibkan kepada penumpang. "Padahal, mereka pulang ke rumah bertemu setiap hari. Itu berarti semua petugas di bandara termasuk petugas counter makanan dan lainnya, tidak steril dari Covid-19," tulisnya dalam akun Instagram.

Pun begitu saat masuk pesawat, lanjut dia menerangkan, awak kabin juga diketahuinya tidak melakukan tes deteksi Covid 19. "Saya cek semua petugas airline juga tidak melaksanakan PCR atau antigen yang berlaku dua hari sekali sesuai persyaratan yang sama dengan penumpang. Padahal, mereka selalu turun dan keluar dari bandara setelah melaksanakan tugas," ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Jawa Timur ini.

Itu berarti, sambungnya, petugas maskapai juga tidak steril dari Covid-19.

Parahnya lagi, masih menurut alumni Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini, saat mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, sudah malam hari. Ruang tunggu sudah tertutup dan penumpang transit diminta meninggalkan bandara dan baru diizinkan kembali ke bandara pukul 04.00 Wita pagi keesokan harinya.

"Sehingga, semua penumpang transit dari berbagai jurusan termasuk petugas bandara menjadi tidak steril lagi karena semuanya masuk tanpa tes antigen dan PCR kembali," ungkapnya.

Saat BHS dan tim tiba di Bandar Udara Internasional Mozes Kilangin Timika, ia kembali menemukan kejanggalan yang sama. Terkait itu, peraih penghargaan anggota DPR RI terinspiratif periode 2014-2019 ini berpendapat, bahwa persyaratan tes antigen dan PCR yang diwajibkan bagi pengguna angkutan publik hanya formalitas yang tidak jelas karena seluruh ruang lingkup bandara dan pesawat diisi petugas yang tidak steril dari Covid-19.

"Diharapkan ini menjadi kajian agar persyaratan antigen dan PCR ditiadakan karena membebani pengguna transportasi publik tetapi masyarakat tidak mendapatkan jaminan perlindungan bebas Covid-19 selama perjalanan," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Muhidin Said


# Roy Suryo


# Partai Buruh


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Sedikit Ribet dan Waspada Lebih Aman di Dunia Digital

Sedikit Ribet dan Waspada Lebih Aman di Dunia Digital

LIFESTYLE | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings