Logo BeritaSatu

Kemenhub Diminta Evaluasi Aturan E-Ticket ASDP

Kamis, 2 Desember 2021 | 08:02 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Balikpapan. Beritasatu.com - Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono meminta Kementerian Perhubungan mengevaluasi pemberlakuan tiket elektronik untuk jasa penyeberangan PT ASDP. Pemberlakuan tiket elektronik dianggap merugikan konsumen layanan jasa penyeberangan ASDP.

Pemberlakuan tiket elektronik ini berdasarkan Peraturan Menhub Nomor 19 Tahun 2020.

“Kebijakan tiket elektronik ini sebaiknya dievaluasi ulang,” kata Bambang melalui keterangan, Kamis (2/12/2021).

Bambang mengatakan, pemberlakuan tiket elektronik ini justru berdampak peningkatan harga tiket ASDP. Masyarakat awam pun masih kesulitan serta belum terbiasa dalam pemanfaatan tiket elektronik ini untuk layanan penyeberangan. Masyarakat kesulitan membeli tiket angkutan penyeberangan secara langsung di terminal. Para penumpang terpaksa membeli lewat calo atau agen tiket yang diduga dikoordinasikan pihak ASDP.

"Padahal sebelumnya masyarakat sudah membayar mahal harga tiket yang mahal,” paparnya.

Komponen harga tiket adalah jasa kepelabuhan, jasa penyeberangan, dan asuransi. Ongkos jasa kepelabuhanan sudah masuk di dalam terdiri penyediaan ruang tunggu terminal, fasilitas dermaga dan jasa penjualan tiket. Artinya, ongkos jasa penjualan tiket adalah bagian kecil dari ongkos jasa pelabuhan lainnya.

Bambang mencontohkan, harga tiket penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk semestinya sebesar Rp8.500. Komponen harga tiket ini meliputi jasa pelabuhan Rp 3.800, jasa pelayaran Rp 3.900, dan asuransi Rp 800.

Tetapi system tiket elektronik, menurutnya harga tiket penyeberangan naik jadi berkisar Rp 13.000 hingga Rp 15.000. Sehingga diasumsikan naik 76 persen dari ketentuan tarif semestinya.

Di sisi lain, Bambang pun menyoroti pembatasan penggunaan tiket online hanya 10 hingga 20 menit saja. Ia menilai ketentuan ini tidak lazim bila dibandingkan moda transportasi lain seperti penumpang pesawat dan kereta api.

“Masa berlaku tiket online dibatasi tidak lebih dari 2 jam. Padahal moda transportasi lain bisa sampai bulanan dan tahunan dari saat mendaftar,” cetusnya.

Bambang menyatakan, pemanfaatan system transaksi elektronik secara onlinesemestinya mampu memangkas tarif layanan transportasi. Bukan malah sebaliknya, tarif tiket naik dari ketentuan normal.

“Harusnya ongkos jasa kepelabuhanan yang diturunkan, bukan malah dinaikkan harganya menjadi 3 kali lipat dari ongkos jasa kepelabuhanan,” papar Bambang yang menjabat Ketua Harian Masyarakat Transportasi Indonesia Jawa Timur.

Kondisi saat ini, kata Bambang terdapat ratusan agen tiket yang menjamur di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dan Pelabuhan Merak Bakauheni. Mereka seluruhnya diakomodasi pihak ASDP.

Permasalahannya, mereka ini bukan agen professional yang memang menekuni bidang jasa pelayanan penjualan tiket kapal penyeberangan. Ia mendapati beberapa di antaranya tidak mengantongi izin sebagai agen travel agen resmi.

Beberapa malah adalah mekanik bengkel sepeda motor, warung nasi, penjual bakso, warung nasi, penjual makanan, penjual bakso, penjual sembako, dan kos kosan.

“Calo calo tiket yang dilegalkan oleh ASDP,” tegasnya.

Pemerintah sendiri sudah fokus dalam memberantas praktik percalonan jasa transportasi di Indonesia. Sebaliknya, di jasa penyeberangan memperoleh paying hukum Peraturan Menhub Nomor 19 Tahun 2020.

Harusnya ini menjadi satu temuan dari target dibentuknya Satgas Mafia Kepelabuhanan yang diinisiasi kepolisian dan kejaksaan didorong Menko Luhut Panjaitan. Apalagi ada dugaan pungutan liar yang harus diberantas oleh Tim Saber Pungli bentukan Presiden Joko Widodo.

“Saya mengharapkan Menteri Perhubungan dengan jajarannya, segera mengevaluasi dan melakukan revisi kebijakan ini,” ujar Bambang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pemekaran Papua, DPR: Tahap Pertama Disepakati 3 Provinsi

Pemekaran Papua, DPR: Tahap Pertama Disepakati 3 Provinsi

NEWS | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings