Logo BeritaSatu

Nuning Kertopati: Saat Negara Berdiri, Intelijen Sudah Ada

Minggu, 28 November 2021 | 20:28 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / CAR

Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas NH Kertopati atau akrab disapa Nuning menyebut intelijen sudah ada saat suatu negara dibentuk. Lewat “Podcast Apa Adanya” bertajuk “Intel Pemersatu Bangsa”, Nuning mengupas mengenai pentingnya intelijen.

“Sebenarnya intelijen itu usianya seumur negara itu berdiri. Pada saat negara itu berdiri, maka intelijen itu ada,” kata Nuning seperti dikutip dari kanal YouTube B1 Plus, Minggu (28/11/2021). Kanal B1 Plus dikelola oleh jajaran tim Beritasatu.com.

Nuning mengatakan tiap manusia terlahir dengan memiliki sense of intelligence masing-masing. Misalnya, seorang anak kecil yang mendengar suara nyamuk. Hal ini semacam peringatan. “Nah, itu menandakan dia punya sense of intelligence,” tuturnya.

Nuning menegaskan salah satu manfaat intelijen, yakni deteksi dini. Intelijen berperan penting untuk mengetahui ancaman, bahaya, atau apa pun yang dapat mencederai keberlangsungan hidup bernegara.

“Apa pun namanya, keamanan, pertahanan, dan segala sesuatunya, makanya intelijen itu bukan hanya berada di satu badan saja. Sekarang itu, koordinatornya kan Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara, intelijen itu ada di polisi, imigrasi, lalu di TNI, di Bea Cukai,” ucap Nuning.

Fatsun dalam intelijen, yaitu mengawali, menyertai, dan mengakhiri. Maksud mengawali, antara lain sudah menangkap adanya ancanaman. Kemudian, terdapat hal-hal yang harus ditangani, berupa pengumpulan data yang pada akhirnya menjadi data intelijen.

Informasi dihimpun dari berbagai lapisan masyarakat. Gosip atau istilahnya “suara burung” pun harus menjadi perhatian.

“Jadi, di dalam memproses data intelijen itu, enggak bisa kita katakan 'ah ini enggak penting, omongan ibu-ibu'. Malah kadang omongan-omongan ibu-ibu itu yang bener, tetapi kan kita harus saring. Dari bahan dalam tingkatan suara burung, lalu meningkat menjadi data-data yang akhirnya menjadi data intelijen,” kata Nuning.

Menguasai teknik pengumpulan data, bukan perkara mudah. Karenanya, dibentuk Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) untuk melatih perwira intelijen yang andal dan berkelas dunia. Ribuan orang tiap tahunnya disebut mendaftar di STIN.

“Pada akhirnya ketika sudah melalui tahapan-tahapan tes, bisa kita dapatkan anak-anak yang memang memiliki talenta intelijen yang baik, intelektual yang baik, lalu pemahaman terhadap masalah juga bagus, tingkat keingintahuannya juga baik. Lalu, memiliki kemampuan analisa yang bagus. Di situ kita bisa lihat yang berbakat menjadi agen, karena kan dibagi dua, yaitu agen dan analis,” ucap Nuning.

Di bawah kepemimpinan Kepala BIN Budi Gunawan, menurut Nuning, STIN dikelola sangat profesional.

“Sjak zamannya kepala BIN sekarang, Prof Budi Gunawan, itu (STIN) bagus sekali. Ada empat kelas bahasa. Karena juga dibutuhkan perwira-perwira intelijen, agen-agen intelijen, dan analis intelijen yang dapat memahami bahasa lain, sehingga ketika mendapatkan informasi, mendengar, menyaksikan atau apa itu dengan bahasa lain juga tidak salah mengartikannya,” kata Nuning.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemekaran Papua, DPR: Tahap Pertama Disepakati 3 Provinsi

Pemekaran Papua, DPR: Tahap Pertama Disepakati 3 Provinsi

NEWS | 22 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings