Logo BeritaSatu

Kementerian ATR/BPN Akui Ada Pegawainya Ikut Mafia Tanah

Jumat, 19 November 2021 | 15:06 WIB
Oleh : Mikhael Niman/Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyebut keterlibatan orang dalam di jaringan mafia tanah, hanya sedikit. Kementerian ATR/BPN tak membantah memang ada beberapa oknum yang terlibat.

“Memang ada, tapi itu hanya ratusan, sekitar 141 oknum. Pegawai BPN itu ada 18.000 itu yang ASN dan non ASN ada 19.000. Jadi, dalam persentasi sangat kecil,” ungkap Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra, kepada BeritaSatu TV, Jumat (19/11/2021).

Dia menambahkan, kasus persoalan tanah baru-baru ini menjadi meletup karena melibatkan publik figur.
“Secara statistik (oknum yang bermain ini) kecil sekali hanya. Kita tidak ingin ini merusak susu sebelanganya. Kami berinisiatif mengatasi permasalahan itu secara kreatif seperti di Kalimantan Tengah, kepala kantor wilayah kerjanya hanya menerima pengaduan, untuk pelayanan diserahkan di bawahnya," kata dia.

Ia melanjutkan, di beberapa kantor pertanahan lain juga begitu. Ini membantu kepala kantor menjadi penjaga sekaligus wasit. "Kalau ia terlibat langsung, ia bisa kena. Ini merupakan inovasi-inovasi yang menarik untuk mengatasi persoalan keterlibatan pegawai kami,” imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan, praktik mafia tanah sudah menggurita di Indonesia. Tidak beraksi sendirian, mafia tanah juga kerap melibatkan oknum pengadilan.

"Saat ini praktik-praktik mafia tanah telah menggurita dan melibatkan berbagi pihak mulai dari hulu ke hilir, termasuk oknum lembaga pengadilan, hakim, panitera dan sebagainya sudah banyak," kata Mahfud dalam seminar nasional bertajuk “Peran Komisi Yudisial dalam Silang Sengkarut Kasus Pertanahan” baru-baru ini.

Bahkan ia tahu apabila ada mafia tanah yang memiliki “bekingan” seorang hakim. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi rahasia umum.

"Kadangkala hakim sudah punya tangan sendiri, menempatkan tangannya sebagai hakim mau ketemu hakim lewat saya caranya begini dan sebagainya," ujarnya.

Mahfud menyebut bukan hanya oknum pengadilan saja yang terlibat. Tetapi permainan mafia tanah juga kerap melibatkan oknum di kejaksaan, kepolisian, pemerintahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan lainnya hingga ke level camat.

Dengan demikian, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menganggap kalau bukan hanya ada mafia tanah saja, melainkan juga mafia hukum. Sebab, bukan hanya mafia tanah saja yang melakukan permainan kotor secara sendirian.
Namun juga ada oknum-oknum di ranah hukum yang turut membantu para mafia tanah tersebut.

"Sehingga masalahnya menjadi rumit, ini mafia hukum belum masuk ke peradilan itu, belum masuk ke pengadilan. Sehingga ada mafia hukum, nanti sambungannya di mafia hukum itu lalu ke pengadilan. Sehingga mafia pengadilan itu sebenarnya bagian dari mafia hukum pertanahan," tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Jokowi Ukraina


# Pengawasan Intelijen


# MyPertamina


# Roy Suryo


# Mars


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jakarta Timur Dinilai Potensial untuk Investasi Properti

Jakarta Timur Dinilai Potensial untuk Investasi Properti

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings