Logo BeritaSatu

HKAN 2021, Momentum Kebangkitan Pariwisata Alam Indonesia

Jumat, 26 November 2021 | 09:16 WIB
Oleh : JNS

Kupang, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang terus melandai di Indonesia menjadi sebuah momentum untuk membangkitkan ekonomi melalui sektor pariwisata alam yang sempat terpukul akibat penutupan wisata alam di kawasan konservasi di seluruh Indonesia untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Program reaktivasi wisata alam di kawasan konservasi pada 106 unit Taman Nasional (TN)/Taman Wisata Alam (TWA) yang dilakukan KLHK beberapa waktu lalu menjadi salah satu pendorong kebangkitan pariwisata dan ekonomi.

Momentum kebangkitan ini harus disertai dengan perubahan strategi pengelolaan wisata alam menjadi mengutamakan kenyamanan dan kesehatan pengunjung sebagai strategi di era adaptasi Covid-19.

"Tema Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara: Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara pada peringatan HKAN 2021 yang diterjemahkan living with nature and culture sejalan dengan pembelajaran yang diberikan oleh pandemi Covid 19 hampir dua tahun ini," ujar Wakil Menteri LHK Alue Dohong dalam sambutannya di Acara HKAN 2021, di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang, Pantai Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, (24/11/2021).

Wamen Alue melanjutkan jika pandemi Covid-19 tidak hanya mengakibatkan krisis di bidang kesehatan saja, namun juga berdampak pada seluruh aspek kehidupan manusia, terutama di bidang ekonomi, khususnya sektor pariwisata alam.

Berdasarkan data Direktorat Pengelolaan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) hingga Oktober 2021, nilai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pariwisata alam di suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) turun 68,5% dari tahun 2019. Hal ini tentu kita pahami semua sebagai akibat penutupan kawasan karena adanya pandemi Covid-19.

Meski demikian, Wamen Alue merasa optimistis dengan melandainya angka Covid-19, ke depan sektor pariwisata alam akan menjadi tujuan utama masyarakat karena terjadi perubahan preferensi masyarakat untuk hidup lebih sehat salah satunya dengan lebih memilih menghabiskan waktu liburannya di alam atau kembali ke alam/back to nature.

Peluang ini harus ditangkap para pengelola wisata alam untuk menjadi lebih kreatif dalam menciptakan produk-produk wisata yang mengedepankan quality tourism dan mendorong terciptanya wellness tourism.

"Diversifikasi produk wisata, antara alam dan budaya masyarakat adalah kombinasi yang paling menarik untuk menjadi strategi pengembangan wisata alam di era adaptasi Covid-19. Dengan strategi ini diharapkan pemulihan ekonomi melalui reaktivasi wisata alam akan terus meningkat," jelas Wamen.

Wamen Alue pun menjelaskan jika penyelenggaraan Peringatan Puncak HKAN tahun 2021 di Kupang NTT ini telah menghasilkan multiplier effect yang nyata. Setidaknya hingga Rabu (24/11) penyelenggaraan telah menghasilkan turnover sampai 11,850 Miliar.

"Jadi sangat luar biasa multiplier effect dari penyelenggaraan HKAN di Provinsi NTT ini," imbuhnya.

KLHK menyampaikan apresiasi yang tak terhingga kepada Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Pemerintah Kabupaten Kupang, serta seluruh masyarakat dari berbagai profesi yang telah berpartisipasi sehingga acara ini dapat dilaksanakan dan diikuti lebih dari 2.000 orang secara luring dan daring.

Penyelesaian HKAN juga diharapkan dapat memotivasi gerakan kolektif menjadikan konservasi sebagai gaya hidup anak muda di era digital, new life style for young generation.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur NTT Victor Bungtilu Laiskodat menyatakan terima kasih atas pemilihan NTT sebagai lokasi penyelenggaraan even nasional HKAN. Dengan penyelenggaraan ini telah membantu menggerakkan roda perekonomian di Provinsi NTT.

Dirinya pun menegaskan sangat mendukung upaya konservasi alam yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tentu dibarengi dengan pelibatan aktif masyarakat agar perekonomian dapat meningkat.

"Konservasi tidak bisa berjalan sendirian tanpa pemahaman masyarakat, Kalau pemerintah dan masyarakat tidak paham konservasi maka sia-sia adanya," ucapnya.

Ia mencontohkan satwa komodo sebagai hewan eksotis yang hanya terdapat di NTT dapat menjadi tidak seberharga saat ini jika masyarakat tidak diberi pengetahuan tentang konservasi.

Salah satu binatang purba ada di NTT yaitu komodo. Cuma karena tidak tahu konservasi maka komodo banyak dikasih makan, maka komodo akan menjadi jinak, bahkan jika dibiarkan terus dapat dibudidayakan hingga menjadi komoditas konsumsi. "

Kita tidak ingin itu, kita ingin komodo tetap menjadi hewan liar. Komodo yang liar itulah yang mahal," tegas Gubernur Victor.

Peringatan HKAN 2021 ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 - 24 November 2021.

Pada hari ketiga puncak Peringatan ini diluncurkan aplikasi digital Wisata Alam Indonesia yang nanti dapat diunduh di Play Store (Android) dan AppStore (Apple), masyarakat dapat mengetahui daftar Wisata Alam di kawasan konservasi alam seluruh Indonesia beserta dengan informasi bagaimana cara mencapainya, dan kemampuan untuk booking tiket dan reservasi secara online.

Peluncuran aplikasi digital ini juga menjadi salah satu cara penerapan reservasi wisata alam yang memperhatikan penghitungan daya dukung kawasan melalui e-booking, menerapkan e-ticketing secara cashless and touchless untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung kawasan konservasi, menghindari mass tourism, serta sebagai salah satu tindakan pecegahan penyebaran Covid-19.

Pada peringatan puncak ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antar Dirjen KSDAE dan Gubernur NTT untuk penguatan pengelolaan berkelanjutan Pariwisata di TN Komodo.

Pada kesempatan ini, juga dilakukan pemberian apresiasi bagi para mitra yang telah melakukan berbagai upaya konservasi alam di bidang masing-masing juga pelepasliaran enam ekor Elang paria (Milvus migrans) oleh Wakil Menteri LHK, dan Gubernur NTT.

Hadir dalam acara ini Julie Sutrisno Laiskodat Anggota DPR RI Komisi IV, Dirjen KSDAE KLHK, Dirjen PHL KLHK, Danrem 161 Wirasakti, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Forkompida Provinsi NTT, Bupati Kupang, Wali Kota Kupang, Forkompinda Kota Kupang, para Tenaga Ahli Menteri LHK, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kupang, serta para Kepala UPT KLHK di NTT dan UPT KSDAE dari seluruh Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Malaysia Open


# Muhidin Said


# Roy Suryo


# Partai Buruh


# Ayu Anjani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Belum Terima Konfirmasi soal Pengunduran Diri Lili Pintauli

KPK Belum Terima Konfirmasi soal Pengunduran Diri Lili Pintauli

NEWS | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings